Tribunners

Jendela Dunia Bangka Selatan

WINDOW of the world. Jendela dunia. Frasa istimewa itu tertulis dengan gagah di halaman Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Ketua GPMB Bangka Selatan 

Oleh: Rusmin Sopian - Ketua GPMB Bangka Selatan

WINDOW of the world. Jendela dunia. Frasa istimewa itu tertulis dengan gagah di halaman Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan yang terletak di kompleks perkantoran terpadu Pemerintah Daerah Bangka Selatan.

Gedung berlantai dua yang diresmikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Mariana Ginting, Rabu (22/11/2023) kemarin, dibangun selama 210 hari, sejak 27 Mei sampai 22 Oktober 2023.

Turut hadir dalam peresmian Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Bangka Selatan itu Kepala Perpustakaan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Rachmadi, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Forkompinda Bangka Selatan, dan para kepala OPD.

Tampak pula Prof. Dr. Hatamar Rasyid dan Sejarawan Babel Dato' Akhmad Elvian yang berdarah Bangka Selatan. Hadir pula para pemenang penulisan esai inkubator literasi pustaka nasional yang digelar Perpustakaan Nasional wilayah Bangka Selatan dan para kepala sekolah di wilayah Toboali dan sekitarnya.

Mariana Ginting, Riza Herdavid, Rachmadi, dan Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Bangka Selatan Sumadi sepakat bahwa gedung mewah ini bukan hanya sekadar ruang buku-buku semata. Lebih luas dari itu, lebih dari sekadar narasi yang terucap di podium acara, lebih dari itu, kehadiran gedung Perpusda ini menjadi " tingkap" ( jendela) dunia bagi warga Bangka Selatan dalam menatap persaingan dunia global.

Indeks pembangunan literasi Bangka Selatan tentunya harus meningkat dan terbaik untuk kawasan regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Memasuki perubahan iklim informasi era digital seperti sekarang ini, perpustakaan daerah harus membuka mata hati untuk bersinergi dengan perubahan. Perpustakaan daerah harus dapat menakar ulang seberapa besar perannya dalam retrospeksi dan reposisi di era disrupsi teknologi seperti sekarang ini.

Kendati zaman terus berkembang, perpustakaan senantiasa memegang peranan penting sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dengan berkembangnya era digital yang menyediakan berbagai sumber bacaan digital dalam bentuk e-book, artikel, jurnal ilmiah, informasi terkini, dan lain sebagainya, tentunya ini tantangan bagaimana membuat peran perpustakaan sebagai tempat mencari berbagai referensi ilmiah maupun referensi informasi lainnya tetap menjadi referensi pilihan mereka untuk tetap datang ke perpustakaan.

Apalagi hampir seluruh referensi sudah dapat ditemukan dalam bentuk digital baik gratis ataupun berbayar. Ini adalah tantangan yang mesti terjawab. Bisa jadi kondisi itu menjadi salah satu faktor alibi menurunnya animo pembelajar maupun masyarakat umum untuk datang ke perpustakaan.

Untuk tetap relevan menjadi pilihan utama para pembelajar datang ke perpustakaan, perpustakaan harus mempertahankan keberadaannya di tengah perkembangan teknologi saat ini. Para pengelola perpustakaan perlu lebih aktif dalam menciptakan layanan perpustakaan yang modern, ideal, dan diminati oleh masyarakat luas.

Pengelola perpustakaan tingkat daerah perlu menyediakan layanan jasa informasi yang menarik dan relevan bagi kebutuhan pengguna berupa ruang tanpa batas waktu dengan koleksi buku dan koleksi digital, serta layanan prima yang cepat, tepat, mudah, dan berorientasi pada pengguna.

Pada sisi lain, karya warga daerah Bangka Selatan selayaknya menjadi tuan rumah di ruang-ruang dan rak-rak buku yang tersusun di Gedung Perpustakaan Daerah ini. Apalagi jumlah buku karya warga daerah Negeri Junjung Besaoh ini makin bertaburan.

Jumlah karya literasi warga Negeri Junjung Besaoh bertebaran menembus kasta nasional, mulai dari karya warga Pulau Lepar hingga karya warga Tanah Pering, mulai dari karya siswa-siswi hingga karya warga daerah yang berstatus sebagai kepala sekolah. Ini adalah aset yang tak ternilai yang dimiliki Negeri Junjung Besaoh. Ini adalah potret sumber daya manusia daerah Bangka Selatan.

Tentunya eksistensi geliat dunia literasi Bangka Selatan tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak. Kerja sama yang saling mendukung untuk kebermajuan dunia literasi Bangka Selatan menjadi kunci keberhasilan.

Matahari mulai memanjat langit yang sempat menumpahkan air matanya ke Bumi. Sinar terangnya seakan-akan menandai kebangkitan dunia literasi, dunia baca, dunia buku, dunia menulis para warga daerah Negeri Junjung Besaoh yang berkehidupan dari Pulau Pongok hingga Sebagin. Salam literasi. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved