Tribunners

Penerus Peradaban, AI, dan Dampaknya

Penggunaan AI yang tidak terkontrol bagi generasi penerus tentu menjadi bumerang tersendiri bagi ranah pendidikan Tanah Air

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Ridwan Mahendra, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta 

Oleh: Ridwan Mahendra, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta

DI dalam heningnya malam, ada cahaya bintang yang bersinar begitu terang. Seperti halnya kehidupan, terkadang kita juga melewati masa-masa yang gelap. Namun, janganlah berkecil hati, karena setelah kegelapan selalu ada matahari terbit yang akan menerangi jalan kita. Percayalah, kehidupan selalu menyimpan keajaiban di balik setiap tantangan. Dan pada suatu hari nanti, saat bunga-bunga mekar dan langit cerah, hati kita akan penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.

Siapa yang mengira bahwa paragraf di atas tulisan saya? Paragraf di atas merupakan buah karya dari kecerdasan buatan atau yang kita kenal dengan artificial intelligence (AI). Tulisan dengan hasil yang sangat indah tatkala hanya membutuhkan beberapa detik saja dengan kata kunci "buatkan saya kata-kata indah!" di salah satu pencarian produk AI. Sangat menakjubkan, terlebih bagi insan akademisi yang membutuhkan sebuah jawaban dari apa yang dibutuhkannya.

Akan tetapi, jika kita menelisik lebih jauh, tulisan dalam paragraf pertama tersebut tidaklah sempurna. Salah satu kesalahan di atas terdapat adanya sebuah konjungsi dan yang digunakan tidak sesuai dengan tempatnya. Konjungsi dan semestinya tidak boleh digunakan dalam laras penulisan apa pun, termasuk penggunaan dan yang idealnya tidak menjadi kata pertama setelah tanda titik dan seharusnya diganti dengan kata lain.

Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya AI di kalangan generasi penerus peradaban (pelajar) mulai dimanfaatkan dengan baik dalam pembelajaran sehari-hari. Pelajar Tanah Air memanfaatkannya dalam berbagai kesempatan untuk "membantu" mengerjakan tugas-tugas yang dibutuhkan. Namun, penggunaan AI yang berlebihan mengakibatkan berbagai hal, di antaranya kecenderungan dan kurang memanfaatkan kecerdasan alami (bakat) dalam memecahkan suatu hal dalam pendidikan.

Peran Guru

Guru berperan penting dalam mengembangkan potensi generasi peradaban yang unggul, berkompeten, dan berintegritas. Guru sebagai pendidik harus mampu memahami dan mengarahkan siswa-siswinya dalam meningkatkan sikap, nilai, moral, dan mendukung prestasi peserta didik dengan maksimal.

Guru sebagai role model bagi generasi penerus harus dapat melakukan langkah efektif dalam penggunaan AI bagi siswa-siswinya. Penggunaan AI yang tidak terkontrol tentu menjadi bumerang tersendiri dan berdampak bagi dunia pendidikan kita.

Pertama, selama kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas, guru berperan penting dalam membatasi siswa dalam penggunaan media AI, hal tersebut dilakukan guna mempertahankan muruah seorang guru tetap terpancarkan melalui pembelajaran yang efektif dan siswa memaksimalkan kecerdasan alami dalam memantapkan potensi yang berada dalam dirinya.

Kedua, guru memberikan pedoman terhadap anak didiknya bahwa penggunaan AI yang mencakup hal-hal yang boleh digunakan, cara penggunaan AI dengan etika yang baik, dan menghindari penggunaan AI untuk tindakan yang negatif seperti kecurangan dan plagiat.

Ketiga, guru berperan penting dalam mendorong generasi penerus untuk menjadi insan yang kritis dalam penggunaan AI. Penggunaan AI sebagai salah satu media pembelajaran tentu tak melulu bahwa dalam AI selalu benar dan guru harus mampu memberikan pedoman bahwa AI sebatas alat dan utamanya tentu interaksi antarinsan.

Dengan demikian, bahwa generasi penerus peradaban sudah selayaknya menggunakan AI dengan sebijak mungkin. Penggunaan AI yang tidak terkontrol bagi generasi penerus tentu menjadi bumerang tersendiri bagi ranah pendidikan Tanah Air. Hal yang diperlukan dalam penggunaan AI tentu dapat membatasi hal-hal yang berdampak negatif bagi kehidupan bangsa ini. Sebaliknya, penggunaan kecerdasan alami dengan maksimal dan mengoptimalkan potensi dalam diri generasi penerus peradaban dapat menjadikan pelajar kita menjadi insan yang unggul, kritis, dan memiliki akhlak yang baik bagi kehidupan bangsa di masa kini dan masa mendatang. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved