Tribunners
Pemilih Cerdas Antisuap
Strategi jitu untuk mengajak masyarakat tidak golput dan antisuap dalam pemilihan umum adalah dengan cara menyosialisasikan dampak negatif dari suap
Oleh: Abdul Hadi Robby - Alumnus FISIP Universitas Bangka Belitung
PEMILIHAN umum (pemilu) merupakan sebuah sarana untuk mewujudkan demokrasi di negara ini. Sebab, melalui pemilu, masyarakat bisa mengeluarkan suara atau hak pilih mereka dalam menentukan kepala pemerintahan di Indonesia.
Pemilihan legislatif, pilpres, dan pilkada secara langsung telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan demokrasi. Pemilu secara langsung merupakan sebuah produk kebijakan negara yang menjadi momentum politik besar yang saat ini dinilai dan diharapkan oleh pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia sebagai pilihan dan jalan yang tepat untuk menuju demokrasi daerah. Hal ini seiring dengan salah satu tujuan reformasi, yaitu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis dan hanya bisa dicapai dengan mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.
Pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan umum legislatif (DPR, DPD, dan DPRD) di Indonesia sudah di depan mata. Pelaksanaan pemilu yang akan berlangsung ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat dalam menentukan pemimpinnya. Masyarakat tentu mempunyai sebuah harapan besar terhadap presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif yang terpilih nanti agar bisa menjalankan amanat suci dari rakyat dengan baik sehingga kesejahteraan dapat terealisasikan.
Kendati demikian, menjelang pesta demokrasi ini terdapat beberapa permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Pada saat mendekati pemilihan, terkadang ada oknum yang menggunakan strategi atau cara kotor yang dilarang dan melanggar peraturan dalam memenangkan dan mengambil hati masyarakat, di antaranya dengan memberi suap kepada rakyat agar mau memilih mereka pada saat pemilihan.
Permasalahan lain yang biasanya terjadi pada saat pemilihan adalah banyaknya warga yang golput. Golongan putih (golput) ini adalah suatu tindakan untuk tidak menggunakan hak suaranya pada saat pemilu dengan berbagai faktor dan alasan. Biasanya golput dilakukan dengan tiga cara, yang pertama memberikan suara kosong (tidak mengisi sama sekali), yang kedua memberikan suara yang tidak valid ( menusuk lebih dari satu gambar partai/ kandidat), dan yang ketiga tidak datang ke bilik suara (TPS).
Perlu diketahui, golput memang merupakan hak bagi setiap warga negara. Namun, golput juga bukanlah tindakan yang bertanggung jawab karena hal itu menunjukkan sikap ketidakpedulian terhadap nasib bangsa sendiri. Selain itu, golput juga dapat mengakibatkan kualitas demokrasi dan partisipasi publik menjadi menurun.
Untuk itu, saya mengajak semua masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dengan cara meningkatkan partisipasi dalam pemilihan umum dengan tindakan antisuap dan tidak golput. Ingatlah, suatu pemerintahan harus terbentuk berdasarkan ketentuan hukum dan konstitusi sehingga dapat dikatakan memiliki legalitas.
Karena itu, pemerintah harus legitimate. Artinya, di samping legal harus dipercaya rakyat. Setiap pemerintahan yang demokratis dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, eksekutif, dan legislatif didasarkan pada hasil pemilihan umum yang demokratis. Jadi golput bukan solusi untuk menciptakan perubahan ke arah lebih baik bagi bangsa ini.
Buanglah jauh-jauh pikiran untuk menerima suap dan golput, namun tanamkanlah pikiran yang bersih untuk berpartisipasi dalam menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin rakyat. Sisihkanlah sedikit waktu untuk hadir ke TPS untuk memberikan suara karena satu suara saja sangat berpengaruh dan sangat penting bagi calon pemimpin dan keberlangsungan kehidupan kita ke depannya. Pilihlah pemimpin berdasarkan hati nurani dengan melihat kualitas dan track record-nya selama ia berkecimpung dalam dunia politik.
Sebagai masyarakat, kita harus memberikan kepercayaan dan dukungan penuh terhadap siapa pun presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif (DPD, DPR, dan DPRD) yang terpilih nanti. Karena ini adalah hasil pilihan bersama dari pemilihan umum. Dengan adanya rasa percaya dan dukungan dari masyarakat akan membuat pemerintah dan seluruh jajarannya menjadi semangat dalam membuat kebijakan yang dapat menyejahterakan rakyat.
Strategi jitu untuk mengajak masyarakat tidak golput dan antisuap dalam pemilihan umum adalah dengan cara menyosialisasikan dampak negatif dari menerima suap dan golput dengan menyosialisasikan akan pentingnya partisipasi dalam pemilu. Adapun hal lain yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan cara menepati dan merealisasikan semua janji-janji yang pernah dijanjikan, karena pada dasarnya menerima suap dan golput terjadi sebagai wujud dari kekecewaan masyarakat terhadap janji-janji politik yang tidak pernah direalisasikan.
Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus saling percaya dan mendukung demi terjalin dan terbentuknya kehidupan sosial budaya yang makin baik. Adapun saat ini yang perlu kita dukung dan sukseskan bersama adalah pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif di Indonesia. Ingat, pemilih cerdas adalah pemilih yang selalu berpartisipasi dalam pemilu dan tentunya antisuap dan tidak golput. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231112_Abdul-Hadi-Robby-Alumnus-FISIP-UBB.jpg)