Berita Pangkalpinang
Babel Masuk Tren Positif Deflasi Sepanjang Desember-Januari 2024
Bangka Belitung saat ini sedang memasuki tren positif perekonomian dengan berhasil menekan angka inflasi dari November hingga Januari 2024.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bangka Belitung saat ini sedang memasuki tren positif perekonomian dengan berhasil menekan angka inflasi dari November hingga Januari 2024.
Sebelumnya pada Desember lalu angka inflasi Babel turun satu poin dari yang sebelumnya pada November (3,8) menjadi (2,65) atau tergolong cukup baik berdasarkan batas maksimum inflasi yang berkisar di angka 3 persen ke atas.
Informasi terbaru Pj Gubernur Babel, Safrizal ZA mengatakan pada Januari ini Babel juga masih pada angka yang sama yakni 2,65 sehingga kondisi perekonomian saat ini masih tergolong stabil.
"Angkanya sekarang secara nasional 2,61 poin dan Bangka Belitung itu 2,65. Jadi month to month dari Desember ke Januari ini masih tetap. Kita terjadi deflasi yang lumayan ya, dari angka bulan November tahun 2023 yakni 3,8 sekarang 2,65.
Artinya kita tidak termasuk lagi yang inflasinya tinggi, kita sekarang berada di menengah kira-kira di urutan 16. Kita rasa ini perkembangan yang bagus. Tinggal kita memang harus maintenance," kata Safrizal kepada bangkapos.com, Senin (23/1/2024).
Ia juga menambahkan tidak lagi terjadi inflasi di daerah kabupaten kota yang selama ini jadi penyumbang inflasi Babel.
"Kabupaten yang ada di Babel ini, dari data yang saya lihat tidak ada lagi yang masuk ke dalam 10 besar tertinggi inflasi," ujarnya.
Oleh karenanya, agar kondisi ini terus berlangsung ke depan, ia menekankan perlu untuk dilakukan pemeliharaan, khususnya pada sektor produksi cabai.
"Khusus month to month kita dari Januari ke Februari, kita harus bisa memaintance (memelihara) supaya harga tidak terjadi inflasi. Caranya satu, produksi. Sekarang kita ini lagi banyak produksi, terutama komiditi yang memicu inflasi yang cukup tinggi di tahun 2203 yaitu, cabai.
Dari laporan kadis pertanian tadi di berbagai tempat di kita ini sedang panen cabai sehingga harganya bisa di maintenance. Kalau di tahun lalu Rp130 ribu, sekarang antara Rp70 ribu sampai Rp80 ribu. Kita ingin mempertahankan harga ini selama mungkin. Oleh karena sektor produksi ini kita terus dorong," tegasnya.
Lebih lanjut, secara khusus konsep produksi cabai tersebut ia sebut dengan nama Semarak Babel. Ia berharap melalui program tersebut bisa mendorong untuk masyarakat Babel mulai mandiri dan tidak selalu bergantung pada impor luar.
"Nah untuk mempertahankan sektor produksi ini kita bikin Semarak Babel ini, Semangat Menanam Serentak Bangka Belitung. Kami secara terbatas juga sudah berkoordinasi dengan Forkopimda besar dan beberapa unit usaha baik perbankan dan lain lain untuk ikut serta dalam Semarak Babel.
Kita lakukan gerakan menanam di lahan-lahan produktif yang selama ini tidur, dan memanfaatkan pekarangan atau lahan-lahan milik instansi. Nanti akan kita siapkan bibit. Akan ada pusat informasi pemesanan bibit bagi lahan-lahan tersebut," pukas Safrizal. (Bangkapos.com/gogo)
| Warga Babel Harus Tahu! 70 Anak Derita Thalasemia Tersebar di Pulau Bangka, Tiap 2 Minggu Transfusi |
|
|---|
| PKP Cup 2026 Bergulir, Wali Kota Pangkalpinang Targetkan Lahir Atlet Berbakat Babel |
|
|---|
| Wisuda Santri TPA se-Pangkalpinang, Wali Kota Siapkan Program Keagamaan untuk SMP |
|
|---|
| Plt Kadinkes Babel Ungkap Penyebab Kasus Malaria di Kabupaten Bangka Mengalami Peningkatan |
|
|---|
| Pangkalpinang Perkuat Benteng Anti Radikalisme, Siapkan Regulasi hingga Libatkan Pemuda Lintas Agama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/04012024safrizal.jpg)