Jumat, 10 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Tambah Armada Pengangkutan Sampah

Pengadaan armada angkutan sampah ini merupakan upaya tindak lanjut dari pada keluhan masyarakat terkait penanganan sampah

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda ketika menyerahkan berita acara satu unit mobil pikap untuk Satgas Sampah, Jumat (25/8/2023). Dengan begitu armada pengangkutan sampah di Kota Toboali menjadi 11 unit. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung kembali menambah jumlah armada angkutan sampah. Langkah itu diambil untuk mendukung program kebersihan, khususnya di Kota Toboali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi mengatakan pihaknya kini menambah satu unit armada pengangkut sampah tambahan. Berupa satu unit mobil pick up yang merupakan pengadaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023. Rencananya mobil itu dikhususkan bagi satuan tugas (Satgas) sampah.

“Alhamdulillah kami di tahun ini ada pengadaan satu unit mobil baru untuk satgas sampah. Ini guna meningkatkan pelayanan bidang kebersihan” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (25/8/2023).

Agung memaparkan, pengadaan armada angkutan sampah ini merupakan upaya tindak lanjut dari pada keluhan masyarakat terkait penanganan sampah.

Nantinya operasional mobil itu akan menyesuaikan jalur pengangkutan sampah, yang dinilai kurang memadai karena volume sampah yang cukup tinggi. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan gang dan tidak dapat terakomodasi angkutan sampah.

Lantaran mobil truk pengangkut sampah tak dapat masuk ke lokasi itu, disebabkan jalan yang sempit. Begitu pula dari segi sarana dan prasarana sejauh ini belum memadai dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada. Untuk itu, dengan penambahan mobil satgas sampah ini diharapkan aduan masyarakat dapat segera tertangani.

“Kami ada tim admin satgas sampah, mereka akan menerima aduan dari masyarakat. Misalnya saja ada gang-gang yang tidak terlayani oleh truk sampah. Maka mobil satgas kami akan masuk ke daerah itu untuk mengambil sampah tersebut,” jelas Agung.

Di samping itu lanjut dia, saat ini DLH baru memiliki sebanyak 11 unit armada pengangkut sampah. Terdiri dari sembilan unit mobil truk, satu unit truk amrol atau merupakan kendaraan untuk mengangkut sampah dari bak sampah yang berbentuk kontainer serta satu unit mobil pikap Satgas. Dari jumlah itu tidak semuanya kondisi kendaraan bagus.

Semua kendaraan itu melayani angkutan sampah dalam Kota Toboali. Terutama dengan rute Jalan Jenderal Sudirman. Sementara volume sampah diangkut mencapai 19-25 ton perhari. Didominasi sampah rumah tangga yang belum berbentuk residu. Lantaran masyarakat belum sadar untuk melakukan pemilahan.

“Kita ada 11 unit kendaraan pengangkut sampah, kondisi pun belum semua bagus,” ucapnya.

Oleh karena itu Agung berharap penambahan armada mampu mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS). Apalagi jika dukung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditetapkan.

Sebab volume sampah cukup tinggi belum sebanding dengan armada pengangkut sampah dari TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ssemoga penambahan armada ini dapat membantu mengatasi masalah sampah. Terlebih mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah di beberapa wilayah di Kota Toboali,” pungkas Agung. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved