Tribunners
Haru di Hari Guru
Menjadi seorang guru sangatlah terharu apabila anak didiknya menjadi orang yang berhasil.
Oleh: Ridwan Mahendra, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta
DIGUGU lan ditiru. Itulah sepenggalan pepatah Jawa yang masih melekat pada sosok seorang guru. Dengan guru, sosok jasanyalah yang menjadikan generasi penerus menjadi “sosok manusia” seutuhnya.
Tanggal 25 November menjadi hari spesial bagi seorang pahlawan tanpa tanda jasa, yaitu guru. Hari yang selalu dinantikan oleh pendidik dengan dirayakannya Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan untuk para guru di Indonesia.
Menjadi seorang guru bukanlah sosok yang mudah. Mengapa demikian? Seorang guru harus mampu menjadi teladan bagi anak didiknya, baik di lingkungan sekolah utamanya dan dalam lingkungan sosial pada umumnya.
Hari Guru bukan sekadar diingat dan dilewatkan begitu saja. Guru merupakan orang yang mendidik siswa-siswinya tanpa rasa pamrih sedikitpun di dalam hatinya. Hati yang sangat mulia demi keberlangsungan suatu negara di masa yang akan datang.
Haru dan Gurau
Menjadi seorang guru sangatlah terharu apabila anak didiknya menjadi orang yang berhasil. Orang yang berhasil dalam mendidik siswanya menjadi orang yang berguna bagi sekelilingnya. Ketika sang guru ditanya bagaimana hal yang paling mengharukan ketika menjadi seorang guru, tentu jawaban guru pasti ketika melihat anak didiknya menjadi orang yang paling bermanfaat bagi sekelilingnya.
Guru tidaklah meminta lebih ketika melihat anak didiknya berhasil dalam kehidupannya. Guru hanya ingin melihat anak didiknya sukses di masa depan dan sukses mengharumkan nama sang guru ketika mereka sudah dapat menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia.
Di setiap pembelajaran, seorang guru sering kali memberikan gurauan. Gurauan tersebut bukan hanya sekadar tawa terhadap anak didiknya, tetapi gurauan tersebutlah yang membangunkan siswa ketika ada anak didiknya yang sedang mengantuk ataupun sedang letih.
Mengantuk dan kurang fokus dalam pembelajaran sudah menjadi hal lumrah di dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Setiap pendidik tentu memiliki caranya atau metode masing-masing dalam mendidik siswa di dalam kelas.
Metode tersebutlah yang sering kali dijumpai dalam pembelajaran atau gurauan (ice breaking) untuk membangkitkan kembali semangat dan fokus siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan tentu bagaimana guru dapat menghidupkan suasana dalam kelas.
Guru menjadi kunci utama suksesnya pembelajaran dan pendidikan terhadap siswa-siswinya. Guru yang baik tentu guru yang mampu mengedepankan sikap siswa dalam mengekspresikan potensi yang berada dalam diri siswa untuk masa depan generasi perjuangan bangsa ini.
Tak dapat dimungkiri dalam perkembangan zaman dengan digitalisasinya yang begitu pesat dan hampir tak terbendung, seorang guru memiliki metode dan gaya mengajar masing-masing. Sebagai seorang pembelajar, sudah selayaknya tidak membeda-bedakan antara guru masa lampau dan guru masa sekarang.
Guru di masa lampau dan guru saat ini memiliki metode dan gaya mengajar masing-masing yang sejatinya memiliki satu tujuan jua. Tujuan-tujuan tersebut di antaranya mendidik dengan setulus hati, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mendorong potensi anak didiknya menggapai apa yang dicita-citakan di masa yang akan datang dalam melanjutkan perjuangan bangsa yang besar ini, bangsa Indonesia.
Harapan
Dengan adanya peringatan Hari Guru Nasional tersebut, semoga para guru di Tanah Air menjadi pendidik yang senantiasa amanah. Amanah dalam mengemban tugas yang sangat mulia dalam mendedikasikan waktunya demi membentuk para generasi penerus. Guru dengan keikhlasannya yang takkan pernah terbalas jasanya dengan apa pun. Terima kasih dan selamat Hari Guru Nasional Bapak dan Ibu Guru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231011_Ridwan-Mahendra-Guru-SMK-Kesehatan-Mandala-Bhakti.jpg)