Berita Bangka Selatan
Jamin Transparansi Keuangan Desa, Pemkab Basel Segera Integrasikan SisKeuDes dan Siswaskeudes
Yuri bilang, penerapan Siswaskeudes tidak terlepas dari penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa atau SisKeuDes yang telah
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Tahun 2024 ini seluruh desa di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bakal diawasi secara ketat ihwal penggunaan anggaran dana desa.
Pengawasan akan dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Pengawasan Keuangan Desa atau Siswaskeudes. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangka Selatan, Yuri Siswanto memastikan jajarannya siap untuk memberikan dukungan.
Utamanya terkait penerapan Siswaskeudes di 50 desa yang ada se-Bangka Selatan. Tim bagian teknologi informasi dan komunikasi siap memberikan pendampingan kepada dinas terkait terhadap pelaksanaan pengawasan.
“Kami Dinas Kominfo akan mendukung penerapan Siswaskeudes di Bangka Selatan,” kata dia di Toboali, Senin (22/1/2024)
Yuri bilang, penerapan Siswaskeudes tidak terlepas dari penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa atau SisKeuDes yang telah dikembangkan sebelumnya dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa.
Aplikasi ini membantu menentukan risiko-risiko yang ada di desa baik aspek keuangan maupun non keuangan. Tentunya juga mampu memudahkan inspektorat melakukan pengawasan karena data sudah ada semua di aplikasi.
Maka dari itu antara Siswaskeudes dan SisKeuDes akan segera diintegrasikan dalam waktu dekat. Dengan pengintegrasian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas implementasi baik dari aplikasi Siskeudes dan Siswaskeudes. Pengintegrasian yang dimaksud merupakan pengintegrasian dari sisi database.
“Oleh karena itu, kedua sistem informasi ini akan segera kita akan integrasikan. Sehingga pelaksanaan pengawasan keuangan desa oleh teman teman Inspektorat lebih mudah dan efisien,” papar Yuri Siswanto.
Di sisi lain lanjut dia, pengintegrasian kedua aplikasi ini harus didukung dengan regulasi yang terkini. Berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Daerah bermuara pada regulasi yang ada.
Untuk itu, diharapkan aplikasi Siswaskeudes tersebut tidak hanya sekadar menyajikan informasi, tapi juga disesuaikan dengan regulasi yang ada. Sehingga data dan informasi yang ada juga dapat digunakan oleh pihak lainnya.
Dalam pengintegrasian Siskeudes dan Siswaskeudes, semua data Siskeudes akan otomatis langsung masuk di dalam aplikasi Siswaskeudes.
Semua menu di laporan akan muncul di Siswaskeudes dengan real-time karena keduanya menggunakan satu database yang dapat digunakan oleh semua pihak.
“Tim IT Dinas Kominfo sendiri secara teknis sudah berkomunikasi intens dengan admin dan operator sistem. Baik dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa maupun Inspektorat,” ucapnya.
Yuri menargetkan proses integrasi kedua aplikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sehingga menghasilkan sistem yang membantu percepatan pengelolaan dan pengawasan keuangan desa terutama di Kabupaten Bangka Selatan dengan lebih efektif, efisien dan optimal.
“Target dan komitmen kita, sistem ini segera dapat diterapkan dalam waktu dekat ini,” ujar Yuri. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Harga TBS Masih Dibahas, Perusahaan di Bangka Selatan Tunggu Hasil Kesepakatan |
|
|---|
| Apkasindo Bangka Selatan Pasang Batas, Harga Sawit Tidak Boleh di Bawah Rp2.800 |
|
|---|
| Harga TBS Petani Anjlok, Pemkab Bangka Selatan Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Harga TBS Minimal Rp2.800, Ini Strategi Pemkab Bangka Selatan Lindungi Petani |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Undang Petani dan Pengusaha Sawit Bahas Harga TBS Tak Sesuai Pasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/12032023yuri.jpg)