Tribunners
Memelihara Warisan Sejarah: Pelestarian Budaya dan Nilai Kesenian
Perlu adanya iktikad kuat dari pemerintah daerah untuk dapat memanfaatkan dan memberdayakan budaya dan kesenian daerah
Oleh: Putra Pratama Saputra - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung
WARISAN sejarah memiliki arti sebagai bukti peristiwa bermakna di masa lalu, terutama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Warisan berupa bangunan tua, monumen, museum, menara suar, benteng, prasasti, makam, situs, mitos, dan lain sebagainya tentunya dapat dimanfaatkan sebagai cagar budaya maupun kesenian. Beberapa dari bangunan dan benda yang masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik. Banyak unsur masyarakat menggunakannya sebagai media dan sumber belajar untuk mengenal Indonesia, terutama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tidak kalah menariknya apabila berbicara terkait kesenian, khususnya kesenian tradisional, terdapat potensi dan sumber daya dari pelaku seni, baik di tingkat sekolah maupun daerah. Bahkan sangat mungkin untuk dikembangkan lebih baik lagi sebagai persiapan di tingkat nasional. Demikian pula tuturan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Contohnya, kesenian tradisional Bangka Belitung juga memiliki keunggulan, seperti Sanggar Lawang Budaya, yang telah beberapa kali ikut tampil dan membersamai pada kegiatan di tingkat nasional.
Berbudaya dan merawat kesenian adalah salah satu indikator seorang manusia menghargai warisan sejarah yang masih bertahan hingga sekarang. Mengutip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terdapat beberapa cara untuk menghargai warisan tersebut, seperti merawat peninggalan sejarah dengan baik, menjaga kebersihan dan keindahan, melestarikan benda-benda agar tidak rusak, tidak mencoret-coret benda peninggalan sejarah, menjaga kebersihan dan integritasnya, mengikuti peraturan yang ada di tempat-tempat peninggalan sejarah, serta mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku.
Pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat secara umum turut berperan dalam melindungi dan mengembangkannya. Penting bagi masyarakat untuk tidak melupakan nilai-nilainya, baik dalam bentuk budaya maupun kesenian.
Hubungan sosial dan budaya antara etnis Tionghoa dan Melayu bisa dikatakan harmonis. Seiring perkembangan waktu, kedua etnis saling menghormati dalam mengekspresikan budaya, tradisi, serta kebiasaan mereka. Mereka memiliki kesempatan yang sama dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Meskipun terdapat perbedaan dalam gaya hidup dan pandangan dunia, masyarakat hidup secara damai dan berkolaborasi untuk menciptakan harmoni di tengah keragaman etnis. Terutama dalam menjaga dan merawat warisan budaya dan kesenian. Hal ini mungkin menjadi faktor yang mempererat hubungan antara etnis Tionghoa dan Melayu selama ini.
Di satu sisi, Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung begitu penting untuk diaktifkan kembali peran dan fungsinya. Hal ini mengingat pentingnya keberadaan kepengurusan dan program sebagai wadah bagi para seniman untuk merawat dan memajukan karya, budaya, seni, maupun tradisi yang selama ini diberitakan dan terdengar di telinga masyarakat. Tidak hanya untuk mempertahankan budaya dan kesenian daerah, namun juga sebagai media dan sumber belajar untuk mengenal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Perlindungan dan pengembangan terhadap budaya maupun kesenian harus dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan dukungan dari masyarakat secara umum. Sebagai masyarakat yang memiliki budaya, penting untuk menghargai dan menjaga warisan budaya dan kesenian yang masih ada agar tetap lestari. Jangan sampai masyarakat lupa bahwa warisan tersebut memiliki nilai sejarah yang membanggakan, khususnya budaya maupun kesenian tradisional.
Perlu adanya iktikad kuat dari pemerintah daerah untuk dapat memanfaatkan dan memberdayakan budaya dan kesenian daerah, serta dapat melibatkan pihak swasta, misalnya melalui CSR (corporate social responsibility) dalam pengelolaannya. Apabila tidak dilakukan demikian, sewaktu-waktu dikhawatirkan akan mengancam keberadaan budaya dan kesenian oleh globalisasi maupun modernisasi. Dijaga dan dipraktikkan kelestariannya untuk dapat diwariskan, baik bagi generasi saat ini maupun yang akan datang. Bahkan, apabila dikemas secara optimal, budaya dan kesenian daerah dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata andalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230127-Dosen-Sosiologi-Universitas-Bangka-Belitung-UBB-Putra-Pratama-Saputra.jpg)