Minggu, 19 April 2026

Berita Bangka Selatan

Jelang Masa Panen, Petani Padi di Bangka Selatan Diminta Waspada Hama Blas

Penyakit blas di dalam dunia pertanian sering disebut dengan penyakit bercak daun pada tanaman padi

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ribuan hektare sawah siap panen di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (4/9/2023). Dalam setahun produksi padi di kawasan itu dapat mencapai 18.000 ton padi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengendalikan dan mengantisipasi serangan hama menjelang masa panen padi. Terutama hama penyakit blas atau lebih dikenal dengan nama potong leher pada fase generatif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan menjelang masa panen hama blas kerap menyerang tanaman padi milik petani. Sebab itu pihaknya mulai gencar melakukan langkah antisipasi. Caranya dengan mengoptimalkan kinerja para penyuluh pertanian.

“Permasalahannya adalah bagaimana kita melakukan pengendalian hama itu secara terpadu. Jadi kita mengoptimalkan peran penyuluh pertanian,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (4/9/2023).

Risvandika memaparkan, penyakit blas di dalam dunia pertanian sering disebut dengan penyakit bercak daun pada tanaman padi. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan pyricularia grisea atau dikenal juga dengan nama pyricularia oryzae. Selain daun penyakit ini juga menyerang pelepah, batang dan bulir padi.

Tak hanya itu, penyakit blas banyak menyerang tanaman padi darat atau gogo, namun kini penyakit blas juga menyerang tanaman padi sawah. Oleh karena itu, penyakit blas ini sangat ditakuti para petani menjelang masa panen. Sebab, hama tersebut kerap membuat padi bisa gagal panen, akibatnya petani bisa merugi.

“Penyakit potong leher sebenarnya memang menjadi satu masalah bagi petani, karena bisa mengakibatkan gagal panen,” jelas Risvandika.

Di samping itu lanjut dia, guna mengantisipasi gagal panen para petani sudah diberikan arahan melalui penyuluh pertanian. Supaya mereka dapat melakukan penyemprotan insektisida dan fungisida untuk mengendalikan hama. Di mana potong leher merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat.

Maka untuk mengendalikan hama itu perlu penyemprotan secara serentak. Tak sampai di situ, pihaknya beberapa waktu lalu sudah menyelenggarakan sekolah  pembuatan racun organik untuk menanggulangi penyakit blas tersebut. Setidaknya sebanyak 40 orang petani mengikuti pelatihan itu.

“Hama potong leher harus diantisipasi secara bersama, karena hama ini tidak bisa dikendalikan secara sepihak ataupun secara sendiri-sendiri. Harus secara serentak, pengendalian hama itu harus dimulai dari mulai kita pengolahan lahan sampai dengan sebelum dan pasca panen,” bebernya.

Kendati demikian kata Risvandika, DPPP meminta para petani padi supaya tidak khawatir dan cemas terkait hama potong leher pada padi.

Pemerintah akan berupaya melakukan berbagai cara, terutama melakukan kerjasama dan koordinasi dengan pihak Provinsi Bangka Belitung dalam mengatasi permasalahan hama.

“Kita bersama-sama membasmi hama. Bagaimana mencarikan solusi yang terbaik bagi para petani padi yang ada di Bangka Selatan ini. Supaya hasil produksi padi bisa meningkat,” pungkas Risvandika. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved