Minggu, 17 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Kambing Seharga Rp 3 Juta Paling Diburu Jelang Idul Adha di Pangkalpinang

Sepekan menjelang lebaran Idul Adha, stok kambing dengan seharga Rp 3 juta ludes terjual

Tayang:
Penulis: Antoni Ramli | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangka Pos/Anthoni Ramli
Kandang milik Imam di Jalan R.E Martadinata, Opas Indah Pangkalpinang, Selasa (27/6/2023), 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hewan kurban kambing seharga Rp 3 juta per ekor paling diburu masyarakat. Bahkan pedagang hewan kurban kewalahan meladeni permintaan pelanggan.

Sepekan menjelang lebaran Idul Adha, stok kambing dengan seharga Rp 3 juta ludes terjual.

"Yang paling banyak dicari itu kambing yang harga tiga juta. Seminggu sebelum lebaran stok di kandang sudah habis. Kadang-kadang saya sampai nyari ke kandang kawan kawan," kata Imam, satu dari sejumlah pedagang hewan kurban di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Opas Pangkapinang, Selasa (27/6/2023).

Sampai saat ini, harga kambing seharga Rp 3 juta masih menjadi primadona. Hanya saja, stok di tingkat pedagang sangat minim.

Kendati terbilang minim, tahun lalu Imam masih bisa meladeni permintaan pembeli yang notabene menginginkan hewan kurban seharga Rp 3.000.000.

Sementara tahun ini, harga hewan kurban kambing bervariasi. Paling murah mulai dari Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta.

"Sampai sekarang masih banyak yang nyari kambing di angka tiga juta, cuma stoknya tidak ada. Kalau tahun kemarin H-3 saya masih bisa carikan sampai 50 ekor dari kandang kawan-kawan," kata Imam.

Tahun ini Imam tak mau mengambil resiko kerugian. Untuk itu, jumlah hewan kurban yang ia datangkan dari Lampung ala kadarnya. Bahkan untuk sapi, tahun ini hanya lima ekor. Itu saja, katanya masih tersisa satu ekor.

"Untuk kambing tidak sampai seratus, takut gak habis sedangkan modalnya sudah hampir setengah miliyar," kata Imam.

Rela Jual Rugi

Minimnya daya beli masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini membuat Imam putar otak dan tak mau mengambil resiko.

Sesekali, Imam terpaksa menjual hewan kurbannya di bawah harga modal. Langkah itu dirinya pilih untuk menghindari membengkaknya biaya operasional baik pakan dan perawatan.

"Tadi saya jual rugi, biar modal gak mandek dan biaya perawatannya tidak besar. Karena semakin lama di kandang otomatis biaya pakan dan perawatannya juga bertambah," kata Imam.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved