Berita Pangkalpinang
Prihatin Aksi Premanisme Marak Terjadi, Fitra Wijaya Minta APH dan Pemerintah Cepat Atasi
Pangkalpinang kini menjadi tidak aman dan nyaman, setelah aksi premanisme di Semabung.
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pangkalpinang kini menjadi tidak aman dan nyaman, setelah aksi premanisme di Semabung dan pertikaian pelajar di kawasan Dealova Pangkalpinang, termasuk pengeroyokan di Sungaiselan.
Anggota Komisi III DPRD Bangka Belitung Fitra Wijaya prihatin, melihat kondisi kejahatan di Bangka Belitung khusus berkaitan dengan aksi premanisme dilakukan oleh kalangan pelajar.
"Tentu kami sangat prihatin dengan kondisi kejahatan di sejumlah daerah di Bangka Belitung. Terutama di Pangkalpinang diduga adanya geng motor dan pengeroyokan di Sungaiselan yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia," kata Anggota Komisi III DPRD Bangka Belitung, Fitra Wijaya, kepada Bangkapos.com, Selasa (22/8/2023) di kantor DPRD Bangka Belitung.
Baca juga: Geng Motor Bikin Ulah di Pangkalpinang, Wali Kota Kesal Aksi Premanisme Bikin Tidak Aman
Baca juga: Duduki Tahura Bukit Mangkol Secara Tidak Sah, Acun Bos Akuarium Dituntut 1 Tahun 6 Bulan
Tentunya, dikatakan politikus Gerindra ini, persoalan ini harus menjadi perhatian semua kalangan.
Termasuk dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, bersikap dan merespon ini.
"Peristiwa ini tentu harus ditangani dengan baik sehingga masyarakat tidak khawatir, dan masyarakat Babel ingin hidup, tenang, aman dan nyaman," kata Fitra.
Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi saat ini, peran media sosial dapat mempengaruhi prilaku anak. Sehingga harus dilakukan pengawasan di lingkungan keluarga khususnya.
"Tentu di era digital dan terbuka saat ini pengaruh media sosial susah untuk dibendung. Sehingga pengawasan orangtua terhadap anaknya sangat dibutuhkan. Ini dalam upaya mengawasi dan memberikan pendidikan secara dini terkait penggunaan media sosial," kata Fitra.
Lebih jauh, Fitra meminta ke orangtua harus aktif mengawasi prilaku anaknya di rumah maupun ketika keluar rumah.
"Jangan sampai anak-anak kita dibiarkan pulang larut malam, lalu berkumpul -kumpul, sehingga memicu terjadi tindakan kriminalitas seperti saat ini. Tentu harus kita antisipasi," pesannya.
Baca juga: Kronologi Warga OKI Sumsel Hilang di Laut Usai Kejar Perahu Hanyut Terseret Ombak di Bangka Selatan
Baca juga: Atlet Tenis Meja Bangka Borong Tiga Medali Emas di Hari Pertama Poprov VI Bangka Belitung
Fitra juga menyarankan, pemberlakuan kembali jam malam dan mengaktifkan pos ronda untuk mencegah aksi premanisme terjadi di setiap daerah.
"Tentu pemerintah, memeliki kewenangan untuk mengatur masyarakatnya, melalui kebijakan yang dapat mencegah tindakan premanisme dan kriminalitas. Seperti misalnya memberlakukan jam malam dan mengaktifkan kembali pos ronda atau pos malam di setiap desa atau kelurahan," saran Fitra.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230822-fitra.jpg)