Sabtu, 13 Juni 2026

Tribunners

ABM 2023 dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah konsep utama yang mengintegrasikan perbedaan siswa, seperti kesiapan, ketertarikan, dan cara mereka belajar

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Adi Kusumardi, S.T., M.Pd. - Guru SMKN 1 Muntok 

Oleh: Adi Kusumardi, S.T., M.Pd. - Guru SMKN 1 Muntok

AKHIR tahun pembelajaran semester ganjil 2023-2024, pemerintah melalui program Kemdikbudristek melaksanakan asesmen bakat minat (ABM), yakni tes yang menilai potensi setiap siswa untuk memprediksi kemampuan dan minat mereka dalam bidang tertentu. Potensi yang dimaksud terkait dengan pendidikan dan karier.

Asesmen bakat minat sebagai program Kemdikbudristek dan dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Badan Standar, Asesmen Pendidikan, dan Kurikulum. Asesmen bakat minat bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan siswa dalam bidang tertentu dengan menggunakan sejumlah aspek yang terukur.

Menurut Howard Gardner dalam teori kecerdasan majemuk, bakat adalah kemampuan unik yang dimiliki seseorang sejak lahir dan dapat ditingkatkan melalui latihan. Adapun Lewis Terman seorang psikolog berpendapat, bakat adalah potensi bawaan yang ketika dikembangkan dengan baik, dapat menghasilkan kinerja yang luar biasa. Meskipun bakat adalah sifat alami, perlu diingat bahwa bakat juga dapat dikembangkan melalui latihan, pelatihan, dan pengalaman.

John Holland dalam teori minat dan kecocokan pekerjaan, berpendapat minat adalah keinginan atau kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas atau bidang tertentu. Sementara itu, Edward Thorndike seorang psikolog menyatakan minat memengaruhi perilaku manusia dan dapat memengaruhi pilihan karier dan kepuasan hidup. Faktor-faktor seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan interaksi dengan berbagai kegiatan adalah beberapa sumber minat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa minat adalah keinginan atau kecenderungan terhadap suatu hal, sedangkan bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seseorang secara alami. Mengidentifikasi minat dan bakat siswa adalah proses yang terus-menerus. Untuk itu pelaksanaan ABM selayaknya dilaksanakan lebih awal misalnya di awal pembelajaran (PPDB).

Berkomunikasi dengan orang tua, berinteraksi dengan siswa, dan menggunakan berbagai alat asesmen adalah beberapa sumber informasi yang dapat membantu mengatasi masalah ini. Selain itu, bekerja sama dengan ahli pendidikan dan konselor dapat membantu menemukan minat dan bakat siswa secara menyeluruh.

ABM bagi Siswa-siswi yang Masih Duduk di Kelas 12

Beberapa ahli berpendapat bahwa asesmen bakat dan minat adalah tes yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui atau memprediksi arah bakat dan minat peserta didik di bidang akademik dan profesional. Tes ini dilakukan sesuai dengan standar psikologis untuk menilai kemampuan seseorang secara lebih mendalam, dan hasilnya dapat digunakan sebagai referensi untuk memilih jurusan kuliah atau pekerjaan yang sesuai.

Asesmen bakat minat tidak disusun berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu, daya nalar adalah faktor utama dalam menentukan jawaban. Tetapi dalam ABM disusun dalam bentuk tes bakat dan minat, kemampuan verbal, numerik, logika, pengetahuan umum, konsep dasar mekanika, spasial, kecepatan, dan ingatan diukur.

Setelah asesmen selesai, sangat penting untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan berbicara bersama tentang hasilnya. Hasil asesmen dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat rencana pendidikan atau karier yang sesuai dengan bakat dan minat siswa. Selain itu, adalah bijaksana untuk mengatur pertemuan tambahan untuk memperbarui asesmen dan memberikan dukungan yang diperlukan sepanjang waktu.

Untuk membantu semua siswa berkembang, informasi ini akan diberikan kepada sekolah, orang tua, dan murid. Proses pengembangan diri peserta didik akan lebih terarah dan terencana jika ada arahan yang jelas. Hasil ABM dapat membantu siswa saat memilih jenjang pendidikan lebih tinggi (seperti kuliah) lebih terarah atau mengembangkan potensi mereka di tempat baru.

Bagaimana dengan siswa-siswi yang masih duduk di bangku kelas 10 dan 11? Siswa kelas 10 dan 11 sering dihadapkan pada keputusan tentang mata pelajaran, karier, dan perguruan tinggi, jadi ABM dapat sangat membantu mereka. Hal ini sejalan dengan apa yang diinginkan oleh pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka. Dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi tujuan utama ABM adalah memastikan bahwa semua siswa memiliki akses ke pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.

Pembelajaran berdiferensiasi mengedepankan gagasan bahwa setiap orang memiliki minat, potensi, dan bakat yang berbeda. Guru harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan perbedaan ini dengan cara yang tepat. Dalam diferensiasi konten, guru mengajar materi yang sama tetapi mengubah cara mereka menyajikannya, tingkat kesulitan, atau jenis tugas yang diberikan kepada siswa. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memenuhi perbedaan individual di antara siswa dalam hal tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar.

Paradigma pembelajaran berdiferensiasi mengakui bahwa setiap siswa memiliki karakteristik unik dan memberikan kebutuhan yang dibutuhkan siswa. Input yang berbeda adalah alasan mengapa siswa dibesarkan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda. Akibatnya, perbedaan yang ada pada siswa harus diperhatikan. Untuk memahami minat dan bakat siswa, berbagai pendekatan digunakan dalam pembelajaran.

Berdasarkan fakta di lapangan diferensiasi konten terhadap siswa terlihat, bahwa adanya berbagai latar belakang; (1) Siswa yang berasal dari berbagai sekolah (SMP, sanawiah, pondok pesantren, dan paket B) dengan keyakinan jika kemampuannya juga berbeda; (2) Status keluarga, seperti yatim, piatu, yatim-piatu, atau broken home; (3) Ekonomi keluarga, seperti buruh, petani, dan beberapa pegawai negeri; (4) Gaya pembelajaran siswa biasanya menggunakan media visual, audio, atau video;

(5) Bakat yang unik; bakat verbal (seperti mendongeng atau berpidato); bakat numerikal (seperti berhitung); bakat skolastik (seperti memahami pola); bakat mekanik (seperti mengutak-atik mesin); bakat spasial (seperti fotografi) bakat klerikal (seperti teliti) dan; bakat linguistik (seperti menulis sastra); (6) Minat yang menarik; minat pada bidang ilmu tertentu (matematika, akuntansi); minat pada jenis olahraga tertentu (sepak bola, atletik); minat pada bidang seni (musik, lukis); minat pada hobi tertentu (pendakian).

Pembelajaran berdiferensiasi (PB) adalah konsep utama yang mengintegrasikan perbedaan siswa, seperti kesiapan, ketertarikan, dan cara mereka belajar. Materi, perbedaan dalam pelaksanaan, dan hasil akhir menyusun pembelajaran untuk mencapai tujuan. Meningkatkan kreativitas dan keinginan untuk belajar akan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dengan menggunakan pendekatan mengajar berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah paradigma pembelajaran baru yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Guru harus benar-benar memahami apa, mengapa, dan bagaimana pembelajaran dapat ditingkatkan.

Pembelajaran yang berdasarkan konten mencakup: 1) analisis kesiapan belajar siswa yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan; 2) minat siswa, di mana guru harus mendorong siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk menjaga minat siswa dengan gaya belajar dan metode yang berbeda; 3) membuat peta kebutuhan belajar berdasarkan indikator profil siswa yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan cara yang alami dan efektif menggunakan metode yang dibutuhkan.

Kemampuan guru untuk bekerja sama dalam pembelajaran sangat penting. Informasi tentang bakat dan minat yang dimiliki siswa digunakan sebagai dasar untuk materi atau pengetahuan baru yang akan dipelajari. Tujuan identifikasi tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa mengacu pada tingkat kesiapan belajar siswa. Dengan demikian, guru dapat menyiapkan pelajaran untuk siswa sesuai dengan tingkat kesiapan belajar mereka sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan belajar mereka.

Meskipun guru telah melaksanakan berbagai metode dalam menemukan minat dan bakat siswa baik secara individu maupun kelompok tentunya terdapat keterbatasan. Guru sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk mengenal setiap siswa secara menyeluruh, terutama dalam kelas yang luas. Ini dapat membuat sulit bagi guru untuk menilai bakat dan minat setiap siswa secara menyeluruh.

Guru mungkin tidak dapat melihat semua minat dan bakat siswa dalam situasi kelas atau kegiatan tertentu. Beberapa siswa mungkin memiliki minat atau bakat tertentu yang tidak terungkap dalam lingkungan kelas normal. Persepsi dan penilaian subjektif guru dapat memengaruhi penilaian bakat dan minat.

Guru mungkin cenderung menilai bakat dan minat berdasarkan preferensi atau perspektif pribadi mereka. Minat dan bakat siswa dapat berkembang seiring waktu, tetapi pengenalan dan penilaian bakat yang tidak berubah mungkin tidak mencerminkan perkembangan ini.

Guru mungkin tidak selalu dapat mengamati perubahan minat dan bakat setiap siswa. Beberapa guru mungkin tidak memahami atau tidak tahu tentang berbagai jenis bakat dan minat. Ketidaktahuan ini dapat membatasi kemampuan guru untuk mengidentifikasi dan mendukung bakat dan minat yang mungkin kurang familier bagi mereka. Jika guru mengandalkan stereotipe atau prasangka terhadap bakat dan minat siswa, hal itu dapat menghalangi penilaian yang objektif. Beberapa siswa mungkin tidak diakui secara optimal jika stereotipe memengaruhi cara guru melihat mereka. 

Alat asesmen yang digunakan mungkin tidak cukup mendalam atau relevan untuk menggali bakat dan minat secara menyeluruh. Beberapa alat atau tes mungkin tidak dapat menangkap aspek-aspek yang lebih kompleks dari bakat atau minat.

Oleh karena itu, asesmen bakat minat (ABM) sangat penting dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagaimana yang diinginkan oleh Kurikulum Merdeka. Melaksanakan ABM di kelas 10 berarti mempermudah dan membantu guru dalam menemukan bakat dan minat siswa dengan keakuratan lebih baik dibandingkan secara manual. Dengan demikian, guru lebih leluasa untuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dengan model, metode dan media yang bervariasi.

Peran guru dan manajemen pembelajaran memengaruhi keberhasilan interaksi pendidikan. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus menerima berbagai karakter dan mengembangkan potensi siswa mereka sesuai dengan kemampuan pedagogis, yaitu mengelola pembelajaran.

Tes bakat dan minat membantu siswa memahami lebih baik tentang diri mereka sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, minat, dan potensi mereka dalam berbagai hal. Tes ini juga dapat membantu siswa memilih mata pelajaran yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, membimbing mereka dalam memilih jurusan yang sesuai dengan rencana karier mereka, dan memberikan gambaran tentang jalur karier yang sesuai dengan bakat dan minat siswa, membantu mereka merencanakan langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk mencapai tujuan karier mereka.

Membantu siswa dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang pendidikan dan karier berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bakat dan minat mereka. Dengan memahami bakat dan minat, siswa lebih cenderung terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Tes dapat membantu siswa menentukan keterampilan yang diperlukan untuk melanjutkan jalur karier mereka, dan juga dapat membantu mereka merencanakan kegiatan ekstrakurikuler atau pelatihan tambahan. Dengan memahami minat dan bakat siswa, kita dapat mengurangi risiko drop out jika mereka merasa tidak termotivasi atau tidak cocok dengan pilihan pendidikan atau karier mereka.

Tes dapat membantu siswa membuat keputusan informasional dan realistis tentang masa depan karier mereka dengan membantu mereka memahami tuntutan dan persyaratan berbagai pekerjaan. Ini juga dapat membantu mereka membuat rencana karier yang terencana dan terorganisasi, meminimalkan ketidakpastian tentang pilihan pendidikan dan karier mereka ke depannya. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved