Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Ada Program Rabu Tanpa Beras dan Terigu

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang ada program Rabu tanpa beras dan terigu atau (BT)

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat ini harga beras mengalami kenaikan signifikan. Padahal mayoritas penduduk Indonesia mengandalkan nasi sebagai makanan pokok dan mengkonsumsinya secara rutin setiap hari.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan pemerintah telah berusaha untuk menjaga stok beras di dalam negeri.

Namun, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada beras sebagai makanan pokok tapi juga makanan sumber karbohidrat lainnya seperti umbi-umbian dan lain-lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go menyebut pihaknya tak meminta secara langsung masyarakat untuk beralih konsumsi umbi-umbian.

Hanya saja kata Mie Go, pihaknya bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang ada program Rabu tanpa beras dan terigu atau (BT).

"Untuk menganjurkan secara langsung tidak, tapi kami Pemerintah Kota Pangkalpinang lebih memberi contoh. Kami ada program Rabu tanpa BT yakni setiap hari Rabu kami tidak konsumsi beras dan terigu," ujar Mie Go kepada Bangkapos.com, Senin (9/10/2023).

Diakuinya, dengan demikian secara tidak langsung ketergantungan dengan beras sedikit bisa dikurangi.

"Jadi Rabu tanpa beras dan terigu itu kita makannya, jagung, talas, kentang, ubi jalar dan sukun sebagai alternatif pengganti beras. Kue-kes setiap acara kita itu dari talas," tuturnya.

"Alhamdulillah program ini sudah kami jalankan dan ini adalah antisipasi kita dalam mengurangi konsumsi beras. Kita juga ada pembinaan untuk kelompok wanita tani (KWT)," tambahnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved