Jumat, 17 April 2026

Berita Viral

Tipu Daya 'Si Kembar', Jual iPhone Lebih Murah 30 Persen dari Pasaran, Raup Uang Rp35 Miliar

Kejadian ini bermula dari seorang korban penipuan yakni Vicky Fachreza dan istrinya yang mendapatkan informasi dari kerabat mereka, bahwa ia baru saja

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kolase Bangkapos.com / Istimewa
Tipu Daya 'Si Kembar', Jual iPhone Lebih Murah 30 Persen dari Pasaran, Raup Uang R35 Miliar 

BANGKAPOS.COM -- Si kembar, Rihana dan Rihani pelaku penipuan pre-order (PO) iPhone meraup uang hingga Rp35 miliar dari korban mereka.

Kejadian ini bermula dari seorang korban penipuan yakni Vicky Fachreza dan istrinya yang mendapatkan informasi dari kerabat mereka, bahwa ia baru saja membeli iPhone dengan harga murah.

iPhone tersebut didapat dari Rihani pada tahun 2021 lalu.

Kerabat istri Vicky dan Rihani ternyata satu tempat kerja di Kemendag.

"Kronologi awalnya istri saya punya teman yang satu kantor sama Rihani, saat itu di Kementerian Perdagangan. Jadi dulu Rihani ini bekerja di Kemendag," kata Vicky pada TribunJakarta, Senin (5/6/2023).

"Pada bulan Mei 2021 teman istri saya ini infoin kalau dia baru beli handphone dari Rihani, harganya lebih murah dibandingkan kita beli langsung di store," sambungnya.

Vicky mengatakan iPhone yang dijual Rihani ini resmi dan bergaransi, serta masih bersegel.

Kemudian, istri Vicky pun tertarik dan memesan satu unit iPhone12 Pro dengan sistem pre order (PO) dengan harga yang jauh lebih murah.

Saat itu iPhone12 Pro masih dibanderol dengan harga Rp17 juta, namun istri Vicky ini bisa membelinya dengan harga Rp15 jutaan saja.

"Kenapa kami tertarik, karena teman istri saya ini sudah beli dan hanphonenya datang, makanya istri saya beli juga saat itu satu unit untuk pemakaian pribadi istri saya," ungkapnya.

"Kami gak tahu waktu itu gimana ceritanya dia bisa jual murah gitu, apa dia bisa ke distributor langsung atau gimana," ucap Vicky.

"Kami juga gak sempat nanya kenapa bisa murah, karena berpikirnya dia kerja di Kemendag mungkin ada kaitannya ya, saya sepolos itu. Saya mikirnya dia orang kemendag dan teman istri saya beli hpnya ada garansi resmi," timpalnya.

Singkat cerita, handphone yang dinantikan pun tiba, bahkan dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

Vicky mengatakan ia dan istrinya pun segere menemui Rihani untuk mengecek langsung iPhone tersebut.

"Kami gak mau hanpdphonenya dikirim, jadi ambil langsung biar bisa cek segala macam. Saya cek ternyata benar handphone itu bersegel, garansi Era Jaya, dan kami cek Imeinya tembus di Kemenperin," bebernya.

Pertemuan ini lah yang kemmudian menjadi awal mula terjadinya penipuan tersebut.

Rihani menawarkan Vicky dan istrinya untuk  ikut menjual handphone dengan iming-iming keuntungan.

Vicky yang percaya pun mengiyakan tawaran menjadi reseller.

Ia berpikir bahwa  keuntungan dari penjualan bisa menjadi tambahan pemasukannya.

Sebulan berselang, Vicky pun memulai bisnisnya menjadi reseller produk Apple yang utamanya iPhone.

Kendati demikian, Vicky memulai bisnisnya menjadi reseller dengan memesan sejumlah barang.

Awal berbisnis, transaksi yang dilakukan cukup lancar, bahkan hingga berbulan-bulan.

"Transaksi awal itu di bulan Juni tahun 2021, berjalan lancar terima orderan dan seterusnya makin ramai pesanan kita. Dari Juni kami pesan dikirim, Juli, Agustus, September, Oktober, pesanan kami clear semua," jelasnya.

Total, ada 600 unit produk Apple yang dipesan Vicky dan istrinya dalam kurun waktu Juni sampai dengan Oktober 2021.

"Kurang lebih dari yang kami pesan itu ada 600 unit ya ada Iphone, Macbook, Airpods juga, produk Apple semua dan garansinya resmi Indonesia semua," ujar Vicky.

Masuk ke bulan Maret 2022, Vicky mengatakan jumlah pesanannya kepada Rihani mulai menurun.

Bukan tanpa sebab ia memesan lebih sedikit jumlah barang yang tersedia.

Pasalnya, barang yang dipesan sejak bulan Oktober 2021 belum sepenuhnya datang.

"Nah di November itu pesanan kan masih terus masuk sampai Maret 2022 kami masih terus pesan ke Rihani karena pengiriman dari dia ini ada yang masih delay," tutur Vicky.

"Akhirnya saya putus di bulan Maret 2022 pesanan kita gak banyak, gak sampai 50 unit lah dan kita hold dulu gak pesan dulu karena semuanya belum terkirim bahkan di bulan November masih banyak banget itu," sambung ia lagi.

Total, ada 435 unit barang yang belum dikirim Rihani. Padahal, Vicky sudah lunas membayar seluruhnya.

"Nah itu kurang lebih ada 435 unit total dari November sampai Maret 2022, dan itu saya hitung total rupiahnya itu Rp 5,8 miliar lebih," bilangnya.

Buntutnya, Rihani pun menjanjikan akan mengembalikan uang milik Vicky dan para resellernya, saat pertemuan yang berlangsung pada April 2022.

"Di pertemuan itu Rihani menjanjikan refund (pengembalian uang) paling lambat 30 Mei 2022. Itu dengan surat pernyataan ya ada hitam di atas putih. Ia menandatangi surat akan mengembalikan dana ini paling lambat tanggal 30 Mei 2022," kata Vicky.

Namun ternyata janji itu hanya sekedar janji. Rihani tak memenuhi janjinya dan malah kembali menjanjikan pada tanggal 18 Juni.

Polisi Ungkap Tipu Daya Si Kembar Jual iPhone

Polisi mengungkap modus kasus penipuan pre-order (PO) iPhone yang dilakukan 'Si Kembar' Rihana dan Rihani.

Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yosi Hendrata menyebut keduanya memberikan penawaran yang menarik kepada korbannya.

Dari keterangan para korban yang diperiksa penyidik, modus Rihana dan Rihani ternyata menawarkan harga produk iPhone jauh lebih murah 30 persen dari harga pasaran.

"Jadi begini beberapa korban yang mengalami peristiwa ini itu diberikan penawaran yang cukup menarik," kata Henrikus kepada wartawan, Rabu (7/6/2023).

"Yaitu produk-produk merk Apple baik itu iPhone. Kemudian laptop, airpods dan sebagainya itu secara garis besar ditawarkan dengan harga yang rata-rata lebih murah 20-30 persen dibanding harga (normal) pada umumnya,"

"Nah hal itu yang kemudian menarik korban untuk melakukan pemesanan kepada si terlapor, modusnya kaya gitu ya," ungkapny.

Saat ini, Henrikus menyebut pihaknya masih mencari keberadaan 'si kembar' tersebut untuk dijemput paksa lantaran sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan.

Rihana dan Rihani si kembar penipuan iPhone selama ini tinggal di perumahan elite Greenwood Town House 2.

Namun kini keduanya dikatakan telah pindah rumah.

Seorang satpam bernama Slamet mengatakan, Rihana dan Rihani dikenal oleh lingkungan tempat tinggal mereka sebagai seorang pebisnis yang baik hati.

Bahkan Rihana Rihani kerap bersosialisasi dengan baik dengan tetangga sebelum terungkap keduanya terjerat kasus penipuan reseller iPhone senilai Rp35 miliar.

Slamet mengatakan, si kembar sudah dua tahun tinggal di komplek yang terletak di Jalan Kompas Nomor 9, Ciputat, Tangerang Selatan, tersebut.

"Jadi mereka mah ngontrak bang. Dia nih (kembar Rihana Rihani), sama ibunya, terus abangnya juga ada dua tinggal di sini," ucap Slamet di lokasi pada Tribun Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Slamet baru mengetahui jika gaya hidup mewah yang didapatkan si kembar rupanya hasil dari menipu.

"Tahunya kerjanya memang bisnis handphone itu, tapi enggak tahu kan kalau ternyata mah nipu," ujarnya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, warga mengenal Rihana Rihani dan keluarganya sebagai sosok yang baik. Sosialisasi antar tetangga pun terjalin erat.

"Kalau baik mah baik ya, sosialisasi gitu. Pernah abangnya lagi syukuran anaknya juga bagi-bagi bingkisan ke semua tetangga."

"Keamanan juga kebagian semua," ucap Slamet.

Slamet tak memungkiri bahwa kehidupan Rihana Rihani dan keluarganya memang bisa tergolong 'mewah'.

Namun keduanya kini sudah tak lagi ada di rumah.

Slamet mengatakan, mereka pergi tanpa berpamitan dan meninggalkan keanehan.

Pasalnya mereka pergi mendadak begitu saja, tanpa membawa perabotan rumahnya.

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni/TribunJakarta.com/Rr Dewi Kartika H)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved