Bangka Pos Hari Ini
Tiga Warga Bangka Belitung Positif Terpapar Covid-19, Mendadak Batuk dan Demam
Dilaporkan 3 warga Babel terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiga warga tersebut, 2 berasal dari Kabupaten Bangka Tengah dan 1 warga Kota Pangkalpinang.
BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Setelah sempat menghilang, kasus Covid-19 kembali muncul di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Dilaporkan 3 warga Babel terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketiga warga tersebut, 2 orang berasal dari Kabupaten Bangka Tengah dan 1 orang warga Kota Pangkaklpinang.
Ketiga pasien tersebut sebelum dinyatakan positif terinveksi virus Corona mengalami gejala di antaranya, deman dan batuk.
Namun hingga kini belum diketahuipasti riwayat atau bagaimana ketiga warga tersebut bisa terpapar virus yang berasal dari Kota Wuhan di China tersebut.
Kendati demikian masyarakat diminta tidak panik, namun harus tetap waspada.
Apabila mengalami gejala yang mengarah pada Covid-19, yakni batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan, agar segera melakukan pemeriksaan antigen.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, drg M. Annas Ma’ruf membenarkan adanya 2 warga yang terpapar Covid-19 di
Bangka Tengah.
Ia menjelaskan 1 warga terdeteksi Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Siloam dan satu warga lagi diketahui positif Covid-19 ketika tes antigen di RSUD Drs H Abu Hanifah Bangka Tengah.
Namun kata Annas, Dinas Kesehatan Bangka Tengah belum mengetahui secara detil riwayat tertularnya 2 warga tersebut.
“Dalam beberapa hari ini memang ada pasien Covid-19 dari hasil tes antigen. Pasien tersebut isoman atau isolasi mandiri. Sementara di Rumah Sakit Siloam ada satu yang dirawat di kamar isolasi,” ujar Annas kepada Bangka Pos, Rabu (20/22/2023).
Baca juga: BREAKING NEWS: Covid-19 Muncul Kembali di Pangkalpinang, Gejalanya Demam dan Batuk
Ia berharap dengan kembali munculnya kasus Covid-19 di Bangka Tengah, warga dapat waspada dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
“Hindari kerumunan, gunakan masker dan cepat ke tempat pelayanan kesehatan kalau mengalami tanda-tanda atau gejala Covid-19,” imbaunya.
Annas menambahkan, Dinas Kesehatan Bangka Tengah sudah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI agar
waspada terhadap kasus Covid-19 di daerah.
Surat edaran nomor HK.02.02/C/4815/2023 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Covid-19 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr dr Maxi Rein Rondonuwu.
Annas mengaku imbauan untuk waspada sudah disampaikan ke fasilitas kesehatan dan puskesmas.
“Untuk Covid-19 sudah ada imbauan dari Kemenkes dalam bentuk edaran dari Dirjen P2P tentang peningkatakan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Covid-19 dan sudah kita sampaikan ke seluruh faskes,” pungkasnya.
Demam dan batuk
Selain di Bangka Tengah, kasus positif Covid-19 juga kembali muncul di Kota Pangkalpinang.
Seorang warga dilaporkan tertular Covid-19.
Kasus positif Covid-19 ini dari hasil tes polymerase chain reaction atau PCR, seorang warga Kota Pangkalpinang di Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang dr. Masagus Hakim.
Kata Hakim, pasien terkonfirmasi positif itu mengeluhkan gejala demam dan batuk.
Lanjut Hakim, Dinkes Kota Pangkalpinang kemarin sempat mengaktifkan kembali Whatsapp Grup (Wag) Media Covid-19 PGK.
Pada grup tersebut diumumkan ada satu pasien terkonfirmasi positif.
“Kemarin hasil tes PCRnya memang keluar, dan betul ada satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala demam
dan batuk,” beber Hakim kepada Bangka Pos, Rabu (20/12/2023).
Lanjut Hakim, warga yang tertular tersebut telah melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, proses tracking juga sudah dilakukan dari pasien yang terkonfirmasi positif.
Hakim mengakui sudah lama tidak lagi terdengar ada warga yang terpapar Covid-19 di Kota Pangkalpinang.
“Rasanya kita tidak lagi mendengar ini (Covid-19), tapi inilah yang terjadi dan di Jakarta juga demikian kasus ini kembali meningkat,” sebut Hakim.
Kendati demikian, Hakim meminta masyarakat tak perlu khawatir dan panik berlebihan.
Namun masyarakat diimbau perlu waspada.
“Jangan panik, tapi apabila mengalami gejala penyakit yang mengarah pada Covid-19, yakni batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan, agar segera melakukan pemeriksaan,” tukasnya.
Lanjut Hakim, warga yang sakit hendaknya mewajibkan diri sendiri pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas dan mengonsumsi makananbergizi seimbang.
“Kemudian jaga jarak, apalagi kalau sedang sakit agar tidak menularkan,” tuturnya.
Selain disiplin prokes, ia juga mendorong masyarakat terutama kelompok rentan agar menyegerakan vaksinasi Covid-19 baik dosis lengkap maupun booster.
“Yang belum vaksinasi lengkap, silakan dilengkapi agar tubuh kita betul-betul terjaga. Lakukan vaksinasi booster, masih gratis untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Masker belum wajib
Diketahui kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami lonjakan jelang akhir tahun 2023.
Berdasarkan data dari Kemenkes, kasus konfirmasi, Rabu (20/12) sebanyak 486, kasus sembuh 144 dan meninggal dunia 4 orang.
Sedangkan total kasus aktif Covid-19 per Rabu (20/12) sebanyak 2.886.
Sementara itu, lonjakan kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan penambahan rata-rata kasus per hari yang mencapai 200 kasus.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menanggapi terkait kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi, termasuk di Indonesia.
Ma’ruf mengatakan saat ini pemerintah tengah memantau perkembangannya menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, kata dia, penggunaan masker sudah dilakukan masyarakat di sejumlah tempat.
Di sisi lain, ia juga mendorong vaksinasi bagi yang belum melakukan.
“Mengenai Covid, itu memang sekarang sudah mulai kita monitor dan untuk di tempat-tempat tertentu sudah mulai memakai masker. Jadi untuk masalah prokesnya itu kita mulai, tetapi tentu kita ukur dengan besarnya perkembangan Covid itu,” kata Ma’ruf.
“Dan yang penting adalah vaksinasinya. Yang belum supaya divaksinaasi untuk menciptakan kekebalan,” sambung dia.
Ma’ruf mengatakan sampai saat ini belum ada langkah-langkah khusus dari pemerintah menyikapi kenaikan angka kasus Covid-19 tersebut.
Namun demikian, pemerintah akan mengambil langlah-langkah khusus setelah ada rapat terbatas yang membahas secara detil terkait perkembangan kasus Covid-19.
“Selanjutnya belum ada langkah-langkah yang, nanti saya kira kalau itu sudah membesar, akan ada ratas, akan membahas secara detil masalah covid. Ini kan baru ada gejala di beberapa tempat,” sambung dia.
Posko Kesehatan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Prof. Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak perlu panik, termasuk dalam menyambut libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Muhadjir menyarankan kepada publik yang hendak bepergian atau pulang kampung untuk menerapkan protokol kesehatan semasa Covid seperti penggunaanmasker, hanya saja, pemerintah kata dia tidak mewajibkan.
“Pemerintah sarankan mereka yang akan berpergian untuk melakukan protokol kesehatan, seperti covid terutama pakai
masker, rajin cuci tangan kemudian memperhatikan nutrisi termasuk vitamin yang menaikkan imunitas tubuh itu sangat disarankan tetapi tidak diwajibkan jadi tetap kita lakukan,” kata Muhadjir di Kemenko PMK RI, Senin (18/12).
Menko PMK menegaskan, sebagai upaya untuk menjamin kesehatan masyarakat selama libur
panjang Nataru, pemerintah sudah menyediakan 136 posko kesehatan.
Terutama di beberapa jalur transportasi untuk perjalanan mudik yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada 22 Desember mendatang.
“Karena itu langkah yang harus kita lakukan selama Nataru nanti Kementerian Kesehatan sudah menyediakan pos-pos kesehatan ada 136 titik dari kementerian kesehatan,” ucapnya.
“Di samping yang lain nanti kita minta dari BNPB, Basarnas, dari Kementerian Dalam Negeri, TNI-Polri juga
akan bersama menyiapkan fasilitas yang serupa,” tandas Muhadjir.
Virus Sudah ‘Berganti Baju’
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr. Zubairi Djoerban mengatakan merebaknya kasus Covid-19 diakibatkan kondisi pembatasan yang sudah tidak diterapkan lagi pasca pandemi.
Walhasil virus Covid-19 berbagai varian kembali berkembang menularkan antar manusia melalui sel darah.
“Virus itu makhluk Tuhan namun dia tidak bisa membuat keturunannya sendiri,” kata Prof Zubairi dalam pernyataannya, Senin (18/12).
Menurutnya, virus hanya bisa berimplikasi kalau dia masuk ke dalam sel dari yang diserangnya kepada manusia.
“Di dalam mekanisme sel ini virus memanfaatkan tubuh manusia untuk memproduksi virus luar biasa banyak,” tutur Prof Zubairi.
Beda halnya, apabila manusia sudah melakukan vaksinasi kemungkinan virus untuk masuk ke dalam tubuh menjadi
sangat kecil.
Virus yang tidak bisa masuk ke dalam sel manusia kemudian dia membuat mutasi 1-2 gen dengan beberapa nama varian baru.
“Virus itu bisa menembus karena sudah berganti baju dan walaupun kita sudah kebal,” paparnya.
Prof Zubairi menyebut manusia yang sudah divaksin apabila kembali dinyatakan positif Covid-19 tetap kondisi tubuhnya jauh lebih kuat.
Dia menegaskan bahwa tidak benar virus Eris EG.5 yang dikabarkan sangat mematikan.
“Sama sekali tidak benar, virus Eris EG.5 memang amat menular namun keganasannya mematikannya amat sangat
sedikit. So waspada perlu panik nggak usah,” urainya.
Varian JN 1 Masuk Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan Virus Corona (Covid-19) varian JN.1 yang merupakan sublineage dari BA.2.86 sudah diidentifikasi di Indonesia.
Berdasarkan data whole genome sequencing (WGS) sudah ada empat kasus JN.1 di Indonesia.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu, keempat kasus itu masing-masing satu kasus teridentifikasi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Batam.
“Iya benar JN.1 sudah ada di Indonesia empat kasus,” kata Maxi, Selasa (19/12) dikutip dari Tribun Network.
Kasus di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur ditemukan pada 17 November 2023.
Lalu satu kasus di Jakarta Utara pada 23 November, dan satu kasus di Batam diidentifikasi pada 13 Desember 2023.
Semua pasien, menurutnya, sudah ditangani oleh dinas kesehatan setempat.
Terkait varian JN.1 yang belakangan dikhawatirkan usai disebut menjadi pemicu lonjakan kasus di sejumlah negara, termasuk Singapura, Maxi meminta masyarakat untuk segera melengkapi vaksin Covid-19.
“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin Covid-19. Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di Puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan, jangan ditunda-tunda,” ajak dia.
Mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 juga diimbau untuk dapat segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.
“Bagi masyarakat, terutama lansia dan dewasa yang memiliki komorbid serta penyandang imunokompromais, yang sudah pernah memperoleh vaksinasi Covid-19 minimal 6-12 bulan yang lalu, dapat diberikan 1 dosis vaksin Covid-19,” lanjut Maxi.
Selain melindungi diri dengan vaksinasi, Maxi juga meminta masyarakat untuk menerapkan penggunaan masker saat sakit atau pada tempat umum yang beresiko penularan Covid-19, terutama bagi lansia dan penyandang komorbid.
“Segera periksakan diri jika sakit dan memiliki gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas dan kalau tes Covid-19 positif, maka lakukan isolasi,” ujarnya.
Maxi juga mengungkapkan data jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia periode 6-18 Desember berjumlah 2.204 kasus.
Kasus mingguan meningkat sebanyak 243 persen.
Namun demikian, keterisian tempat tidur rumah sakit menurutnya masih cukup aman.
Dari 26.613 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersedia di seluruh Indonesia, penggunaannya baru 357 tempat tidur atau 1,34 persen. (s1/t3/Tribun Network/Reynas Abdila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20231221_Bangka_Pos_Hari_Ini.jpg)