Selasa, 26 Mei 2026

Pilpres 2024

Program 3 Capres-Cawapres di Bidang Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan

Berikut ini adalah program-program ketiga pasangan capres-cawapres menuju kontestasi politik Pilpres 2024, khususnya dalam bidang ekonomi....

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Kolase Bangkapos.com / Tribun
Berikut Program 3 Capres-Cawapres di Bidang Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan 

BANGKAPOS.COM -- Jelas sudah siapa saja yang akan maju sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Mereka adalah pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Anies Baswedan-Cak Imin, dan Prabowo Subianto-Gibran.

Ketiga pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) ini sudah mendaftarkan diri mereka ke KPU.

Mereka juga sudah mulai menebar janji-janji politik menuju Pilpres 2024 mendatang.

Program-program demi kemaslahatan bangsa pun sudah mereka rancang, yakni di bidang ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Berikut ini adalah program-program ketiga pasangan capres-cawapres menuju kontestasi politik Pilpres 2024, khususnya dalam bidang ekonomi.

Anies-Muhaimin (AMIN)

Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, mengaku akan memberikan perubahan di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk menyejahterakan petani. 

Pasalnya, kata Anies, pemerintah belum serius dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Ini terlihat dari tingginya harga bahan pokok di pasaran, tetapi petani tak menikmati hasilnya karena masih dibayar dengan harga rendah.

Perubahan itu akan ia lakukan jika ia terpilih menjadi presiden nanti.

Hal itu diungkapkan Anies dalam safari politik di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (29/9/2023).

"Bagaimana selama 78 tahun kita merdeka, kondisi petani kita terkalahkan, terpinggirkan dan banyak yang pra sejahtera."

"Di sisi lain, kita yang di kota beli produk mereka dengan harga yang tinggi."

"Namun harga tinggi itu tidak sampai ke petani, harga tinggi itu tak membuat petani kita sejahtera," kata Anies.

Sementara itu, pasangannya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berencana akan membenahi ekonomi rakyat Indonesia.

Adapun caranya dengan memberantas kemiskinan masyarakat dan membuka peluang lapangan kerja yang banyak.

Sehingga, pengangguran di Indonesia dapat berkurang dan ekonoi masyarakat bisa stabil.

"Ekonomi harus kita benahi, pengangguran tidak besar semoga hilang, kemiskinan dan pemerataan," kata Cak Imin dalam sambutannya, saat menghadiri pertemuan forum komunikasi relawan Anies, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2023).

Ganjar-Mahfud

Dalam bidang ketahanan pangan, Ganjar Pranowo mengungkap ide dan gagasannya yang ingin mewujudkan kedaulatan pangan.

Ganjar akan menjadikan pangan sebagai supremasi kepemimpinan Indonesia di kancah dunia.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat acara Rakernas IV PDIP di JIExpo, Jumat (29/9/2023).

"Kita harus mewujudkan kedaulatan pangan, pangan harus jadikan supremasi kepemimpinan Indonesia di kancah dunia," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, kedaulatan pangan tidak bisa terjadi begitu saja.

Butuh peran serta pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi negara swasembada pangan.

"Negara harus menjadikan petani dan nelayan sebagai tuan di negerinya sendiri. Kita harus jadikan sawah sebagai hamparan kesejahteraan dan laut sebagai hamparan kemakmuran," ujar Ganjar.

Adapun caranya dengan menggenjot riset dan teknologi di bidang pertanian dan perikanan.

"Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perguruan tinggi harus dilibatkan untuk mewujudkan inovasi di dua bidang itu. Sudah banyak inovasi yang ada saat ini, namun kita harus terus optimalkan itu," jelas Ganjar.

Pengelolaan pangan lanjut Ganjar harus dilakukan dengan baik dari hulu ke hilir.

Selain mengembangkan inovasi teknologi dan modernisasi, pemenuhan sarana prasarana pertanian dan perikanan juga menjadi penting.

Upskilling serta pemberian bantuan, insentif dan sarana lain juga harus tepat sasaran.

"Politik pangan ini sangat penting. Apabila kita bisa meningkatkan sektor pangan untuk kesejahteraan rakyat, maka kita bisa membawa Indonesia jaya, berdikari dan berdaulat."

"Dengan berpihak pada petani dan nelayan, maka kita bisa mempercepat untuk berdikari di bidang pangan," tegas Ganjar.

Politikus PDIP itu juga rencananya akan melakukan kolaborasi antara industri dengan lembaga riset dan pendidikan.

Nantinya para periset akan diarahkan untuk memikirkan kemajuan pangan, digital, dan energi.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat menjadi pembicara di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (17/10/2023), bersama Perhimpunan Periset Indonesia (PPI).

"Karena kami harapkan riset ini menjadi sesuatu atau bahkan menjadi dasar untuk para pelaku melakukan evaluasi dan tentu saja kolaborasi industri lembaga pendidikan dan riset," kata Ganjar dikutip dari WartaKotalive.com.

Menurutnya, Indonesia mesti memiliki pangan dengan gizi yang tinggi dan seimbang.

Kemudian, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan persoalan, termasuk mendigitalisasi pelayanan publik yang dikelola oleh pemerintah.

"Pangannya bergizi tinggi seimbang, kami bicara hulu sampai hilir produktivitas bagaimana cara mengelola sampai dengan hilir, digital intelegence (kecerdasan buatan) yang bisa banyak menyelesaikan persoalan termasuk mendigitalisasi pemerintahan dan pelayanan publik sehingga bisa mudah, murah dan cepat, dan transisi oleh energi yang baru ini orang-orang marah karena polusi," jelas Ganjar.

Dalam kesempatan lain, Ganjar juga ikut menyuarakan job creation atau penciptaan lapangan kerja guna menjaring SDM.

Hal itu ia sampaikan saat bertemu 200 pengusaha di Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

Prabowo-Gibran

Capres dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, mengungkap janjinya akan membawa Indonesia menjadi negara yang mencapai swasembada pangan, energi, dan air.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh tergantung dengan bangsa lain, khususnya soal pangan.

Kedaulatan pangan inilah yang membuat kini harga pangan mulai semakin merangkak naik.

Karena itu, Ia pun mempertanyakan pihak yang justru menyerang proyek food estate pemerintah.

"Kenapa harga pangan naik? karena ini. Tapi masih ada tokoh-tokoh yang menyerang untuk apa food estate. Nggak paham. Kita harus mandiri di bidang pangan, harus mandiri di bidang BBM, dan harus mandiri di bidang air," kata Prabowo.

Ia pun bertekad, jika dirinya berkesempatan diberikan mandat oleh rakyat Indonesia, dirinya pasti akan memperjuangkan swasembada pangan untuk kemajuan bangsa.

"Bahkan insyaAllah, manakala kita diberi mandat, kesempatan oleh rakyat, insyaAllah kita bukan saja swasembada pangan, kita akan jadi lumbung pangan untuk dunia," kata Prabowo.

Pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan akan menawarkan program Dana Abadi Pesantren sebagaimana mandat dari Undang-undang No.18/2019.

Selain itu, pasangan ini juga akan memberikan kredit start-up bagi generasi milenial yang hendak merintis bisnis yang berbasis inovasi dan teknologi.

Program ini melengkapi program pembiayaan yang selama ini digelontorkan pemerintah.

Mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit PNM Mekaar, Wakaf Mikro, dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Janji lain yang ditawarkan yakni hilirisasi industri untuk komoditas pertambangan, pertanian, dan perikanan serta ekonomi hijau.

(Bangkapos.com/Fitri) (Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Adi Suhendi/Ilham Rian Pratama/Rifqah/Sri Juliati)(WartaKotaLive/Yolanda Putri Dewanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved