Angger Dimas dan Tamara Tyasmara Bakal Diperiksa Kejiwaannya Terkait Kematian Dante
Polda Metro Jaya akan memeriksa kondisi kejiwaan Tamara Tyasmara dan mantan suaminya, DJ Angger Dimas yang melibatkan Apsifor
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM-- Kasus kematian Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante (6) kini memasuki babak baru.
Usai Yudha Arfandi ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Dante, kini kabar terbaru datang dari orang tua Dante.
Polda Metro Jaya akan memeriksa kondisi kejiwaan Tamara Tyasmara dan mantan suaminya, DJ Angger Dimas.
Pemeriksaan kejiwaan tersebut melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, ahli terlebih dahulu memeriksa kondisi psikologis Angger.
"Hari ini, Selasa tanggal 13 Februari dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan oleh psikologi forensik terhadap Bapak dari korban (Dante), yaitu saudara Angger Dimas. Hari ini akan dijadwalkan," ujar Ade di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, dikutip dari Wartakota, Selasa (13/2/2024).
Namun, Ade belum membeberkan kapan Tamara akan diperiksa.
"Dijadwalkan nanti di-update lagi ke teman-teman Apsifor, hari ini jadwal Bapaknya (Dante diperiksa)," imbuh dia.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan kekasih Tamara, Yudha Arfandi (33), sebagai tersangka pembunuhan atas Dante.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan, Yudha membenamkan Dante di kolam sedalam 1,5 meter di kolam renang Taman Air Tirtamas, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (27/1/2024).
"Di dalam kolam dengan kedalaman 150 cm atau 1,5 meter tersebut, korban dibenamkan kepalanya sebanyak 12 kali," ucap Wira, Senin (12/2/2024).
Yudha menenggelamkan Dante dengan memegang pinggang memakai kedua tangannya.
Setiap kali korban hendak menggapai tepi kolam tersangka berusaha menarik badan maupun kaki dari korban untuk terus berenang.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang telah dianalisis Pusat Laboratorium Forensik Polri, Yudha membenamkan tubuh korban dalam durasi yang bervariatif.
"Antara lain 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, dan 26 detik. Sedangkan yang terakhir adalah sebanyak 54 detik," jelas Wira.
Ia berujar, tersangka sempat celingak-celinguk di sekitar kolam renang untuk memastikan tak ada yang melihat aksinya.
Setelahnya, Yudha mengangkat tubuh Dante dan meletakkannya di tepi kolam renang.
Di rumah sakit, Dante kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Menurut hasil otopsi, korban meninggal dunia kehabisan napas karena tenggelam.
Kini, tersangka telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Yudha dijerat pasal berlapis yakni Pasal 76 c juncto Pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 340 KUHP, dan atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian.
Hasil Autopsi Dante
Terbaru, dokter mengungkap hasil sementara autopsi jasad Raden Andante Khalif Pramudityo, putra Tamara Tyasmaraa.
Senin (12/2/2024) kemarin, pihak kepolisian mengurai penemuan mulai dari hasil autopsi hingga cara Yudha Arfandi menghabisi nyawa Dante.
Penyebab Dante akhirnya meninggal pun perlahan mulai terkuak.
Saat itu dr Farah Primadani Kaurow yang mewakili Polda Metro Jaya mengungkap beberapa temuan di tubuh Dante.
Seperti diketahui, proses autopsi terhadap jasad Dante telah dilakukan pada tanggal 6 Februari 2024 lalu atau 10 hari setelah almarhum dimakamkan.
Namun kini dokter forensik yang juga pernah menangani jenazah Brigadir J itu mengurai bebarapa temuan.
Pertama, dr Farah mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Dante.
"Jenazah almarhum sudah dalam kondisi pembusukan lanjut. Beberapa kulit di daerah wajah, dada, leher, sudah menghilang sebagian. Di kulit bagian lain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Di bagian tulang juga tidak ditemukan tanda-tanda patah maupun retak," ungkap dr Farah.
Sedangkan, untuk temuan kedua ia membongkar kondisi organ dalam tubuh Dante.
Diketahui jika rgan paru-paru Dante sudah mencair karena terlalu banyak menampung air.
"Pada autopsi, organ tubuhnya sebagian sudah membusuk. Kedua parunya sudah mencair. Kami asumsikan karena banyaknya air yang masuk. Sehingga paru mencair," kata dr Farah.
Selain itu ia juga membuktikan asumsi bahwa Dante meninggal karena tenggelam, tim dokter forensik pun melakukan serangkaian pemeriksaan.
Satu yang utama adalah dengan memeriksa sumsum tulang belakang Dante yang terletak di paha almarhum.
"Untuk memastikan tenggelam, sumsum tulangnya (korban) kami ambil untuk melakukan pemeriksaan pemeriksaan tumbuhan air. Karena di setiap air menggenang pasti akan ada tumbuhan airnya. Di sumsum tulangnya dan hati kami temukan tumbuhan air dan ganggang," imbuh dr Farah.
Dari sana, tim dokter forensik akhirnya memastikan penyebab tewasnya Dante.
Bahwa anak Tamara Tyasmara dan Angger Dimas itu meninggal dunia akibat tenggelam.
"Bibirnya keunguan, kuku korban semuanya ungu, itu menunjukan korban kekurangan oksigen berat. Autopsinya kami temukan tumbuhan air di hati dan sumsum tulang. Kami asumsikan korban meninggal karena tenggelam," tukas dr Farah.
Dante berupaya selamatkan diri
Rupanya sebelum tewas, Dante sempat berusaha menyelamatkan diri ke tepi kolam.
Diketahui sebelumnya Dante tewas usai dibenamkan hingga 12 kali oleh tersangka Yudha Arfandi.
Kini terungkap Dante sempat berusaha menyelamatkan dirinya dengan cara menggapai tepi kolam.
Namun upacya itu gagal lantaran kakinya justru ditarik Yudha Arfandi kembali ke kolam.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Senin (12/2/2024).
Dalam keterangannya, Wira menyebut putra Tamara Tyasmara itu berusaha menyelamatkan diri dengan meraih tepian kolam.
"Setiap korban mau menggapai ke tepi kolam, tersangka berusaha menarik badan maupun kaki korban agar tetap terus berenang," jelasnya, dikutip dari YouTube KompasTV, Selasa (13/2/2024).
YA terus berusaha menggagalkan upaya Dante menyelamatkan diri hingga empat kali.
"Dan tersangka melakukan hal tersebut kurang lebih sebanyak empat kali," tambahnya.
Akibat ulah YA, Dante sempat batuk-batuk karena menelan banyak air.
"Kemudian saat korban memegang pinggiran kolam, sempat korban alami batuk-batuk," imbuhnya.
Diungkapkan Wira, Dante mulai lemas sekitar pukul 16.50 WIB berdasarkan pantauan CCTV.
"Korban sudah terlihat lemas, kemudian tersangka mengangkat ke atas kolam renang. Saat itu korban terlihat batuk-batuk dan sangat lemas," terangnya.
Tersangka YA lantas mencoba memberikan pertolongan, tetapi Dante telah tewas.
"Dan setelah itu dicoba diberikan pertolongan, namun kondisi korban sudah tidak bernapas lagi," papar Wira.
Dalam kesempatan itu, Wira menyebut YA sempat memastikan kondisi sekitar sebelum menenggelamkan Dante.
"Tersangka melihat ke arah kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang yang melihat," ucap Kombes Wira.
"Lalu membenamkan korban ke dalam kolam sebanyak 12 kali, dengan durasi waktu antara lain 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, dan 26 detik."
"Sedangkan yang terakhir sebanyak 54 detik," tandasnya.
(Bangkapos.com/Vigestha/Wartakota/Budi/Tribunnews.com/ ma/Tribun Trends/Ninda)
| Remaja Putri Bunuh Ibu Kandung di Bengkulu Ternyata Baru Pulang dari Rumah Sakit Jiwa |
|
|---|
| Terungkap Kondisi Kejiwaan Valyano Boni Raphael Siswan SPN yang Gagal Dilantik, Punya IQ Segini |
|
|---|
| Pernah Punya Kartu Kuning, Polres Basel Akan Periksa Kejiwaan Pelaku Pembacokan di Desa Bikang |
|
|---|
| Nikita Mirzani Disarankan Periksa Kejiwaan oleh Istri Razman Nasution: Ngamuk-ngamuk Ga Jelas |
|
|---|
| Hasil Tes Kejiwaan George Sugama Anak Bos Toko Roti Sudah Keluar, Dapat Diproses Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240213-Angger-dan-Tamara.jpg)