Sejarah
Sejarah Program Kuliah Kerja Nyata KKN, Bertujuan sebagai Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat
,Program KKN ternyata mulai dilaksanakan sejak tahun akademik 1971/1972. Mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari lintas jurusan. Sehingga...
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM -- Belakangan marak beredar pemberitaan miring tentang program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diterapkan oleh kampus-kampus di Indonesia.
Di antaranya pengusiran warga terhadap mahasiswa KKN yang dinilai tidak memberikan dampak positif atas kehadiran mereka di tengah lingkungan tersebut.
Padahal, seperti yang diketahui mahasiswa ini memang sengaja diterjunkan untuk berinteraksi langsung ke masyarakat sebagai bentuk pengabdian mereka.
Mengutip dari laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), disebutkan bahwa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian aktivitas pendidikan sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Mengutip dari itjen.kemdikbud.go.id, KKN memiliki sejumlah manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat itu sendiri, di antaranya:
- Meningkatkan Kepedulian Sosial
- Menerapkan Ilmu di dalam masyarakat
- Mengembangkan diri
- Menumbuhkan Kreativitas Masyarakat
- Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
- Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Desa
Sejarah Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Dikutip dari berbagai sumber, program KKN ternyata mulai dilaksanakan sejak tahun akademik 1971/1972.
Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memilih Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanudin, dan Universitas Andalas sebagai kampus perintis kegiatan pengabdian masyarakat.
Hasil proyek dan evaluasi pengabdian masyarakat tersebut kemudian dipresentasikan di depan Rektor Universitas dan Institut Negeri pada Maret 1972.
Hasilnya, Direktur Pendidikan Tinggi kemudian meminta 13 universitas dari 13 provinsi untuk melakukan program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari lintas jurusan. Sehingga, dalam satu kelompok berisi rekan-rekan yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda.
Kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan program kerja yang sudah dirancang oleh tim kelompok dan telah disepakati oleh dosen pengampu dan juga pihak desa.
Biasanya, setiap individu atau mahasiswa akan mendapat tugasnya masing-masing yang dibagi berdasarkan kebutuhan program kerja.
Sebelum kamu tinggal di desa untuk KKN, biasanya mahasiswa diharuskan untuk survey lokasi KKN.
Hal ini bertujuan agar mahasiswa tersebut mengetahui lingkungan yang akan mereka tempati untuk beberapa waktu dan untuk mendapatkan izin dari pejabat desa.
Selain itu, survei lokasi ini juga bertujuan mencari tempat tinggal, hingga mengobservasi apa saja potensi yang bisa dibuat program kerja.
Setiap kelompok akan dibimbing oleh dosen pengampu sehingga mahasiswa bisa mendiskusikan program kerja tersebut bersama dosen dan pejabat desa.
Jika semua persiapan sudah matang, maka mahasiswa tersebut akan siap tinggal di desa selama 1 sampai 2 bulan untuk pengabdian masyarakat.
Setiap daerah tentu memiliki adat dan peraturannya masing-masing.
Sebagai orang luar yang sedang ‘menumpang’ di desa lain, alangkah baiknya menjaga sikap dan perkataan agar tidak mengganggu dan membuat warga asli daerah tersebut tidak nyaman.
Laksanakan program kerja yang sudah dibuat dengan maksimal dan sepenuh hati.
Sehingga saat Anda kembali ke kampus dan meninggalkan desa tersebut, ada kesan yang sangat mendalam yang Anda dan teman-teman tinggalkan.
Program kerja yang dilaksanakan dengan sungguh-sunggu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan memuaskan.
Tentu rasa bangga karena pengabdian yang telah dilakukan tidak akan berujung sia-sia.
Kini hampir semua kampus negeri maupun swasta mewajibkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN.
Bahkan KKN masuk dalam bobot mata kuliah.
Mahasiswa KKN UNRAM di Usir Warga, Imbas dari Sebut Tak Ada Gadis Cantik di Desa
Kasus pengusiran mahasiswa KKN dari desa kembali terjadi.
Kali ini terjadi di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mahasiswa KKN ini diusir imbas dari video yang dibuatnya.
Mahasiswa KKN yang diusir warga itu adalah mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM).
Pengusiran mahasiswa KKN UNRAM terjadi lantaran beredarnya video viral salah satu mahasiswa KKN yang menyebut tak ada gadis cantik di Desa Kayangan tempat mereka melakukan KKN.
Sontak saja hal tersebut membuat sakit hati warga setempat.
Dilansir Tribun Medan, ucapan mahasiswa KKN UNRAM tersebut menyebut di Desa Kayangan tak ada yang cantik tersebut viral usai di posting di insta story milik salah satu mahasiswa KKN tersebut.
"Kita bikin mi. Belum ada jadi mi kita. Di telepon sama pak ... Hee adek adek jam 2 ke rumah saya ya. Padahal acaranya setengah 4. Biar kenapa?,"
"Susah ya jadi kembang desa di sini. Anak Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya," ujar salah satu mahasiswi dalam video viral itu.
Instagram story tersebut sontak membuat warganet geram dan kini story itu viral di media sosial.
Salah satu akun yang membagikan video viral tersebut adalah akun Instagram @majeliskopi08.
"Berawal dari story Instagram salah seorang peserta KKN Universitas Mataram (Unram) inisial NWAP bikin heboh warga Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang menyebut anak Kayangan tak ada yang cantik-cantik," isi narasi dalam keterangan unggahan itu.
Dalam video lainnya memperlihatkan posko KKN UNRAM ramai digeruduk oleh warga.
Terlihat mahasiswa KKN bernisial AP menyampaikan permohonan maaf langsung di hadapan warga.
Usai meminta maaf, AP beserta rombongan mahasiswa KKN UNRAM lalu meninggalkan desa Kayangan.
Sekelompok mahasiswa KKN diusir warga tersebut meninggalkan desa menggunakan mobil sembari diteriaki banyak warga.
“Dadah, selamat-selamat sampai rumah guys, jadi pelajaran ya,” ucap salah satu warga yang merekam video.
Setelah video tersebut viral, mahasiswi berinisial AP tersebut lalu membuat video klarifikasi permintaan maaf.
Bangkapos.com/Fitri Wahyuni/Serambinews.com/Amirullah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230725-KKN.jpg)