Tribunners
Partisipasi Pelajar pada Pemilu 2024
Pemilih pemula mempunyai kecenderungan politik yang belum dipengaruhi oleh motivasi ideologis tertentu.
Oleh: Hema Susilawati, S.Pd. - Guru Geografi SMAN 1 Simpang Teritip
NEGARA Indonesia merupakan negara yang besar, memiliki wilayah yang sangat luas terdiri atas ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri atas berbagai suku, ras, agama dan etnis yang berbeda. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat. Sistem pemerintahan dalam kedaulatan rakyatnya adalah dengan mekanisme pemilihan umum.
Pemilihan umum adalah sarana dalam demokrasi yang bertujuan untuk membentuk kekuasaan negara yang berkedaulatan rakyat dalam permusyawaratan perwakilan. Melalui pemilihan umum tersebut, rakyat Indonesia harus turut aktif dalam berpartisipasi dalam memilih wakil rakyat yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah. Partisipasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pesta demokrasi di Indonesia.
Sebagai negara yang memiliki masyarakat beragam, pemilihan umum memungkinkan semua pihak dapat terakomodasi suaranya sehingga dapat menentukan terwujudnya kehidupan bernegara yang lebih baik. Kekuatan pemilihan masyarakat nantinya akan menentukan nasib bangsa dan negara ke depannya. Semua warga negara, apa pun latar belakangnya memiliki hak yang sama untuk berserikat dan berkumpul dan menyatakan pendapat. Hak ini dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan pemilihan umum yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih semua anggota DPR, DPD, presiden dan wakil, DPRD yang akan dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bangsa Indonesia akan selalu mengikutsertakan rakyatnya dalam rangka penyelenggaraan negara. Kedaulatan negara dijalankan oleh para wakil rakyat yang duduk dalam parlemen. Wakil rakyat ditentukan sendiri oleh rakyat melalui pemilu yang secara bertujuan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Pemilu menjadi salah satu cara dalam menjalankan mekanisme kontrol dalam partisipasi rakyat yang dilakukan secara reguler, terlembagakan dan terbuka melalui perwakilan. Pemilihan umum menjadi salah satu bentuk demokrasi perwakilan yaitu rakyat memercayakan suaranya melalui wakil yang dipilihnya dalam menjalankan roda pemerintahan. Menentukan hak pilih dalam pemilu merupakan hak yang dimiliki oleh warga negara.
Indonesia mengalami bonus demografi di mana jumlah penduduk yang produktif akan mendominasi. Penduduk di usia produktif ini berada pada rentang usia 15-64 tahun. Menurut data jumlah penduduk usia produktif bahkan mencapai angka 67 persen dari total penduduk Indonesia.
Itulah alasan mengapa sekarang ini pemilih pemula menjadi sasaran utama agar mereka dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dalam pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dan mengantisipasi mereka agar tidak termasuk ke dalam pemilih golongan putih (golput). Pemilih pemula memainkan peran sebagai pemberi suara dan berpotensi dalam menentukan kemenangan partai politik. Kategori sebagai pemilih pemula adalah warga negara yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya di dalam kegiatan pemilu, yang sudah berusia 17 tahun atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.
Pemilih pemula kebanyakan adalah generasi baru dengan sifat dan pengalaman yang berbeda dengan pemilih yang sebelumnya telah memiliki pengalaman untuk memilih. Pemilih pemula kebanyakan di antaranya adalah berasal dari kalangan pelajar. Kaum pelajar ini adalah generasi yang sangat terbuka dalam mempelajari hal-hal baru, kritis, dan juga mandiri. Pemilih pemula mempunyai kecenderungan politik yang belum dipengaruhi oleh motivasi ideologis tertentu.
Partisipasi adalah orang yang ikut dalam pemilihan umum sebagai pemilih tetap dan orang yang aktif dalam proses politik. Partisipasi politik bertujuan untuk memberikan masukan, kritik, dan saran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Pemilih pemula diharapkan dapat melakukan partisipasi politik dalam tatanan negara demokrasi.
Atas tingginya partisipasi pemilih pemula di usia produktif pada pemilihan umum tahun 2024 akan menjadi tolok ukur terhadap kematangan proses demokrasi di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Pemilih pemula dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah para peserta didik sebagai agen perubahan yang sudah terpenuhi syarat hak pilihnya.
Pendidikan demokrasi tidak hanya diperoleh dari lingkungan keluarga dan masyarakat, tetapi juga di lingkungan sekolah. Dalam bidang pendidikan, penanaman kesadaran dalam berpolitik telah dilakukan melalui kegiatan-kegiatan intra dan juga ekstrakurikuler seperti kegiatan debat atau melakukan simulasi dalam pemilihan ketua OSIS untuk membangun keterampilan dalam berargumentasi dan kepemimpinan.
Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dalam salah satu topiknya yaitu Suara Demokrasi memberikan pemahaman mendalam kepada siswa, dalam hal ini pemilih pemula tentang segala proses yang terjadi pada pemilu, sistem politik, hak dan kewajiban warga negara. Selain itu, kegiatan P5 ini dapat menjadi wadah simulasi dalam menyelenggarakan kegiatan debat dan diskusi politik dalam rangka membangun keterampilan analitis dan juga kritis yang dimiliki oleh siswa.
Kegiatan simulasi pemilu di sekolah juga dapat memberikan pengalaman langsung tentang proses pemilihan umum sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademis saja, melainkan sebagai pusat pembentukan kewarganegaraan yang aktif berkontribusi pada proses demokrasi melalui pemilihan umum. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pendidikan politik di sekolah, maka akan terbentuk dengan sendirinya keterampilan politik dan memotivasi untuk berpartisipasi dalam masyarakat yang demokratis.
Guru juga mempunyai peran sebagai model yang aktif dalam partisipasi politik, membimbing, dan menginspirasi siswa dalam menganalisis informasi politik dan mengidentifikasi sumber yang dapat dipercaya. Guru juga dapat memberikan rangsangan dalam memberikan pemikiran yang independen sehingga dengan melibatkan siswa dalam pendidikan politik yang berfokus pada pemahaman, keterlibatan, dan pembangunan keterampilan. Selain itu diharapkan siswa yang telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih pemula pada pemilihan umum tahun 2024 dapat memberikan hak suaranya dan melakukan partisipasi politik demi membentuk generasi yang sadar politik dan siap untuk berkontribusi dalam pembangunan demokrasi di masa depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221107_Hema-Susilawati-Guru-SMAN-1-Simpang-Teritip.jpg)