Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

APK Perguruan Tinggi Masih Rendah, Ini Tanggapan Ketua Dewan Pendidikan Babel

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Bangka Belitung memberikan tanggapan sekaligus mengkritisi cara penghitunganAPK) Perguruan Tinggi.

Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: M Ismunadi
bangkapos.com/dokumentasi
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bustami Rahman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Profesor Bustami Rahman, memberikan tanggapan sekaligus mengkritisi cara penghitungan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi yang digunakan pada saat ini.

Seperti diketahui bersama, APK Perguruan Tinggi di Provinsi Bangka Belitung pada beberapa tahun terakhir mengisyaratkan fakta memprihatinkan, karena selalu berada diurutan bawah tingkat nasional.

Menurut Profesor Bustami, ada ketidak sesuaian cara penghitungan APK Perguruan Tinggi, karena tidak memasukkan data lulusan SMA/SMK di Babel yang melanjutkan kuliahnya di luar daerah.

"Kita dari dewan pendidikan, setau saya banyak yang kuliah di luar, seperti di Jogja, Jakarta atau bahkan Palembang. Kalau mereka ini tidak dihitung, ya rugi kita, berarti mereka malah masuk APK Jogja, ataupun Jakarta," ujar Profesor Bustami saat dihubungi via telepon, Kamis (28/12/2023).

Padahal menurutnya, APK Perguruan Tinggi menjadi salah satu tolak ukur kapasitas yang dimilki oleh suatu daerah.

"Itu kan tidak adil, kalau begitu Babel akan dibawah terus, ya malu kita. Kalau asumsi saya benar, ini (cara penghitungan APK) harus diperbaiki," terangnya.

Akan tetapi, Mantan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) itu juga tidak memungkiri jika masih banyak juga lulusan SMA sederajat yang memilih langsung bekerja dari pada melanjutkan pendidikan di jenjang kuliah.

"Ada yang pergi ke hutan-hutan, mencari rezeki dari timah, seperti yang populer di kita kan. Mungkin ayah nya yang menyuruh, udahlah kerja saja bantu ayah-ibu, itu asumsi ya, jadi harus ada penelitian yang menyeluruh," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Ervawi, juga menyampaikan jika salah satu faktor rendahnya APK Perguruan Tinggi di Babel, tidak terlepas dari banyaknya lulusan SMA/SMK yang memilih melanjutkan kuliah di luar daerah, sehingga data mereka masuk pada APK Perguruan Tinggi di wilayah tersebut.

"APK kita di SMA itu kan tinggi, tapi banyak juga kuliah di Jogja, Bandung, ataupun Jakarta dan Palembang. Dalam hal ini sebenarnya banyak anak-anak Babel itu kuliah, APK nya masuk ke Provinsi lain, sedangkan orang luar kuliah di Babel masih sangat terbatas," terangnya.

Adanya faktor tersebut, juga salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, bagaimana meningkatkan daya tarik perguruan tinggi di Babel ini.

"Ini yang sedang kami dan teman-teman perguruan tinggi upayakan, bagimana meningkatkan kualitas pendidikan di Babel," pungkas Ervawi.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved