Kamis, 11 Juni 2026

Berita Sungailiat

Musim Durian, Sampah dari Kulit Durian Sumbang Sampah 8 Ton Perhari di Bangka

Untuk sampah buah durian mencapai 8 ton per harinya dari wilayah Sungaliat, Pemali dan Belinyu

Tayang:
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos.com/deddy marjaya 
 Ilustrasi warga membeli durian 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pulau Bangka saat ini memasuki musim durian. Ternyata juga menimbulkan sampah berupa kulit dan biji durian yang menjadi momok.

Menurut Kepala Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Ismir Rachmaddinianto, Senin (22/1/2024) sampah durian saat ini mencapai 8 ton perhari di Kota Sungaliat, Kecamatan Pemali dan Kecamatan Belinyu.

"Untuk sampah buah durian mencapai 8 ton per harinya dari wilayah Sungaliat, Pemali dan Belinyu," kata Ismir Rachmaddinianto

Ismir Rachmaddinianto mengatakan ada tiga hal yang mempengaruhi bertambahnya volume sampai di Bangka.

Antara lain musim buah buahan, kedua masa libur dan terakhir kondisi cuaca hujan seperti saat ini. Untuk musim buah sudah dipastikan menyumbang volume sampah saat ini.

Kemudian masa libur masyarakat lebih rajin melakuan bersih bersih rumah dan lingkungan.

Terakhir musim hujan sampah sampah dibawa air yang kemudian diangkat masyakarat.

"Setiap musim buah, musim hujan dan muslim libur dipastikan volume sampah naik," kata Ismir.

Ismir Racmaddinanto mengatakan saat ini ada beberapa cara untuk mengola sampah durian ini,  seperti menjadikan pupuk kompos dan brecket.

Hanya saja hal itu belum bisa terlaksana karena keterbatasan peralatan dan dana saat ini.

Sehingga sampai durian dan sejenisnya masih diperlukan seperti sampah organik lainnya.

"Jika untuk kompos, kulit durian harus di cacah dulu. Nah mesin kita tidak sanggup karena kulitnya tebal, sedangkan untuk brecket kita belum ada teknologinya," kata Ismir Rahmaddinanto

Ismir Racmaddinanto mengatakan saat ini pengolahan sampah yang dilengkapi sarana angkutan sampah yang dikoordinir Dinas LH Bangka sampah hanya ada di Sungaliat dan Belinyu.

Selain itu juga terbantu oleh masing masing kelurahan dan desa yang mendapatkan bantuan  mobil pickup untuk angkutan sampah dari Pemkab Bangka.

"Sampah sampah pemukiman seperti Desa Airi Ruay dan Desa Karya Makmur di Kecamatan Pemali,  kelurahan dan Desa di Kecamatan Sungaliat serta di Belinyu mereka membawa sampah sendiri ke TPA menggunakan mobil pickup bantuan Pemkab Bangka," kata Ismir Racmaddinanto.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved