Selasa, 28 April 2026

Berita Bangka

Taman Bintang Samudera di Sungailiat, Wisata Religi Dengan Konsep Cinta Alam

Taman Bintang Samudera yang ada di Sungailiat, menjadi destinasi baru tempat peribadatan sekaligus wisata religi.

Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Gogo Prayoga
Ibadah pemberkatan Taman Bintang Samudera (TBS) yang ada di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (25/1/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Taman Bintang Samudera yang ada di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya dekat dengan pantai Rebo menjadi destinasi baru tempat peribadatan sekaligus wisata religi.

Pada Kamis (25/1/2024) dilaksanakan ibadah pemberkatan, dilanjutkan acara seromonial, dan ditutup dengan makan malam bersama.

Terlihat setiap sudut tempat ibadah dipenuhi oleh para jamaat yang berasal dari segala usia. Ada yang berpakaian kemeja dan ada pula yang memakai batik.

Walaupun sore hari tersebut diguyur hujan, namun tak menyurutkan para tamu yang hadir untuk khidmat dalam beribadah.

Tampak para tamu dan jamaat dengan khidmat melantunkan pujian dan doa sebagai wujud penyembahan kepada Tuhan terkasih.

Ketua Yayasan Taman Bintang Samudera, Thomas Jusman melalui TBS ini mereka bisa membuat wisata religi dengan berlandaskan cinta alam.

"Dari ini kami berharap bisa membangun wisata religi, yang punya daya tarik nasional, bahkan internasional, dengan mengusung konsep cinta kepada sesama dan cinta kepada alam," kata Thomas kepada bangkapos.com, Kamis (25/1/2024).

Ia menjelaskan hal ini pada dasarnya juga tak terlepas dari faktor sosial masyarakat Babel yang mencerminkan wujud harmonisasi dalam beragama.

"Bangka Belitung bangsa yang majemuk, namun bisa menjadi miniatur Indonesia dimana kerukunan dan toleransi beragama sangat baik di sini. Ini perlu kita jaga, kita lestarikan, dan kita turunkan ke anak cucu," ucapnya.

Selain itu ia menyebutkan TBS ini akan dibuka untuk publik dan secara umum dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan.

"Taman Bintang Samudera ini 70 persen terbuka untuk publik, 30 persen untuk religi, tapi semuanya terbuka. Stasi-stasi jalan salib ini menggunakan seniman Pak Sunaryo yang sudah terkenal.

Beliau muslim tetapi sangat menghayati karya seni di TBS. Jadi tidak hanya orang Katolik saja, tapi orang non Katolik juga bisa menikmati karya tersebut," kata Thomas.

Sementara itu terkait progres pembangunan, Thomas mengatakan sejauh ini tahap pertama pembangunan TBS sudah mencapai 99 persen, dan akan dilanjutkan dalam waktu yang akan ditentukan nantinya.

“Untuk tahap kedua belum dimulai, karena tantangan berikutnya adalah mengelola TBS ini supaya berjalan dengan baik," terangnya. (Bangkapos.com/Gogo Prayoga)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved