Senin, 25 Mei 2026

Harga

Harga Pertalite Tak Akan Susul Pertamax

Harga BBM bersubsidi Pertalite tetap dijual Rp 10.000 perliter. Penegasan ini disampaikan Menteri ESDM Arifin Tasrif

Tayang:
Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Riki Pratama
Antrean pengerit yang membeli BBM jenis Pertalite menggunakan motor Suzuki Thunder di SPBU Air Belo, Mentok, Bangka Barat, Jumat (20/10/2023). Pemerintah memastikan untuk sementara ini tidak akan ada penurunan harga BBM jenis Pertalite. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan untuk sementara ini tidak akan ada penurunan harga BBM jenis Pertalite.

Harga BBM bersubsidi Pertalite tetap dijual Rp 10.000 perliter.

Penegasan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

"Enggak (turun harga Pertalite), ini kan (minyak dunia masih tinggi) 82 dolar AS," kata Menteri Arifin singkat saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (1/12).

Sebelumnya, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Harga Pertamax cs telah resmi turun per Jumat (1/12).

Tercatat, harga Pertamax menjadi Rp 13.350 per liter dari sebelumnya Rp 13.400, Pertamax Green 95 dari Rp 15.000 menjadi Rp 14.900 per liter.

Kemudian Pertamax Turbo ada penyesuaian harga menjadi Rp 15.350 dari sebelumnya Rp 15.500 per liter.

Sedangkan harga Dexlite menjadi Rp 15.550 per liter, serta Pertamina Dex menjadi Rp 16.200 per liter.

Arifin Tasrif menjelaskan alasan belum ada penurunan harga Pertalite karena harga minyak dunia masih berada di level yang cukup tinggi. Yakni di level 82 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Jumat (1/12/2023) mengatakan, perubahan berkala menyesuaikan fluktuasi harga setiap bulannya, khusus pada periode tanggal 25 hingga tanggal 24 pada bulan sebelumnya.

Perubahan harga sesuai tren fluktuasi disebut merupakan hal wajar dan boleh dilakukan oleh seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku.

“Sesuai dengan tren fluktuasi harga minyak dunia Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan mengacu pada formulasi harga sesuai Kepmen ESDM ini, maka perubahan berkala harga BBM non subsidi akan selalu terjadi," kata Irto.

Irto menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga adalah memastikan harga BBM non subsidi Pertamina ini kompetitif dan transparan bagi konsumen.

"Masyarakat menjadi terbiasa dengan penyesuaian harga BBM Non Subsidi secara berkala," kata Irto.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved