Berita Pangkalpinang
Uniknya Sumur Militer, Sumber Air Puluhan Rumah Warga yang Tak Pernah Kering
Sumur unik itu masih menjadi sumber air andalan bagi puluhan rumah di sekitar kawasan itu, meski di tengah musim kemarau
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suara nyaring puluhan mesin pompa air yang saling bersautan, terdengar dari area sumur yang terletak di RT 01, Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang atau belakang Polresta Pangkalpinang.
Puluhan pipa paralon juga nampak berhimpitan mengarah ke lubang yang sama, yakni sumur berair jernih dengan kedalaman kurang lebih 5 meter.
Saat masuk puncak musim kemarau seperti saat ini, biasanya membuat banyak sumur mengering, tetapi itu tidak terjadi di sumber air yang diberi nama warga sekitar Sumur Militer ini.
Sumur unik itu masih menjadi sumber air andalan bagi puluhan rumah di sekitar kawasan itu, meski di tengah musim kemarau.
Satu di antara warga yang tinggal di sebelah sumur militer, Mujiono (62) mengatakan sumur tua ini diperkirakan sudah ada sejak zaman penjajahan atau jauh sebelum dia lahir.
"Saya lahir tahun 1962, sumur ini sudah ada. Kalau cerita yang dulu-dulu ini dibuat tentara dulu, makanya disebut sumur militer," ujar Mujiono pada Bangkapos.com, Senin (11/9/2023).
Sebagai pria paruh baya yang lahir dan tumbuh besar berdampingan dengan sumur tersebut, Mujiono juga menceritakan jika sumur tersebut belum pernah kering meski kemarau panjang sekalipun.
"Tidak pernah kering, dari dulu sampai sekarang. Paling menyusut volum airnya saja, jadi mesin pompa air itu gantian menyedot airnya, tapi kalau kering sama sekali belum pernah," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, saat ini ada sekitar tiga puluhan rumah yang bergantung pada sumber air itu untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk dikonsumsi ataupun untuk kebutuhan lainnya.
"Sebelumnya malah ada lima puluhan (rumah) lebih yang ambil dari sumur ini. Sekarang kan banyak yang pakai sumur bor. Tapi ya itu, kalau air mereka kurang ambil dari sini juga" sebutnya.
Menurut kisah yang pernah Mujiono dengar waktu kecil, sumur ini masih mempunyai satu aliran dengan sumur yang berada di kawasan PT Timah dan Taman Sari yang juga dikenal tak pernah mengering.
"Kalau cerita orang dulu-dulu seperti itu, masih satu urat (aliran) dengan dua sumur itu. Sama kan, tidak pernah kering juga. Di dalam itu juga batu cadas yang sangat keras, cuma sampingnya batu gunung. Waktu saya kecil, anak-anak pernah ikut turun waktu itu," tukasnya
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230911-Puluhan-pipa-paralon-dan-pompa-air.jpg)