Sabtu, 6 Juni 2026

Digigit Ular Piton, Pria Ini Melawan dan Gigit Balik Sang Ular hingga Mati

Digigit Ular Piton, Pria Ini Melawan dan Gigit Balik Sang Ular hingga Mati. Simak ulasannya

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Dedy Qurniawan
BBC.COM
Ilustrasi ular piton 

BANGKAPOS.COM - Digigit Ular Piton, Pria Ini Melawan dan Gigit Balik Sang Ular hingga Mati.

Ular menjadi hewan melata yang banyak ditakuti karena mengandung racun dan gigitan yang kuat.

Namun berbeda dengan seorang laki-laki di Filipina yang berani melakukan perlawanan kepada ular hingga ular tersebut mati.

Awalnya, pria ini dicegat ular piton saat mengendarai motornya di desa, Rabu (20/12/2023).

Ia tiba-tiba diserang dan dililit ular.

Namun sang laki-laki memutuskan untuk melawan dan menggigit balik si ular, yang berakhir dengan kematian si ular. 

Foto-foto dari rumah sakit menunjukkan Aleria dengan lengan yang dibalut perban dan berdarah, serta belepotan darah ular di wajahnya.

Boljulio Aleria, 48 tahun, tengah mengendarai motornya melalui Antequera di provinsi Bohol, sebuah pulau di sebelah timur Cebu, ketika seekor ular phyton sepanjang 3 meter muncul dari rumput pada pagi hari tanggal 20 Desember.

Philippine Daily Inquirer hari Sabtu (23/12/2023) mengutip pernyataan Aleria kepada media TV lokal melaporkan, "Saya sedang mengendarai sepeda motor dan saya berhenti karena phyton berada di jalan dan saya ingin agar ular itu menyeberang (sebelum saya lewat)."

"Tapi saya kaget karena ular itu menyerang saya, menggigit tangan saya, lalu saya melepaskan pegangan sepeda motor. Kemudian ekornya melingkar di sekitar pinggang saya. Semuanya terjadi begitu cepat," kata Aleria.

Dia mengatakan ular itu menggigit lengannya dan tangannya. "Saya pikir saya akan mati jika saya tidak melawan. Dan saya pikir satu-satunya kesempatan saya adalah menggigit lehernya agar sedikit melonggar," tambahnya.

Dengan tangan yang bebas, Aleria menggenggam kepala makhluk itu dan menancapkan giginya ke leher ular tersebut.

"Saya menggigitnya sampai kulitnya terkelupas dan ketika kulitnya terkelupas, saya menggigit dagingnya. Barulah saat itu dia melonggar," katanya, menambahkan dia menghabiskan sekitar 10 menit mencabik-cabik leher ular itu hingga ularnya mati.

Setelah serangan itu, Aleria berhasil berjalan ke sebuah rumah di dekatnya untuk mencari pertolongan medis dan dibawa ke Rumah Sakit Medis Gubernur Celestino Gallares di Tagbilaran City, tempat dia dirawat untuk luka-lukanya.

Foto-foto dari rumah sakit menunjukkan Aleria dengan lengan yang dibalut perban dan berdarah, serta belepotan darah ular di wajahnya.

Dokter meresepkan antibiotik untuknya dan sejak itu menyuruhnya pulang agar dia dapat pulih di rumah.

Menurut Aleria, sisa tubuh ular itu kemudian dipanggang dan dimakan oleh warga desa.

Selancar Bareng Ular Piton

Seorang pria asal Australia didenda senilai puluhan juta rupiah usai mengajak ular piton peliharaannya berselancar di pantai. Aksi pria ini yang berselancar bersama seekor ular piton bredl, sempat viral di media sosial.

Pria bernama Higor Fiuza itu diketahui kerap berselancar bersama ular peliharaannya, setidaknya sudah sepuluh kali. Fiuza sering berselancar di Rainbow Bay, Gold Coast, negara bagian Queensland, Australia.

"(Ular itu) berenang sebentar lalu kembali ke papan (selancar), menunggu ombak, menunggu obat yang sempurna," kata Fiuza kepada televisi 9News, seperti dilansir Sky News, Senin (18/9/2023).

Fiuza menyebut ularnya terlihat menikmati selancar. Ia menyebut ular piton itu tidak mendesis selama berselancar. Ularnya sering mendesis saat merasa terganggu.

Akan tetapi, Departemen Sains dan Lingkungan Queensland mendenda Fiuza karena membawa reptil peliharaan ke luar rumah.

Jonathan McDonald, pejabat Departemen Sains dan Lingkungan Queensland, mengaku khawatir dengan kondisi ular itu usai videonya berselancar tersebar.

"Ular jelas hewan berdarah dingin. Meskipun mereka bisa berenang, reptil umumnya menghindari air," kata McDonald.

"Piton itu mungkin merasa bahwa airnya sangat dingin. Dan satu-satunya ular yang seharusnya berada di lautan adalah ular laut," lanjutnya.

McDonald mengakui Fiuza memiliki izin lengkap untuk memelihara ular piton bredl itu. Namun, Fiuza disebut tidak punya izin untuk membawa ular itu keluar rumahnya.

Departemen Sains dan Lingkungan Queensland pun mendenda Fiuza sebanyak 2.322 dolar Australia atau sekitar Rp23 juta. 

"Kami tidak ingin pemilik izin menampilkan hewan-hewan mereka di tempat umum jika itu bukan untuk tujuan spesifik yang diizinkan dengan cara yang memastikan kesejahteraan hewan, keamanan publik, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata McDonald.

"Membawa hewan peliharaan ke tempat umum dapat menimbulkan stres pada hewan tersebut yang seharusnya bisa dihindari. Dan mereka bisa berperilaku secara tak tertebak ketika dikeluarkan dari kandang," lanjutnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved