Senin, 18 Mei 2026

Doa

Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunah Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan...

Tayang:
Tribun Pekanbaru
Salat dhuha adalah sholat sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Syarat sah shalat dhuha sama seperti shalat pada umumnya. 

BANGKAPOS.COM -- Seperti diketahui Sholat dhuha adalah sholat sunnah di pagi hari yang dianjurkan.

Berikut ini sejumlah hal terkait sholat dhuha yang perlu kita ketahui:

Waktu sholat Dhuha

Waktu untuk melaksanakan sholat Dhuha adalah beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.

Dikerjakan 2 rakaat

Sholat Dhuha sendiri merupakan sholat sunah yang dianjurkan.

Sholat Dhuha sendiri merupakan sholat sunah yang dapat dikerjakan minimal 2 rakaat.

Berikut tata cara sholat Dhuha, mulai dari niat dan doa beserta artinya.

Nabi Muhammad tidak pernah secara khusus menjelaskan soal niat salat. Namun, sebagian ulama ada yang sepakat untuk melafadzkan niat salat.

Baca juga: Doa Setelah Tahajud yang Mustajab agar Dikabulkan Allah SWT, Lengkap dengan Niat Sholat

Baca juga: Doa Mau Belajar dan Setelahnya, Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya

Baca juga: Bacaan Doa Naik Pesawat, Kendaraan Darat dan Laut Agar Terhindar Musibah, Lengkap dengan Artinya

Bacaan niat sholat dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatal Dhuha Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka'at, karena Allah ta'ala."

Doa Khusus sholat Dhuha

Beriku tini doa khusus salat dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmatta ‘ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu’assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Keutamaan sholat Dhuha

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dalam hadis yang berbunyi:

Qaala Rasulullahi Saw : "Man Haafazha 'Alaa Syufatidl Dluha, Ghufira Lahu Dzunubuhu Wa In Kaanat Mitsla Zabadil Bahri

Artinya : "Siapa saja yang dapat mengerjakan shalat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan." (HR Turmudzi).

Salah satu keutamaan sholat dhuha yang disampaikan Rasulullah adalah mendapatkan pahala setara haji dan umroh.

Beliau berkata : Barangsiapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah hingga matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, maka baginya seperti memperoleh pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya. (H.R. Tirmidzi).

Pendaftaran Masuk IAIN Kudus Sudah Mulai Buka, Yuk Cek Empat Jalur Seleksi

Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunah, Lengkap dengan Artinya

Tata Cara Sholat Dhuha

  • Niat: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat Dhuha, "Ushollil-lillahi ta'ala Sunnatu Dhuha rok'ataini lillahi ta'ala."
  • Takbiratul Ihram: Mengangkat tangan sebagaimana takbir biasa, kemudian mengucapkan "Allahu Akbar."
  • Membaca Doa Istiftah: "Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta'aalaa jadduka wa laa ilaaha ghairuka."
  • Membaca Surat Al-Fatihah: Surat Al-Fatihah dibaca pada setiap rakaat sholat, seperti pada sholat wajib.
  • Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, membaca surat pendek seperti Surat Ad-Duhaa (Surat ke-93) atau surat-surat lainnya.

Bacaan surat Ad-Duhaa (Surat ke-93) adalah sebagai berikut:

"وَالضُّحَىٰ - وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ - مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ - وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ - وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ - أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ - وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ - وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ - فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ - وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ - وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ - صدق الله العظيم"

  • Rukuk dan Sujud: Melakukan rukuk dan sujud sebagaimana pada sholat biasa.
  • Tasyahud Akhir: Tasyahud akhir dibaca pada rakaat terakhir sholat Dhuha.
  • Salam: Mengucapkan salam untuk menandai akhir sholat.

Doa setelah Sholat Dhuha

Setelah melaksanakan sholat dhuha, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa sesudah salat. Doa ini dapat dibaca setelah berdzikir.

Berikut lafadz doa setelah sholat dhuha:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَائُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى الْاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًافَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِى مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal 'ishmatta 'ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu'assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba'iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita 'ibaadakash shalihiin.

Artinya: Wahai Allah. Sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, kebaikan adalah kebaikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, perlindungan adalah perlindungan-Mu. Wahai Allah. Jika rezekiku ada di langit, maka turunkanlah. Jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Berkat kebenaran waktu dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebaikan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku apa saja yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.

(*/)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved