Berita Bangka Selatan
Dua SMP Negeri di Kabupaten Bangka Selatan Sepi Peminat
Masih terdapat dua SMP negeri yang kekurangan siswa, yakni SMP Negeri 3 Toboali dan SMP Negeri 1 Pulau Besar
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Tahun ajaran baru 2023/2024 telah dimulai sejak Senin (17/7) kemarin. Namun di Kabupaten Bangka Selatan masih terdapat beberapa sekolah negeri yang masih kekurangan siswa usai pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) ditutup beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Dwi Utomo mengatakan sejauh ini pihaknya yang masih melakukan rekapitulasi akhir jumlah peserta didik yang masuk ke jenjang SMP.
Dari rekapitulasi itu, masih terdapat dua SMP negeri yang kekurangan siswa. Terutama yang berada di dua kecamatan yang ada, yakni SMP Negeri 3 Toboali dan SMP Negeri 1 Pulau Besar.
“Untuk berapa jumlah siswa yang masuk SMP masih kita data. Tetapi, masih dua sekolah kuotanya belum terpenuhi, yakni SMP N 3 Toboali dan SMP N 1 Pulau Besar,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (18/7/2023).
Dwi Utomo memaparkan di SMP N 1 Pulau Besar kini baru terisi sebanyak 66 siswa dari kuota sebanyak 96 siswa atau dengan tiga rombongan belajar (Rombel). Sesuai standar pelayanan minimal (SPM) per Rombel yakni sebanyak 32 siswa.
Sementara di SMP N 3 Toboali dari lima rombel yang disediakan baru terisi sebanyak dua rombel saja. Artinya, baru sekitar 64 siswa yang bersekolah di satuan pendidikan itu.
Dari total kuota yang disediakan sebanyak 160 orang. Meskipun wilayah zonasi diperluas, ternyata belum mampu memenuhi kuota yang disediakan pihak sekolah.
“Kalau SMP N 3 Toboali ini mulai dari tahun 2022 kemarin, kuotanya memang selalu kurang. Karena memang lulusan SD-nya yang kurang. Sehingga kuota SMP tidak terpenuhi,” jelas Dwi Utomo.
Di samping itu lanjut dia, pada tahun 2023 ini terdapat sebanyak 3.811 peserta didik yang lulus dari jenjang SD. Sementara kuota untuk masuk SMP se-Kabupaten Bangka Selatan disediakan sebanyak 3.456 orang. Kuota itu hanya disediakan untuk SMP Negeri saja, tidak termasuk SMP swasta.
Untuk total SMP di Kabupaten Bangka Selatan terdata sebanyak 39 sekolah. Rinciannya sebanyak 30 SMP negeri dan sembilan SMP swasta yang tersebar di delapan Kecamatan. Pada tahun ini pula jumlah SMP swasta juga bertambah sebanyak dua sekolah.
“Jumlah SMP swasta di Bangka Selatan bertambah dua sekolah tahun ini. Di mana dua SMP swasta itu belum ada lulusannya,” ungkapnya.
Kendati begitu kata Dwi Utomo, permasalahan kekurangan kuota tersebut telah pihaknya serahkan kepada sekolah masing-masing. Terutama untuk menjaring para pelajar yang putus sekolah di wilayahnya. Selain itu juga melakukan inovasi lain untuk menarik siswa agar mau sekolah di SMP tersebut.
Baik melalui kegiatan ekstrakurikuler, maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Dinas Pendidikan memastikan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah di Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini sebagaimana selaras dengan program Bupati.
“Kita serahkan kepada pihak sekolah untuk memenuhi kuota tersebut, mereka nanti ada program ayo sekolah lagi. Seandainya ada anak-anak lulusan SD minat belajarnya kurang, kita usahakan untuk sekolah menarik anak tersebut untuk kembali bersekolah. Biasanya dapat dua sampai tiga orang,” pungkas Dwi Utomo.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230718-Dwi-Utomo.jpg)