Rabu, 22 April 2026

Kolesterol Naik Saat Lebaran Idul Adha, Cek Cara Menurunkannya

Olahraga penting diterapkan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tak perlu lama-lama, olahraga cukup dilakukan selama 150 menit

|
Editor: khamelia
Sajiansedap.grid.ID
Opor Ayam Kuning 

BANGKAPOS.COM - Sajian khas Lebaran begitu nikmat mulai dari opor, rendang, dan gulai kerap mengandung lemak dan kolesterol, sehingga menaikkan kadar kolesterol setelah Lebaran.

Dikutip dari Medline Plus, kolesterol yang terlalu banyak dalam darah dapat menempel di dinding arteri atau pembuluh nadi.

Akibatnya, akan mempersempit atau bahkan menyumbat aliran darah yang mengalir dari jantung ke seluruh tubuh.

Lantas, bagaimana cara menurunkan kolesterol pasca-Lebaran?

Cara menurunkan kolesterol

Perawatan yang tepat untuk kolesterol tinggi adalah perubahan gaya hidup serta obat-obatan.

Perubahan gaya hidup tersebut termasuk makan sehat, manajemen berat badan, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Berikut cara menurunkan kolesterol setelah hari raya:

1. Ganti pola makan sehat

Guna menurunkan kolesterol, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengganti pola makan menjadi lebih sehat.

Dilansir dari laman Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), usahakan untuk mengurangi makanan berlemak, terutama makanan mengandung lemak jenuh.

Kendati begitu, orang dengan kolesterol tinggi masih bisa mengonsumsi makanan berlemak sehat atau makanan mengandung lemak tak jenuh.

Cobalah untuk makan lebih banyak:

Ikan berminyak, seperti makarel dan salmon
Nasi merah atau roti gandum
Kacang-kacangan dan biji-bijian
Buah-buahan dan sayur-sayuran.

Selain itu, cobalah untuk makan lebih sedikit:

Sosis dan daging berlemak
Mentega, lemak babi, dan ghee
Krim dan keju keras seperti cheddar
Kue dan biskuit
Makanan yang mengandung minyak kelapa atau minyak sawit.

2. Perbanyak olahraga

Olahraga penting diterapkan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tak perlu lama-lama, olahraga cukup dilakukan selama 150 menit dalam satu minggu.

Beberapa jenis olahraga yang cocok untuk penderita kolesterol tinggi, yakni:

Berjalan
Renang
Bersepeda.
Bukan hanya tiga olahraga tersebut, orang dengan kolesterol tinggi juga bisa mengerjakan jenis olahraga lain yang disukai agar bisa lebih menikmati.

3. Berhenti merokok

Dikutip dari laman Mayo Clinic, berhenti merokok akan meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik dalam darah.

Kolesterol baik ini berfungsi untuk mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat lemak dan kolesterol.

Tercatat, dalam kurun waktu 20 menit setelah berhenti merokok, tekanan darah dan detak jantung akan pulih dari lonjakan akibat merokok.

Setelah tiga bulan berhenti merokok, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru akan mulai membaik.

Sementara itu, setahun setelah tidak merokok, kolesterol total akan turun dan risiko penyakit jantung pun akan berkurang.

4. Turunkan berat badan

Kelebihan beberapa kilogram dari berat badan ideal berkontribusi terhadap kolesterol tinggi. Untuk itu, sebisa mungkin orang dengan kolesterol tinggi perlu mencapai berat badan ideal.

Beberapa perubahan kecil dapat sangat membantu. Misalnya, apabila terbiasa minum minuman manis, cobalah ganti secara bertahap dengan air putih.

Apabila ingin minuman yang sedikit berasa, bisa menggantinya dengan teh atau kopi tanpa gula.

Konsumsi teh hijau juga bisa menjadi opsi baik. Selain dapat membantu menurunkan kolesterol, teh hijau juga tinggi antioksidan.

Minum teh hijau setidaknya secangkir setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan risiko serangan jantung hingga hampir 20 persen.

Untuk menurunkan berat badan, perbanyak pula aktivitas fisik, seperti memilih naik tangga daripada eskalator atau lift ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan.

5. Kurangi alkohol

Terlalu banyak konsumsi alkohol dapat memicu sejumlah masalah kesehatan serius, termasuk tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan stroke.

Oleh karenanya, jika memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, cobalah untuk menguranginya.

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang juga berkaitan dengan kadar kolesterol baik yang lebih tinggi.

Namun, ingatlah bahwa manfaat ini tidak cukup kuat bagi orang-orang yang sebelumnya memang tidak minum alkohol.

Jadi, minum alkohol dalam jumlah moderat sangat dianjurkan untuk menurunkan kadar kolesterol. Akan tetapi, memangkasnya atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali tentu jauh lebih baik.

Apabila perubahan gaya hidup tidak cukup, jalan satu-satunya untuk menurunkan kolesterol tinggi adalah dengan obat-obatan yang direkomendasikan dokter.

Dokter akan merekomendasikan obat untuk membantu menurunkan kolesterol, dan minumlah sesuai resep sembari tetap melanjutkan perubahan gaya hidup sehat.

Sebab, perubahan gaya hidup sehat dapat membantu penderita kolesterol tinggi mengonsumsi obat dalam dosis rendah.

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved