Berita Sungailiat
BNNK Bangka Beri Penyuluhan Terkait Kenakalan Remaja
Kegiatan digelar dalam upaya pengawasan terhadap para remaja dilingkungan agar tidak salah pergaulan
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka melaksanakan kegiatan sosialisai bahaya narkotika bertempat di Kantor Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Sabtu (00/09/2023).
Kegiatan digelar dalam upaya pengawasan terhadap para remaja dilingkungan agar tidak salah pergaulan.
"BNNK Bangka mengisi materi pada kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Kenakalan Remaja di Desa Cit " kata M. Manfaluthfi Riyadi Humas BNNK Bangka.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Desa Cit. Turut hadir Plt Kepala Desa Cit Deden Sudarmani dan Babinkantibmas Desa Cit Indra A.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Anak Bangsa Pangkalpinang.
Peni Januarti, Kepala BNNK Bangka memberikan penjelasan terkait kondisi Bangsa Indonesia yang sedang dalam Darurat Narkoba. Sehingga perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat.
"Indonesia masih dalam keadaan darurat narkoba harus menjadi perhatian kita semua agar generasi muda kita bisa terbebas dari jerat narkoba," kata Peni Januarti
Indonesia dapat dikatakan sedang darurat narkoba karena beberapa hal yaitu kondisi geografis.
Indonesia yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan masuk di seluruh wilayah Indonesia.
Kemudian peredaran narkotika bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak.
Demografis yang sangat besar juga menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba. Selanjutnya modus operandi dan variasi jenis narkoba yang terus berkembang.
Terakhir narkoba sebagai mesin pembunuh massal (Silent Killer) yang merusak manusia terutama fungsi kerja otak, fisik, dan emosi.
Dalam materinya menjelaskan bahwa strategi dalam menanggulangi permasalahan narkoba yaitu dengan Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach, dan kerja sama baik domestik, regional dan juga internasional.
"Yang harus kita ingat bahwa 3 pilihan seorang penyalahguna narkoba yaitu Rumah Sakit, Penjara, atau Kuburan ," kata Peni Januarti.
Peni Januarti menambahkan remaja harus memiliki ketahanan diri terhadap narkotika. Sebagai masyarakat harus peka terhadap lingkungan.
"Jika ada teman atau keluarga yang menyalahgunakan narkoba diharapkan masyarakat dapat berinisiatif untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib seperti unit IPWL terdekat seperti puskesmas, Bhabinkantibmas, Babinsa ataupun langsung ke BNN," kata Peni Januarti.
(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230910-Desa-Cit.jpg)