Minggu, 10 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Waspada Penyakit Antraks pada Sapi, Bisa Menular ke Manusia, Lebih Bahaya dari PMK dan LSD

Antraks pada sapi menjadi hal yang lebih menakutkan dibanding virus PMK dan LSD

Tayang:
Kompas
Ilustrasi sapi mati terjangkit antraks 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyakit antraks pada sapi menjadi hal yang lebih menakutkan dibanding virus PMK dan LSD.

Beruntung, hingga saat ini Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Bangka Belitung secara umum masih dinyatakan bebas antraks.

Subkordinator Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, drh. Rahmawati menyebutkan bahwa memang saat ini belum ada kasus ataupun laporan gejala-gejala adanya penyakit antraks.

"Makanya kalau di kita tidak terlalu heboh karena memang tidak ada," ucap Rahmawati, Jumat (28/7/2023).

Dia menceritakan, awal mula terjadinya antraks ini di daerah Bogor bertahun-tahun lalu yang saat itu kasus antraks memang banyak.

Lalu, karena populasi di Bogor cukup banyak, akhirnya sapi-sapi yang terindikasi antraks itu menyebar ke seluruh pulau Jawa.

"Kalau di Pulau Sumatera itu jarang ada kasus antraks," katanya.

Rahma menjelaskan, hal itu lantaran antraks ini berbeda dengan PMK dan LSD. Jika PMK dan LSD, hari ini kena infeksi, besoknya baru sakit dan berminggu-minggu kemudian baru bisa sembuh ataupun mati.

Sedangkan kalau antraks, jika hari ini terinfeksi, besoknya kemungkinan besar akan mati.

"Antraks ini kan dari bakteri, bukan virus seperti PMK dan LSD. Jadi yang berbahayanya itu spora-nya," terangnya.

Lanjut dia, spora tersebut jika menginfeksi hewan yang sehat, kebanyakan langsung mati mendadak dan keluar darah dari semua lubang yang ada di tubuh seperti mata, hidung, telinga, kemaluan dan anus.

Oleh karena itu, apabila ada sapi yang mati mendadak dan terindikasi antraks, harus segera dikubur.

"Jadi dagingnya enggak boleh dibuka. Karena kalau dibuka dan keluar darah yang mengandung spora, di darahnya itu lah yang banyak bakterinya dan kemudian bisa menyebar," tuturnya.

Mengerikannya lagi, spora tersebut bisa menular ke manusia karena pada dasarnya antraks ini adalah penyakit zoononis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

"Dan itu bisa menyebabkan manusia meninggal dunia, apalagi jika spora antraks tersebut terhirup dan masuk ke saluran pernafasan. Kalau ke kulit, dia cuma bikin kayak luka-luka dan bopeng-bopeng gitu," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved