Berita Bangka Selatan
Program Gratis Ongkir Produk Lokal, Pemkab Bangka Bakal Perpanjang Sampai Tahun 2029
Program gratis ongkir masih ada, berlangsung sampai sesuai dengan RPJMD Kabupaten Bangka Selatan. Atau sampai tahun 2024
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memastikan bakal memperpanjang program gratis ongkos kirim atau free ongkir untuk pembelian produk lokal.
Seperti yang diketahui pemerintah setempat memberikan kebijakan gratis ongkir kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu sejak tahun 2021 silam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengungkapkan, penerapan kebijakan free ongkir sendiri sudah masuk ke dalam periode tahun ketiga.
Sejatinya program tersebut hanya berlangsung selama lima tahun dan berakhir pada 2024 mendatang. Atau berlaku sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Program gratis ongkir masih ada, berlangsung sampai sesuai dengan RPJMD Kabupaten Bangka Selatan. Atau sampai tahun 2024 mendatang,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (14/6/2023).
Risvandika berujar, program itu sendiri dipastikan akan terus diperpanjang setiap tahunnya. Sebab Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah optimis untuk mendukung penggunaan produk lokal.
Sekaligus berupaya menggeliatkan perekonomian dari sektor UMKM, serta menggairahkan dunia pariwisata.
Tak hanya itu, program tersebut menjadi langkah awal untuk membantu para pelaku usaha di daerah. Pasalnya, berada di daerah kepulauan membuat biaya ataupun ongkir produk dari Bangka Selatan cukup besar. Oleh karena itu, program itu akan dilanjutkan sampai 2029 mendatang.
“Insya Allah akan dilanjutkan orang pada tahun 2024 dan seterusnya. sampai 2029. karena ini untuk membantu para UMKM kita,” jelas Risvandika.
Lebih jauh ungkapnya, program tersebut berlaku bagi seluruh pelaku UMKM yang ada di Bangka Selatan. Akan tetapi saat ini baru sebanyak 25-30 pelaku UMKM memanfaatkan kebijakan itu. Mayoritas semuanya berada di Kecamatan Toboali, sedangkan tujuh kecamatan lainnya belum optimal.
Besaran program gratis ongkir sendiri dibagi ke dalam dua kelas pengiriman. Pertama, untuk kategori 1-15 kilogram. Kedua, kategori di atas 15 kilogram. Semuanya khusus untuk produk lokal, baik bidang pertanian hingga perikanan.
“Kita juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk program ini. Jadi untuk pengiriman ada kelasnya masing-masing, dari di bawah 15 kilogram sampai di atas 15 kilogram,” paparnya.
Meskipun begitu kata Risvandika, dalam tahun 2023 ini periode Januari sampai Mei sudah terdapat beberapa pelaku UMKM yang melakukan pengajuan dan pencairan gratis ongkir.
Bahkan imbas kebijakan itu produk lokal asal Bangka Selatan dapat tembus hingga pelosok Papua dan menjangkau daerah seluruh Indonesia. Maka dari itu pihaknya mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin.
“Kita berkoordinasi dengan Disperindag. Karena UMKM yang terdata ada di Disperindag,” pungkas Risvandika. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230603-Risvandika.jpg)