Doa

Amalan dan Doa Malam Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya

Amalan dan doa malam Maulid Nabi Muhammad SAW menurut Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya.

Penulis: Widodo | Editor: Widodo
YouTube TAMAN SURGA. NET
Amalan dan doa malam Maulid Nabi Muhammad SAW menurut Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya. 

BANGKAPOS.COM -- Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Banyak amalan yang dilakukan oleh umat Islam pada saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seperti dua amalan yang diterangkan Ustaz Abdul Somad dilansir Bangkapos.com di kanal YouTube Taman Surga.

Menurut Ustadz Abdul Somad dua amalan ini merupakan amalan yang paling utama diantara amalan-amalan yang lain.

Shalawat

Pertama yaitu Shalawat, menurut Ustaz Abdul Somad Shalawat itu penting, ibadah apapun yang kita lakukan bisa jadi tidak sah dan tidak diterima oleh Allah SWT, tanpa membaca Shalawat.

"Orang yang bersholawat dengan diam maupun bersuara itu sama saja," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad menyampaikan ada 4 bacaan yang harus dibaca supaya doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Yaitu Audzubillah (ta'awudz), Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat, kemudian dilanjutkan membaca doa.

"Siapa yang bershalawat kepada-Ku (Allah SWT) satu kali, maka Allah SWT akan memberikan sepuluh kebaikan, anaknya baik-baik, negerinya baik-baik, badannya baik-baik, semua kebaikan akan diberikan," tegas Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad melanjutkan bahwa dengan bershalawat dan bersedekah merupakan cara yang paling tepat untuk melengkapi ibadah, apalagi dalam masa maulid Nabi SAW.

"Dengan shalawat, Nabi memohonkan ampun kepada Allah SWT bagi umatnya, dijauhkan juga sama Allah dari malapetaka," katanya.

Berikut sejumlah sholawat Nabi yang bisa diamalkan sebanyak-banyaknya dilansirdari TribunKaltim.co.

1. Sholawat Ibrahimiyah

Biasa dibaca saat tahiyat akhir dalam sholat.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad kama shallaita 'ala ibrahim wa 'ala ali ibrahim wa baarik 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad kama baarakta 'ala ibrahim wa 'ala ali ibrahim fil 'alamiina innaka hamiidun majiid

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

2. Sholawat Jibril

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

Shalallaahu ‘ala Muhammad

"(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad."

3. Sholawat Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ. وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ . وَالهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ . صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Arab latin

Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca 'shirātikal mustaqīm'). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.

Terjemahan: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.

4. Sholawat Munjiyat

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ

وَتَقْضِيْ لَنَابِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ

وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ

مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin

sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati

wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati

wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati

min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati

Terjemahan "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati."

5. Sholawat Tibbil Qulub

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا

وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا

وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allohumm sholli 'ala sayyidina Muhammadin, tibbil quluubi wa dawaa-iha
wa 'aafiyatil abdaani wa syifa-iha, wa nuuril abshoori wa dliyaa-iha
wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallim."

Terjemahan: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada baginda kami Nabi Muhammad yang menjadi obat dan penyembuhan hati, penyehat dan penyelamat badan, cahaya dan sinar penglihatan, dan limpahkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan berilah kesejahteraan."

Sholat Berjamaah

Amalan yang kedua yang dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad yaitu sholat berjamaah.

Menurut UAS Nabi Muhammad SAW itu hidupnya sangat sederhana, tetapi banyak sekali warisan-warisan yang ditinggalkan oleh Nabi.

"Nabi itu hidupnya sangat sederhana. Lantainya tanah, Nabi bukan kaya raya, Nabi duitnya banyak, hartanya banyak, tapi dia hidupnya sederhana.

Oleh sebab itu, warisan Nabi mana? Ini masjid adalah warisan Nabi," tutur Ustaz Abdul Somad.

Dalam video di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 25 November 2016 silam, Buya Yahya menjelaskan amalan yang dilakukan umat muslim pada Maulid Nabi.

Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya menyampaikan beberapa amalan yang dianjurkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Buya Yahya menjelaskan bahwa momen Maulid Nabi Muhammad SAW sebaiknya disambut dengan suka cita oleh umat Muslim.

Buya Yahya mennyebutkan seluruh jamaah meniatkan diri untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran nabi Muhammad SAW.

"Lintaskan di hati Anda, Anda akan selamatan untuk Rasulullah.

Bersyukur untuk Rasulullah dengan memotong ayam mengundang tetangga atau hanya gorengan telur tidak apa-apa yang penting harus terlintas di benak Anda untuk nersyukur bergembira atas lahirnya Nabi Muhammad SAW," sebut Buya Yahya dalam ceramah singkatnya.

Buya Yahya menambahkan hendaknya umat Muslim bersukacita atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sukacita dapat dilakukan dengan niat untuk mengadakan syukuran atau selamatan atas Maulid Nabi Muhammad SAW.

Buya Yahya mengungkapkan bahwa umat Muslim boleh melaksanakan selamatan di rumah, di kampung, maupun di masjid dengan makanan apa pun yang dimiliki.

"Untuk Rasulullah agar semakin suburnya cintanya Anda pada Nabi Muhammad SAW," katanya.

"Bagi anda yang fakir, sisihkan uang sedikit untuk membeli ayam dan masak kirim kepada tetangga kalau tidak berani menundang mereka," lanjutnya.

Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang boleh bersyukur atas Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berapa pun harta yang dimiliki, asalkan telah diniatkan dalam hatinya untuk Rasulullah SAW.

Selain mengadakan selamatan atau syukuran, Buya Yahya mengungkapkan hal lain yang dianjurkan bagi umat Muslim di bulan Maulid, yaitu membaca sholawat nabi.

Buya Yahya menambahkan, kita sebagai umat muslim juga membacakan sholawat kepada nabi sebanyak-banyaknya.

Tidak hanya pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW saja, tetapi di hari biasa umat muslim juga dianjurkan untuk membacakan sholawat nabi.

"Sholawat nabi tidak hanya pada Maulid Nabi, tetapi ini menjadi bulan pelajaran karena lahirnya Nabi Muhammad di Bulan Maulid," jelasnya.

Sholawat tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan kita kepada Rasulullah SAW dan bukti cinta umat Muslim terhadab nabinya.

(Bangkapos.com/Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved