Berita Viral

Viral Mahasiswi UNP Keluhkan Fasilitas di Tempat KKN, Berakhir Diusir Warga, Begini Tanggapan Kampus

Diketahui, tempat KKN sejumlah mahasiswi itu berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kolase Bangkapos.com / Istimewa
Viral Mahasiswi UNP Keluhkan Fasilitas di Tempat KKN, Berakhir Diusir Warga, Begini Tanggapan Kampus 

BANGKAPOS.COM -- Belakangan viral video mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) diusir oleh warga di tempat mereka melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

Pengusiran tersebut dilakukan usai sejumlah mahasiswi membuat video dan beredar di Tiktok terkait fasilitas di tempat KKN tersebut.

Diketahui, tempat KKN sejumlah mahasiswi itu berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Mereka menilai, daerah tempat mereka melaksanakan KKN jauh lebih buruk ketimbang daerah-daerah lainnya.

"Kalian libur semester? Mana maen, KKN-lah. KKN kalian di mana? Tanah Datar, Lima Puluh Kota? Bungus lah, air gak ada, mandi di mushala. Diusir? Ngontrak bayar pula," ucap sejumlah mahasiswi dalam video tersebut.

Akibat ucapan tersebut, mahasiswa dan mahasiswi yang KKN di tempat itu lantas diusir oleh warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, pihak kampus Universitas Negeri Padang (UNP) akhirnya memberikan tanggapan.

Sekretaris UNP Erianjoni mengatakan, pihaknya akan berdialog dengan Camat Bungus Teluk Kabung terkait hal tersebut.

Ia memastikan pihak kampus akan memproses kejadian ini.

Bila mungkin mahasiswa UNP ini tidak bisa lagi KKN di Bungus Barat, makan akan dipindahkan ke daerah lain.

"Kalau memang nggak bisa mahasiswa itu ditempatkan KKN di situ lagi, akan kita pindahkan ke tempat lain, dan ini memang kesalahan dari mahasiswa kita ya, karena etika berkomunikasinya yang buruk," imbuh Erianjoni.

Erianjoni mengatakan, mestinya hal tersebut tidak terjadi.

Menurutnya, bila ada permasalahan atau hal-hal lain yang dialami di lokasi KKN, mahasiswa seharusnya  mengkomunikasikannya dengan dosen pembimbing lapangan (DPL).

Selain DPL, kata dia, UNP juga memiliki wadah lain untuk komunikasi mahasiswa, yaitu unit pelaksana pusat KKN.

"Ini memang keliru. Mahasiswa kita harus diberi pembelajaran, tidak semua harus semuanya lewat media sosial, kan ada wadah komunikasinya, DPL dan unit pelaksana pusat KKN," kata Erianjoni.

"Sederhana saja, mereka kebablasan juga bermedia sosial, tentu masyarakat tidak terima. Menyangkut nama daerah tentu sensitif," sambungnya.

Di sini lain, Erianjoni juga menilai bahwa sejumlah mahasiswi itu belum siap untuk bisa memahami masyarakat dan daerah setempat.

Sehingga terkait fasilitas yang mereka harapkan, ternyata tidak dapat mereka dapatkan.

"Jadi, ya mereka (warga) tak terima, mereka (mahasiswa KKN) posting di media sosial kekecewaannya karena harapan yang diharapkan tak terjad," kata Erianjoni.

"Fasilitas yang mereka harapkan tidak dapat, sementara mereka harus bayar."

"Barangkali anak KKN ini juga cemburu di daerah lain ada yang tidak bayar," tuturnya.

Pasca video itu viral dan diduga warga tidak terima, mahasiswa KKN itu kini sudah kembali ke kos-kosan dan rumah masing-masing.

Adapun video lainnya yang juga tersebar di lini masa medsos, menunjukkan seorang pria tengah berbicara kepada mahasiswa dan mahasiswi KKN tersebut.

"Adik-adik dianggap tidak ada membawa perubahan, sampai nanti ada penyelesaiannya oleh dosen pembimbingnya kepada kami, kepada Bapak Camat dan Lurah."

"Jadi itu keputusannya, karena untuk mengingat keamanan adik-adik juga di lingkungan."

"Karena pasti ada warga yang membaca itu, karena ini bukan masalah adik-adik dengan pemerintah," kata pria dalam video tersebut.

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni/TribunTrends.com/Jonisetiawan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved