Sabtu, 25 April 2026

Gempa Bantul

Mbah Ponem Selamat saat Tembok Rumahnya Ambruk Diguncang Gempa Bantul

Mbah Ponem warga Bangen, Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, selamat saat gempa mengguncang rumahnya.

Editor: fitriadi
TribunJogja.com
Tembok rumah milik warga Dusun Bangen, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) roboh akibat gempa, Jumat (30/6/2023) malam. Seorang nenek selamat dari gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Bantul. 

BANGKAPOS.COM, BANTUL - Mbah Ponem hampir saja tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya yang ambruk saat gempa magnitudo 6,4 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (30/6/2023) malam.

Beruntung, perempuan berusia setengah baya itu selamat dari musibah.

Mbah Ponem keluar rumah ketika bangunan tempat tinggalnya mulai bergoyang akibat gempa.

Mbah Ponem merupakan warga Bangen, Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, duduk di luar rumah.

Banyak rumah hingga fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah hingga kantor pemerintahan rusak akibat gempa ini.

Bahkan akibat gempa ini juga menelan korban meninggal dunia seorang wanita berusia 67 tahun.

Korban meninggal dunia itu merupakan warga Wonodoro, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, DIY.

Beruntung Mbah Ponem selamat dari gempa ini padahal rumahnya ambruk rata dengan tanah.

Mbah Ponem tinggal sendirian di rumahnya.

Tapi ia berada tak jauh dari rumah anak dan cucu-cucunya.

Saat terjadi gempa pada pukul pukul 19.57 WIB, Mbah Ponem sedang duduk di luar rumahnya.

Sesaat setelah gempa terjadi, Mbah Ponem, mendengarkan suara tembok roboh.

Saat itulah Mbah Ponem mengetahui tembok rumah miliknya sepanjang sekitar 3 meter roboh akibat diguncang gempa.

Tembok yang roboh tersebut berada pada bagian dapur dari rumah Mbah Ponem.

Ketua RT 6 Dusung Bangen, Subardo, yang juga merupakan kerabat Mbah Ponem menceritakan kronologi wanita paruh baya itu selamat dari maut.

"Kebetulan mbah Ponem itu simbah saya."

"Tadi pas kejadian simbah sedang duduk diluar, begitu ada suara tembok jatuh langsung masuk ke dapur," kata Subardo,dikutip dari TribunJogja.com, Jumat malam.

Subardo mengatakan, Mbah Ponem selamat dan tak mengalami luka sedikit pun.

Namun, robohnya dinding milik Mbah Ponem membuat beberapa peralatan rumah tangga rusak termasuk kompor yang biasa digunakan.

"Untungnya gak ada yang luka, hanya peralatan dapur saja banyak yang rusak karena tertimpa reruntuhan," ungkapnya.

Gempa berkekuatan M 6,4 di Bantul ini terjadi pada pukul 19:57:41 WIB, Jumat (1/7/2023).

Pusat gempa berada di laut 94 km Barat Daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 12 km.

Gempa ini dirasakan sampai Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Akibat gempa, satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka.

Nenek Meninggal di Pangkuan Suami

Seorang nenek berusia 67 tahun, Sudirah, warga Wonodoro, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, DIY, meninggal dunia di pangkuan suaminya saat gempa mengguncang wilayah Bantul pada Jumat (30/6/2023) malam.

Nenek bernama Sudirah terkejut ketika rumahnya berguncang akibat gempa berkekuatan M 6,4.

Laporan ini disampaikan Plh BPBD DIY Danang Samsurizal melalui pesan tertulisnya.

"Sudah dikonfirmasi. Meninggal dunia satu inisial S, perempuan 67 tahun asal Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul," kata Danang, dikutip dari Tribunjogja.com, Jumat malam.

Panewu Bambanglipuro, Tri Manora menjelaskan, berdasarkan penuturan warga sekitar, saat terjadinya gempa wanita itu berada di dalam rumahnya bersama sang suami.

"Saat gempa mengguncang, sang suami berlari ke luar rumah. Namun sesaat kemudian, ia menyadari sang istri masih berada di dalam.

Diduga kaget saat hendak bangun dari tempat tidurnya, beliau akhirnya sedo (meninggal) di pangkuan sang suami," kata Tri Manora.

"Jadi secara efek langsung itu ( gempa) tidak, diketahui sebelumnya ada riwayat sakit," tambahnya.

Adapun di wilayah Bambanglipuro, Tri Manora mengatakan terdapat sejumlah kerusakan kecil seperti genteng melorot di Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro.

"Setelah kami cek hanya terjadi kerusakan kecil seperti genteng melorot di sekira 11 titik," jelasnya.

Bhabinkamtibmas Mulyodadi, Yanto membenarkan kabar meninggalkannya Sudirah.

"Tadi ada gempa, kaget sehingga beliau terkena serangan jantung. Dan akhirnya beliau meninggal," katanya dikutip dari video yang diunggah akun Twitter resmi Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Daerah Istimewa Yogyakarta @TRCBPBDDIY, dikutip Sabtu (1/7/2023).

Bedasarkan Data dirilis BNPB pada pukul 23.00 WIB, dilaporkan ada total rumah rusak sebanyak 93 unit dengan tingkat ringan hingga sedang.

Rincian rumah rusak di beberapa wilayah, sebagai berikut.

Sebaran di Provinsi Jateng, yaitu di Kabupaten Kebumen, rumah rusak ringan 8 unit dan rusak sedang 2 unit.

Kabupaten Magelang dan Tegal, rumah rusak masing-masing sebanyak 1 unit.

Sedangkan di Kabupaten Purbalingga tercatat rumah rusak 4 unit.

Sebaran di Provinsi Jatim, sementara teridentifikasi di Kabupaten Pacitan dengan total rumah rusak sebanyak 28 unit.

Di wilayah DIY, BPBD mencatat rumah rusak 30 unit di Kabupaten Bantul dan 19 di Kabupaten Gunung Kidul.

Selain tempat tinggal, dampak gempa juga menyasar fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, pemerintah, kesehatan maupun jaringan listrik.

Kerusakan ringan fasilitas ibadah sebanyak 1 unit dan jaringan listrik di Kebumen, Provinsi Jateng.

Sedangkan di DIY, sekolah rusak 1 unit dan fasilitas pemerintah 5 unit di Gunung Kidul, fasilitas pendidikan 1 unit di Bantul dan fasilitas kesehatan 1 unit di Kulon Progo.

Kerusakan di Kabupaten Pacitan, tercatat kantor rusak 4 unit dan sekolah 2 unit.

BNPB masih terus mendata jumlah rumah terdampak, baik di wilayah DIY, Jateng dan Jatim.

Penyebab Gempa Bumi

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan penyebab gempa yang mengguncang gempa di Bantul.

Ia mengatakan, gempa bumi di Bantul terjadi lantaran adanya aktivitas subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia," terang Daryono dalam kterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di Bantul memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

(TribunJogja.com/Iwan Al Khasni/Miftahul Huda) (Kompas.com/Alinda Hardianto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved