Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Ayam dan Beras Premium Melonjak, Diskopdag Duga Kenaikan Dipicu Hasil Produksi Beras Menurun

Harga Ayam Broiler di Pasar Ratu Tunggal Kota Pangkalpinang sejak Imlek lalu terpantau melonjak,

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pedagang Ayam di Pasar Pangkalpinang, Rabu (12/2/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga Ayam Broiler di Pasar Ratu Tunggal Kota Pangkalpinang sejak Imlek lalu terpantau melonjak, dari harga ayam bersih Rp36 ribu perkilogram sekarang bisa menjadi Rp40 ribu perkilogram.

Menurut Mahmud satu diantara pedagang di Pasar Ratu Tunggal harga yang melonjak ini sudah mumai dirasakan sejak sebelum Imlek.

"Stok dari distributor juga mulai tipis sekarang, kalau harga jual sekarang Rp35 ribu perkilogram untuk ayam kotor dan Rp40 ribu perkilogram untuk ayan bersih, ini wajar kami ngambilnya juga naik," sebut Mahmud kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024). 

Biasanya, Mahmud menjual habis dagangannya, namun karen harga mahal, pembeli ayam kebanyakan beli sedikit, tak jarang akhirnya dia harus bawa pulang sisa jualannya.

"Kami juga tidak suka kalau harga tinggi, karena susah lakunya, untung cuma Rp3 ribu perkilo," tuturnya. 

Tak hanya ayam, sebelumnya beras juga terpantau masih mengalami kenaikan, harga beras premium ditingkat ritel modern di Pangkalpinang kini menginjak harga Rp79.000 untuk kemasan 5 kiogram (Kg).

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan (Diskopdag) dan UMKM Andika Saputra menyebut, memang ada kenaikan harga beras di sejumlah pasar dan ritel modern.

Kendati demikian, Andika menegaskan kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kota Pangkalpinang saja tapi seluruh daerah di Indonesia.

"Terkait kenaikan harga beras bukan terjadi di Pangkalpinang saja, tetapi secara nasional.  Kenaikan harga beras dipicu dari menurunnya hasil produksi beras di tingkat petani," jelas Andika kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024).

Tak hanya itu, menurutnya, keterlambatan musim tanam akibat kemarau berkepanjangan juga dianggap menjadi faktor yang memicu kenaikan harga beras

"Karena musim panen juga tertunda, saat ini pemerintah pusat akan segera melakukan importase beras untuk mengendalikan harga beras dalam negeri, termasuk wacana penyaluran beras SPHP," jelasnya.

Kendati demikian, ia memastikan, stok beras di Kota Pangkalpinang masih aman.

"Meski ada kenaikan harga beras tapi untuk stok beras medium dan premium di beberapa distributor terpantau masih aman, kurang lebih masih ada 6.697 ton, ini belum termasuk yang di ritel," tuturnya.

Sementara, untuk daging ayam kata Andika, harga daging ayam per kg di pasar Ratu Tunggal hari ini bervariasi di angka Rp35.000, Rp.38.000 dan Rp40.000.

"Untuk ayam ini harganya kadang bervariasi, dan kami akan terus memantau ini ke pasaran dan tingkat distributor," katanya.

Andika meminta, dengan kenaikan harga beras ini masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok tetap terjaga.

"Persoalan stok tetap terjaga, berkenaan dengan harga kita tetap mengikuti kesesuaian harga secara Nasional. Kami Diskopdag bersama ibuk Pj wali kota juga terus memantau ini," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved