Tribunners

Sampah dan Kesejahteraan Sosial

Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi. - Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

Oleh: Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi. - Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

SAMPAH menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah adalah berupa sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang makin beragam.

Terdapat keterkaitan yang tidak kita duga antara sampah, kemiskinan, dan kesejahteraan. Nyatanya sudah banyak penelitian terkait hal tersebut baik dalam negeri maupun luar negeri, tetapi sampah tetap menjadi permasalahan yang sulit di negeri ini.

Sampah merupakan permasalahan yang memerlukan penanganan yang sangat serius. Beberapa negara sudah melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah. Beberapa telah lama melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Beberapa lainnya masih bergelut dengan masalah yang tidak juga terurai.

Pengelolaan sampah baik dan buruknya terkait pula dengan kebiasaan masyarakat yang sudah terbentuk. Terkadang perlu “pemaksaan” untuk membentuk kebiasaan baik sehingga mencapai perubahan yang baik. Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

Permasalahan-permasalahan terkait sampah, antara lain, lahan untuk penampungan sampah yang makin sedikit namun volume sampah yang makin banyak akibat meningkatnya konsumsi. Limbah sampah yang mencemari lingkungan sehingga berpengaruh pada kesehatan, bahkan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sendiri memegang peran penting dalam pemecahan masalah sampah ini karena masyarakatlah yang menjadi produsen sampah juga yang langsung terdampak dari masalah sampah.

Sampah selama ini hanya merupakan akhir perjalanan sebuah produk. Beberapa negara telah berhasil mengolah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat untuk pembangunan dan ekonomi. Dampaknya memang belum cukup luas karena belum adanya gerakan masif dalam pemanfaatannya. Contohnya adalah Belanda, Swedia, Jepang, dan beberapa negara lainnya yang berhasil mengubah sampah menjadi energi listrik, membuat ecobrick (bata dari botol bekas), mengubah sampah menjadi paving block, bahkan aspal untuk membuat jalan, membuat tali dari botol bekas, tidak sekadar kreasi daur ulang sampah menjadi kerajinan tangan yang bagi beberapa orang kurang dirasa manfaatnya.

Sebenarnya Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju tersebut. Beberapa pemuda sudah bergerak mandiri dalam pengelolaan sampah dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Seperti membuat paving block dari sampah. Keberadaan bank sampah menjadi langkah awal yang baik bagi sistem pengelolaan sampah.

Pemanfaatan sampah dapat memberdayakan ekonomi rumah tangga. Dimulai dengan pengelolaan sampah yang tepat dari rumah. Masing-masing rumah tangga dengan produksi sampah rumah tangga dapat melakukan pengelolaan dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya, baru kemudian dapat ditentukan cara melakukan pengolahan sampah yang tepat sesuai jenisnya.

Misalnya sampah organik yang dapat dijadikan pupuk kompos jika dilakukan pengolahan dengan tepat, yang kemudian dapat menjadi barang jualan dan menghasilkan secara ekonomi. Sampah nonorganik yang dapat dipilah sesuai jenisnya, misalnya sampah plastik, besi dan lain-lain sehingga tepat pula pengolahannya.

Namun, memang butuh dukungan yang luas dari pemerintah dan masyarakat agar keberhasilannya lebih bisa dirasakan. Misalnya seperti negara Jepang yang membuat jadwal pembuangan sampah rumah tangga sehingga pengangkutan sampah pun dilakukan sesuai jenis sampah dan didistribusikan ke tempat pengolahan sampah sesuai dengan jenisnya. Tentunya, walaupun aturan sudah dibuat jika masyarakat pun enggan melaksanakan dan tidak tertib maka dampak yang timbul tidak bisa dirasakan.

Ketika setiap elemen bekerja sesuai peran dan fungsinya, sinergi yang dihasilkan akan menjadi sebuah gerakan yang berdampak luas. Sampah yang tadinya menjadi masalah bagi lingkungan bisa ditemukan solusinya dan bahkan menjadi sistem sumber untuk solusi masalah lainnya, salah satunya masalah ekonomi dan sebagai sumber energi alternatif.

Memberdayakan sampah menjadi sistem sumber dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya. Dengan lingkungan yang lebih baik, kesehatan meningkat, perekonomian pun dapat ikut meningkat sehingga kesejahteraan sosial masyarakat secara umum pun menjadi lebih baik. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved