Berita Bangka Tengah
Bisa Ditemukan di Hutan Pelawan Namang, Inilah Mentilin Hewan Langka Endemik Babel
Fauna yang termasuk ordo primata ini hanya bisa ditemukan di wilayah hutan-hutan tertentu saja, salah satunya di kawasan Hutan Pelawan, Desa Namang
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mentilin, hewan bermata besar, berukuran lebih besar sedikit dari musang menjadi salah satu hewan endemik dari Pulau Bangka Belitung.
Dilansir dari Wikipedia.org mentilin sering disebut juga dengan sebutan Tarsius Bancanus atau Tarsius Bangka.
Fauna yang termasuk ordo primata ini hanya bisa ditemukan di wilayah hutan-hutan tertentu saja, salah satunya di kawasan Hutan Pelawan, Desa Namang, Kecamatan Namang, Bangka Tengah.
Meski tak mudah menemukannya, hewan tersebut bisa ditemui di Hutan Pelawan Namang dan kerap muncul pada malam hari.
Pasalnya, hewan tersebut memang dikenal dengan hewan nokturnal atau hewan yang aktif pada malam hari.
Kepada Desa Namang, Zaiwan menyebutkan, pihaknya memiliki semacam program wisata edukasi malam bagi masyarakat yang hendak melihat mentilin secara langsung.
"Kegiatannya kita lakukan malam hari, karena kalau siang hari, mentilin ini biasanya tidur di sarangnya dan agak susah ditemukan," ungkap Zaiwan, Selasa (13/6/2023).
Kata dia, pihaknya menyiapkan semacam tour guide untuk menyusuri hutan pelawan pada malam hari yang akan memandu wisatawan untuk menemukan keberadaan hewan tersebut.
Menurut dia, di Hutan Pelawan Desa Namang, hewan ini bisa ditemukan setiap jarak 1 km.
"Jadi biasanya setiap 1 km ada sepasang (mentilin), 1 km ada sepasang lagi. Soalnya dia ini ada semacam wilayah teritorinya,” terangnya.
Zaiwan mengungkapkan, bagi orang awam, tidak mudah menemukan hewan ini di Hutan Pelawan Namang. Apalagi, Hutan Pelawan Desa Namang memiliki luas kurang lebih sekitar 300 hektar.
Tempat atau rutenya pun berbeda dengan rute wisata Hutan Pelawan Namang yang selama ini sudah banyak dikunjungi orang.
"Ini benar-benar kayak masuk hutan, jadi kalau tanpa tour guide nanti takutnya malah kesasar, karena hutannya luas. Kalau ngajak tour guide pun mereka lebih tau dimana habitat mentilin ini biasanya ditemukan," ungkapnya.
Tak hanya mentilin, dia berujar bahwa ada hewan-hewan lainnya yang juga bisa ditemukan di Hutan Pelawan Namang tersebut seperti musang, burung cebuk (sebutan masyarakat Babel untuk burung hantu-red), pelanduk (sejenis kancil) dan masih banyak lagi.
Lebih lanjut, Zaiwan menjelaskan bahwa wisata malam itu tidak memiliki tarif tertentu karena dibayar secara sukarela, tergantung kesepakatan antara wisatawan dan tour guide.
Oleh karena itu, para wisatawan yang penasaran dengan hewan mentilin dan ingin mengikuti wisata malam, bisa menghubungi pihak Pemerintah Desa Namang ataupun Pokdarwis Pelawan Desa Namang.
"Di Hutan Pelawan Namang juga kami ada menyiapkan homestay, makanan dan kendaraan. Itu biayanya lain lagi," imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/13062023mentilin.jpg)