Rabu, 3 Juni 2026

Bangka Pos Hari Ini

Gas Melon Langka dan Mahal, Warg Belitung Timur Beralih ke Kayu Bakar

Siang itu, asap tampak mengepul dari rumah milik Bunga (42) warga Kecamatan Manggar, Belitung Timur (Beltim).

Tayang:
Editor: nurhayati
dok/PT Pertamina
Tabung gas Elpiji 3 kilogram. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Siang itu, asap tampak mengepul dari rumah milik Bunga (42) warga Kecamatan Manggar, Belitung Timur (Beltim).

Bukan sedang terjadi kebakaran. Namun, ibu ru-
mah tangga ini memang memasak pakai kayu bakar, sehingga dari bagian dapur rumahnya berkebul mengeluarkan asap dari pembakaran kayu.

Meski Sudah Antre 3 Jam Bunga yang tergolong warga kurang mampu, memang memutuskan untuk memasak pakai kayu bakar.

Penyebabnya, karena di Manggar dua pekan terakhir sedang langka gas elpiji kemasan tabung 3 kg atau yang populer dengan sebutan gas melon.

Sedangkan gas melon di rumahnya sudah habis terpakai. Jalan keluar yang terlintas dalam pikiran Bunga adadalah pakai kayu bakar.

Ini dilakukannya agara tetap memasak makanan untuk suami dan anak-anaknya.

Kata Bunga, kalau menunggu gas 3 kg ada,maka keluarganya bisa-bisa tidak makan.

“Masak ayam goreng, karena gas sudah habis jadi masaknya pakai cara zaman dulu, menggunakan kayu api. Susah sih, tapi daripada tidak makan,” keluh Bunga kepada Pos Belitung, Jumat (28/7/2023).

Bunga mengaku, sebenarnya dia memiliki Brizzi LPG Card, kartu uang elektronik yang digunakan sebagai alat pembayaran untyk pembelian subsidi elpiji 3 kg yang disubsidi.

Namun, kata Bunga penggunaan kartu itu sudah tidak berlaku lagi.

Saat dia di pangkalan ternyata, diminta KTP dan KK sebagai syarat pembelian gas melon.

“Saya akhirnya balik ke rumah ambil KTP dan KK, eh pas sampai ke pangkalan lagi sudah habis gas melonnnya,” tukas Bunga.

Bupati sidak

Menanggapi kelanggkaan gas melon, Bupati Belitung Timur, Burhanudin bersama jajaran meninjau sejumlah pangkalan gas 3 kg di Manggar, Jumat (28/7/2023).

Peninjauan dilakukan bersama pihak Pertamina Belitung.

Burhanudin menegaskan setiap pangkalan sudah diberikan jatah atau kuota.

Di mana kuotanya sudah disesuaikan dengan jumlah penerima yang terdata berdasarkan kepemilikan kartu kontrol LPG yang dikeluarkan pemerintah.

“Karena itu saya imbau ke masyarakat laporkan oknum penyelundup yang memanipulasi ataupun penyalahgunaan gas melon. Masyarakat bisa laporkan disertai dengan bukti-bukti. Identitas pelapor kami jamin aman,” tegasnya.

Untuk nomor pengaduan penyalahgunaan, penyelundupan, ataupun manipulasi gas melon oleh oknum tidak bertanggungjawab, masyarakat bisa langsung melapor ke nomor: 087864270208.

Lanjut Burhanudin, pi-hak Pertamina sudah menambah stok elpiji 3 kg sebanyak dua kali lipat, sehingga seharusnya tidak ada lagi kelangkaan.

“Pemerintah lewat Kabag Ekbang akan terus dipantau terkait masalah gas ini. jadi masyarakat Beltim harap tenang dan sabar, semoga bisa cepat terselesaikan. Karena masalah gas ini juga bukan hanya terjadi di Beltim, tapi seluruh Indonesia,” ujarnya.

Stok aman

Sementara Pertamina memastikan stok elpiji 3 kg di Belitung Timur aman. Ini karena sudah ditambah kuota dua kali lipat mulai 27 Juli 2023 kemarin.

Sales Area Manager Pertamina Bangka Belitung, Adeka Sangtraga Hitapriya menyatakan penambahan ini akan dilakukan bertahap.

Dia beralasan mereka membutuhkan waktu untuk penambahan tersebut disebar ke seluruh pangkalan.

“Namun kami pastikan bahwa kontinuitas penyaluran akan dipantau ketat. Kami ajak masyarakat juga agar ikut mengawasi pangkalan, jika ada hal mencurigakan silakan lapor ke 135 dan akan kami cek,” kata Adeka saat mendampingi Bupati Beltim Burhanudin sidak di salah satu pangkalan di Manggar, Jumat (28/7/2023).

Pernyataan itu juga menjadi jawaban atas aduan sejumlah pangkalan yang menyebut penambahan kuota elpiji 3 kg belum terjadi di pangkalan hingga kini. Di mana sebelumnya datang 100 tabung menjadi hanya 50 tabung saja.

Adeka menegaskan akan menjalankan fungsi pembinaan semaksimal mungkin untuk memastikan distribusi gas melon ke masyarakat tepat sasaran.

“Semoga segera bisa dilakukan percepatan normalisasinya. Kami imbau ke masyarakat juga agar tidak panic buying dan tidak perlu memborong atau ketakutan habis,” harapnya.

Lanjut Adeka, Pertamina akan bekerja sama dengan pangkalan supaya menjual gas non subsidi agar masyarakat ada pilihan jika gas elpiji tidak tersedia.

“Masyarakat yang mampu silakan membeli elpiji non subsidi. Jika pemakaian lebih dari sembilan tabung sebulan, artinya mampu dan harus memakai gas non subsidi,” ucap Adeka.

Kuota ditambah

Kelanggkaan gas melon juga masih terjadi di Kabupaten Belitung. Berdasarkan pantauan Pos Belitung,Jumat (28/7/2023) antrean gas bersubsidi ini masih terjadi di pangkalan gas yang menyalurkan gas 3 kg kepada masyarakat.

Menanggapi kondisi ini,Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan belum mengetahui pasti penyebab

terjadinya kesulitanmasyarakat mendapatkan gas subsidi.

“Aku tidak tahu, belumd apat informasi kenapa terhalang padahal pengisianya di Juru Seberang. Apa karena kuota kurang atau kapal terhalang masuk, belum ada konfirmasi,” ujarnya kepada Pos Belitung, Jumat (28/7/2023).

Ia menjelaskan jika karena kekurangan kuota,nharusnya kuota gas bersubsidi terus ditambah. Apalagi jumlah penduduk terus bertambah.

Bila perlu, lanjut Sanem, jumlah kuota gas elpiji 3 kilogram harusnya ditambah sama halnya dengan jumlah pernikahan setiap bulan.

“Sebetulnya makin hari bukan berkurang, harusnya makin bertambah seperti jumlah penduduk. Menghitung yang menikah per bulan saja banyak, harusnya bertambah kuotanya,” ujarnya.

(s1/del) (s1/del)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved