Berita Pangkalinang
Wacana Pembangunan SMP 11 di Pangkalpinang Terkendala Biaya
Pemkot Pangkalpinang sudah sejak beberapa tahun terakhir mewacanakan SMP yang akan diberi nama SMP 11 segera dibangun
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wacana pembangunan SMP baru di Pangkalpinang belum terealisasikan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bahkan sudah sejak beberapa tahun terakhir mewacanakan SMP yang akan diberi nama SMP 11 segera dibangun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy menegaskan pembangunan SMP 11 di Pangkalpinang hingga kini masih terkendala biaya.
Sebab tak tanggung-tanggung, SMP yang rencananya bakal dibangun di terminal lama Selindung ini bakal menelan anggaran hingga Rp35 Miliar.
"Rancang bangun rinci atau Detail Engineering Design (DED) sudah kami bikin. Kami sudah sejak lama menginginkan adanya SMP 11 ini, terutama untuk mengcover sekolah yang sering overload. Tapi kembali lagi anggarannya untuk pembangunan SMP ini belum cukup," sebut Erwandy kepada Bangkapos.com, Selasa (13/6/2023).
Kata Erwandy, pihaknya juga sudah mengusulkan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pangkalpinang untuk mengusulkan ke pihak Provinsi.
"Kalau di APBD juga kami sudah mengusulkan, karena pembangunan SMP ini kami yakin sangat prioritas sekali. Tapi kembali lagi kita tahu kemampuan keuangan daerah kita seperti apa. Hingga kini kami masih berupaya agar pembangunan SMP 11 ini dapat segera terealisasikan," tuturnya.
Menurutnya, pembangunan SMP 11 bakal dilakukan di terminal Selindung karena kawasan tersebut padat penduduk dan hanya ada satu SMP saja pada zonasi tersebut yakni SMP 7 Pangkalpinang.
"Maksud kami nanti pembangunannya tidak langsung sekaligus, tapi sedikit-sedikit misalnya buat tiga lokal dulu, agar rombel kita bertambah saat PPDB itu. Setiap tahun anggaran kami selalu menyampaikan SMP 11 ini, tapi kami sampai saat ini masih terus berjuang untuk anggarannya," pungkasnya.
Erwandy menambahkan, pihaknya tidak bisa meminta bantuan kepada pemerintah pusat sebab pemerintah pusat tidak bisa menganggarkan unit sekolah baru (USB).
"Kami tidak bisa minta bantuan ke pemerintah pusat, karena di pemerintah pusat itu tidak bisa menganggarkan untuk unit sekolah baru atau USB. Kecuali sekolah tersebut sudah berdiri dan kita minta bantuan seperti itu baru bisa," terangnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pangkalpinang, Yan Rizana mengaku hingga kini pihaknya masih mengupayakan anggaran pembangunan SMP 11 tersebut.
Kata Yan, Bappeda Kota Pangkalpinang juga sudah mengajukan bantuan melalui dana Bantuan (Daba) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
"DED sudah disusun oleh pihak Dinas Pendidikan, lahan sudah clear, untuk pembangunannya, kami sudah mengajukan melalui dana DABA tahun 2024 yang kami sampaikan saat Rakorgub kemarin," sebut Yan kepada Bangkapos.com, Selasa (13/6/2023).
Diakuinya, memang pembangunan sekolah yang sifatnya untuk menunjang pendidikan dan infrastruktur di Kota Pangkalpinang sangat prioritas.
"Hingga kini yang kami ajukan masih dalam pembahasan dengan pihak pemerintah Provinsi. Semoga SMP 11 ini bisa segera terealisasikan. Kami bersama Dinas Pendidikan masih mengupayakan ini," tuturnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230613-Kantor-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan.jpg)