Tribunners
Rekam Jejak Pemimpin
Bukan saatnya memilih kucing dalam karung sebagaimana pameo lama yang masih aktual untuk kita. Saatnya kita cerdas dalam memilih
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
REKAM jejak? Diksi rekam jejak menjadi narasi pembicaraan ketika seseorang hendak menjadi pemimpin, baik pemimpin organisasi, daerah, bahkan pemimpin sebuah negara.
Rekam jejak (track record) adalah semua hal yang seseorang atau organisasi telah lakukan di masa lalu, yang menunjukkan seberapa baik mereka dalam melakukan pekerjaan, mengatasi masalah, dan sebagainya.
Rekam jejak menjadi amat penting, bahkan teramat sangat kardinal bagi masyarakat untuk melihat dan mengetahui apa yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya saat memimpin. Apalagi ketika seseorang itu diamanahkan menjadi pemimpin.
Tak heran bila ada bahkan banyak publik kecewa dan sangat kecewa saat mengetahui rekam jejak pemimpin yang mengemban amanah tidak sesuai, bahkan tidak memiliki track record yang terbukti moncer dalam memimpin. Rekam jejak begitu menjadi istimewa bagi publik untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya sebelumnya saat memimpin. Seseorang yang tidak pernah bahkan belum pernah memimpin sebuah organisasi tentu akan membahayakan sebuah organisasi itu sendiri. Apalagi bila organisasi itu menyangkut kebijakan untuk publik. Bukan solusi terbaik yang didapatkan warga masyarakat, namun justru kegaduhan yang ditimbulkan.
Pemimpin dengan track record yang baik dan sudah terbiasa dalam memimpin organisasi, tentu mampu merumuskan langkah terbaik yang berujung pada terproduksinya sebuah jalan keluar yang baik untuk publik dan hajat hidup orang banyak. Pemimpin dengan rekam jejak yang istimewa dan sudah terbukti dalam memimpin organisasi, tentu mampu melahirkan keputusan yang membahagiakan publik.
Tak heran bila publik kadang dibuat kecewa bahkan sangat miris dengan kebijakan yang dibuat pemimpin yang terkesan merugikan publik. Kita sebagai warga kadang kala hanya terdiam lesu saat menyaksikan kebijakan yang diputuskan seorang pemimpin untuk publik. Sebagai bagian dari warga masyarakat, kita hanya tertunduk lesu menyaksikan keputusan seorang pemimpin untuk publik.
Sementara itu di narasi, pemimpin itu mempersonifikasikan dirinya sebagai orang hebat. Orang yang sangat dibutuhkan publik. Orang pintar bahkan orang yang peduli terhadap publik dan kebermajuan pembangunan.
Terkadang pemimpin tidak memahami bahwa publik di era yang serba teknologi ini tahu dengan rekam jejaknya. Pemimpin seakan-akan kurang mengetahui bahwa publik di era serba digital ini sangat paham tentang rekam jejaknya. Tinggal berselancar di dunia maya saja, jejak digital pun diperoleh.
Track record pemimpin memang harus menjadi panglima penting bagi kita dalam memilih seorang pemimpin. Salah dalam memilih pemimpin tentunya akan merugikan kita sebagai warga masyarakat. Apalagi bila rentang durasi waktunya lama hingga 5 tahun seperti pilkada dan pilpres.
Nukleusnya rekam jejak pemimpin itu sangat penting, bahkan teramat urgensi dalam memilih seorang pemimpin. Rekam jejak seorang pemimpin itu harus kita baca sehingga kita mengetahui secara pasti dan riil kapasitasnya.
Bukan saatnya memilih kucing dalam karung sebagaimana pameo lama yang masih aktual untuk kita. Saatnya kita cerdas dalam memilih. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230624_Rusmin-Sopian-Penulis-yang-Tinggal-di-Toboali.jpg)