Berita Bangka Selatan
Antisipasi DBD, Pemkab Bangka Selatan Libatkan Masyarakat Lakukan PSN
Slamet Wahidin mengungkapkan, peran serta masyarakat dalam pemberasan sarang nyamuk atau PSN sangat diperlukan.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus diberdayakan. Terutama untuk dapat bersama-sama mencegah penyebaran penyakit berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan tingginya masyarakat yang terserang DBD selama dua bulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengungkapkan, peran serta masyarakat dalam pemberasan sarang nyamuk atau PSN sangat diperlukan. Pasalnya PSN masih menjadi langkah efektif untuk mencegah penularan DBD dibandingkan dengan fogging alias pengasapan.
Begitu pula penanganan DBD ini harus dilakukan mulai hulu sampai hilir. Serta diperlukan kerjasama dan sinergi seluruh pihak baik masyarakat, pemerintah, sampai dengan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.
“Pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus saling terpadu bekerjasama. Maka dari itu kita mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (26/9/2023).
Menurut Slamet, untuk mencegah munculnya sarang nyamuk Aedes Aegypti dimulai dari langkah antisipasi. Baik dimulai diri sendiri dan lingkungan rumah tangga. Caranya, tidak membiarkan ada sarang-sarang nyamuk di lingkungan rumah dan mengurangi adanya genangan air.
Oleh karenanya pentingnya mengoptimalkan PSN, karena sesungguhnya yang terbaik tidak dengan fogging. Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak akan mati. Maka pencegahan perkembangbiakan nyamuk melalui PSN lebih utama.
“Upaya edukasi warga jadi poin penting. Sekarang ini transformasi kesehatan itu ke arah pencegahan,” jelas Slamet.
Di sisi lain sambung dia, masyarakat perlu memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya PSN. Edukasi tepat mengenai cara mengenali, mencegah, dan menghancurkan sarang nyamuk menjadi langkah awal krusial. Juga pembersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air hingga melaporkan kasus dan wilayah rawan itu penting.
Dengan melaporkan dapat membantu mengidentifikasi wabah potensial dan mengambil langkah pencegahan diperlukan. Begitu pula penggunaan kelambu dan insektisida saat tidur untuk membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk. Masyarakat juga dapat memberikan edukasi kepada lingkungan keluarganya untuk menerapkan PSN.
“Selama masih ada jentik nyamuk aedes aegypti DBD akan sulit untuk dibasmi. Maka kami menggandeng kelurahan dan pemerintah desa mengedukasi warga untuk gotong-royong membersihkan lingkungan masing-masing,” paparnya.
Sejauh ini kata Slamet, juru pemantau jentik (Jumantik) telah dikerahkan di setiap RT. Selain itu dengan mengajak masyarakat menerapkan perilaku 3M Plus. Yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk. Sembari melakukan edukasi tanda-tanda seseorang terserang DBD agar tak salah penanganan.
“Kita sampaikan juga penyebab DBD-nya seperti apa, kemudian tanda gejalanya. Serta poin-poin penting bagi orangtua jika anaknya demam. Apakah terkena DBD atau demam biasa,” sebut Slamet. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Slamet-Wahidin-saat-memberikan-edukasi.jpg)