Tribunners

Merdeka untuk Kesejahteraan

Kemerdekaan bukan hanya langkah awal membangun kemanusiaan yang beradab, tetapi juga mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

MENURUT KBBI, kemerdekaan bermakna keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan. Lahirnya bangsa Indonesia secara de facto ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan RI oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta. Sejak itulah kita, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Sejajar dengan negara lainnya.

Apalagi kemerdekaan bangsa Indonesia diakui negara lainnya seperti Mesir, Irak, dan Arab Saudi. Tak heran bila dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa. Indonesia sangat anti terhadap penjajahan. Penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi ini.

Bagi bangsa Indonesia, kemerdekaan adalah perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang berdiam dari Sabang hingga Merauke. Hanya lewat kemerdekaan bangsa Indonesia akan sejahtera. Lewat kemerdekaan rakyat Indonesia akan sejahtera.

Nilai-nilai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia adalah memerdekakan rakyatnya dari belenggu kemiskinan dan menuju kesejahteraan. Itu adalah tekad bangsa ini untuk merdeka. Rakyat harus sejahtera. Rakyat harus bahagia.
Dan pemimpin yang dipilih rakyat wajib mengimplementasikan kesejahteraan untuk rakyat yang mengamanatkan mandat kekuasaan kepada dirinya. Bukan sebaliknya, mengeksploitasi mandat publik untuk kepentingan pribadinya dan keluarga serta kelompoknya. Narasi itu bukan hakikat kemerdekaan yang dicita-citakan pendiri bangsa ini.

Perilaku itu sangat kontradiksi dengan semangat yang diperjuangkan para pahlawan bangsa Indonesia saat meraih kemerdekaan bangsa tercinta ini. Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah mewujudkan impian masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan.

Guru bangsa Gus Dur dengan lantang menjelaskan tentang hakikat kemerdekaan yang dipotret secara historis lalu dikontekstualisasikan dengan perkembangan zaman sehingga bersifat reflektif. Kemerdekaan bukan hanya langkah awal membangun kemanusiaan yang beradab, tetapi juga mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial, baik dalam skala nasional maupun global.

Pada sisi lain kemerdekaan melahirkan nilai-nilai yang berbalut tentang karakter bangsa ini yang ksatria. Nilai-nilai karakter bangsa Indonesia itulah yang sepertinya sekarang sudah mulai pudar dari sebagian generasi bangsa saat ini. Mereka sudah mulai melupakan karakter mulia warisan para pahlawannya, lupa bagaimana cara mengisi dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya.

Oleh sebab itu pada bulan Agustus ini adalah momen yang sangat tepat untuk menginternalisasi kembali nilai-nilai dan karakter bangsa sesuai harapan para pahlawan pendiri bangsa. Sejatinya bulan Agustus adalah momentum refleksi bagi semua komponen bangsa untuk kembali merevitalisasi diri sesuai kapasitas diri dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara. Sudah waktunya kita kembali ke fitrah memaknai kemerdekaan yang hakiki dengan menjadikan keteladanan diri dan moral sebagai bagian kardinal untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini ke depan.

Keteladanan moral adalah bagian penting dari elemen bangsa. Apalagi bagi mereka yang mengemban amanah sebagai pemimpin yang diamanatkan publik. Bukan justru mengeksploitasi amanah dari publik untuk menunjukkan sikap arogan dan sok berkuasa. Apalagi kita pahami kekuasaan itu memiliki batas waktu, tidak seumur hidup. Banyak orang yang diberikan amanah publik sebagai pemimpin namun tidak bisa menjawab amanah publik dengan baik, malahan berujung kepada umpatan dari publik.

Kemerdekaan bukan hanya langkah awal membangun kemanusiaan yang beradab, tetapi juga mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial, baik dalam skala nasional maupun global. Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah untuk menyejahterakan rakyat Indonesia yang berdiam diri dari Miangas hingga Pulau Rote. Itulah makna hakiki kemerdekaan bagi kita, masyarakat Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia! (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved