Berita Pangkalpinang
Potensi Cuan dan Ekonomi Budidaya Kepiting Remangok di Bangka Tengah
Dosen FEB Universitas Pertiba, Suhardi mengatakan budidaya kepiting menggunakan Crab Box Apartemen
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen FEB Universitas Pertiba, Suhardi mengatakan budidaya kepiting menggunakan Crab Box Apartemen di Desa Kurau Barat dapat menggeliatkan ekonomi.
Kepiting bakau atau biasa disebut remangok menjadi makanan yang populer, kepiting jenis ini memiliki kandungan gizi tinggi, kaya akan kalsium, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
"Habitat kepiting bakau adalah mangrove atau bakau. Maka tidak heran, di sepanjang pesisir wilayah bangka belitung memiliki potensi yang sangat baik untuk diseriuskan untuk upaya budidaya kepiting bakau.
Selain kaya akan gizi dan kandungan mineral, kepiting remangok juga salah satu sumberdaya perikanan dengan nilai ekonomis di kawasan hutan bakau atau perairan payau, bahkan berpotensi sebagai bahan baku industri makanan laut," jelas Suhardi, Rabu (21/2/2024).
Dia juga mengulas mengenai program inisiasi Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah bersama masyarakat di Desa Kurau yang telah mulai digalakkan budidaya kepiting remangok menggunakan Crab Box Apartemen, bahkan sudah mampu menghasilkan 300-400 Kg per 14 hari.
"Tentu nilai ekonomis dari budidaya kepiting ini tidak bisa dipandang sebelah mata, jika dikelola dengan baik dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian di wilayah pesisir, sekaligus dapat menjaga ekosistem mangrove," katanya.
Luasnya wilayah pesisir dan kawasan mangrove di wilayah Babel, tentunya harus dijadikan peluang usaha baru yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Selain sebagai usaha kuliner khas, beberapa potensi dari kepiting remangok juga bisa dipasarkan ke luar daerah bahkan ekspor dalam bentuk kepiting bakau segar atau yang sudah diolah menjadi produk olahan.
"Selain itu menjual kepiting bakau segar, potensi budidaya kepiting ini juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti kepiting bakau kalengan, makanan beku, atau hidangan siap saji yang siap untuk dijual di pasaran," katanya.
Lebih jauh, hutan mangrove yang terjaga juga berpotensi menjadi fasilitas wisata edukasi yang menyajikan pengalaman budidaya kepiting bakau sekaligus lokasi destinasi wisata alam, kuliner dan edukasi yang menarik.
Mengingat adanya potensi perputaran ekonomi dari upaya budidaya kepiting remangok ini, maka dibutuhkan upaya inisiasi bagi para kelompok tani atau masyarakat sekitar kawasan mangrove untuk melakukan upaya budidaya secara lebih terpadu dan terstruktur.
"Upaya edukasi dan juga pelatihan serta pendampingan yang baik agar para pembudidaya dapat secara mandiri menjalankan usahanya. Pemerintah daerah perlu menciptakan iklim bisnis yang baik sehingga pembudidaya dan masyarakat kawasan mangrove bisa berkembang," katanya.
Permodalan usaha budidaya kepiting remangok tidaklah terlalu besar, sehingga bisa dijalankan oleh pelaku UMKM, baik secara mandiri atau berkelompok. Namun, sebagai permodalan awal pemerintah atau perbankan dapat memberikan inisiasi permodalan sesuai dengan kapasitas usaha dari pembudidaya.
"Selain itu, pembudidaya perlu diberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan dalam bisnis, pengetahuan tentang budidaya dan manajemen bisnis dapat membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas UMKM," katanya.
Kelompok tani juga perlu diedukasi terkait dengan teknologi budidaya yang efektif dan efisien, termasuk pembangunan tambak atau kolam yang sesuai, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, dan kontrol penyakit.
"Agar pasarnya tetap baik, diperlukan juga membangun kemitraan dengan pihak terkait dalam industri perikanan dan pariwisata, seperti produsen pakan, distributor, atau pengusaha restoran.
Jejaring dengan pihak-pihak ini dapat membantu dalam mendapatkan dukungan, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan kesempatan usaha," katanya.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
| Jabatan Kajati Babel hingga Kajari Pangkalpinang dan Bangka Tengah Alami Pergantian |
|
|---|
| Rektor UBB Resmikan Gedung Baru dan Kukuhkan Tiga Guru Besar Perempuan di Dies Natalis ke 20 |
|
|---|
| Pagi Terik, Sore Diguyur Hujan, BMKG Pangkalpinang Sebut Ciri Khas Masa Peralihan Musim |
|
|---|
| Realisasi Pajak Daerah Pangkalpinang Capai Rp39,6 Miliar, Tembus 23,51 Persen dari Target 2026 |
|
|---|
| Resmikan Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani Tekankan Penguatan Identitas Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221023-Budidaya-Kepiting-Bakau-dengan-Sistem-Crab-Box-Apartemen.jpg)