Minggu, 26 April 2026

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal. SImak ulasannya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pembeli saat memilih beras di salah satu toko di Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hingga saat ini harga kebutuhan pokok khususnya ayam dan beras terus dikeluhkan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Hal ini dikarenakan hargq beras dan ayam terpantau terus mengalami kenaikan.

Harga Ayam Broiler di pasar ratu tunggal Kota Pangkalpinang sejak Imlek lalu terpantau melonjak, dari harga ayam bersih Rp36 ribu perkilogram sekarang bisa menjadi Rp40 ribu perkilogram.

Lantas apa yang menyebabkan harga ayam hingga beras mengalami kenaikan?

Mahmud satu di antara pedagang di Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang mengatakan melonjaknya harga kebutuhan pokok tersebut sudah terjadi sejak sebelum Imlek.

"Stok dari distributor juga mulai tipis sekarang, kalau harga jual sekarang Rp35 ribu perkilogram untuk ayam kotor dan Rp40 ribu perkilogram untuk ayan bersih, ini wajar kami ngambilnya juga naik," sebut Mahmud kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024). 

Biasanya, Mahmud menjual habis dagangannya, namun karen harga mahal, pembeli ayam kebanyakan beli sedikit, tak jarang akhirnya dia harus bawa pulang sisa jualannya.

"Kami juga tidak suka kalau harga tinggi, karena susah lakunya, untung cuma Rp3 ribu perkilo," tuturnya. 

Tak hanya ayam, sebelumnya beras juga terpantau masih mengalami kenaikan, harga beras premium ditingkat ritel modern di Pangkalpinang kini menginjak harga Rp79.000 untuk kemasan 5 Kilogram (Kg).

Musim Panen Tertunda

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan (Diskopdag) dan UMKM Andika Saputra menyebut, memang ada kenaikan harga beras di sejumlah pasar dan ritel modern.

Kendati demikian, Andika menegaskan kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kota Pangkalpinang saja tapi seluruh daerah di Indonesia.

"Terkait kenaikan harga beras bukan terjadi di Pangkalpinang saja, tetapi secara nasional.  Kenaikan harga beras dipicu dari menurunnya hasil produksi beras di tingkat petani," jelas Andika kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024).

Tak hanya itu, menurutnya, keterlambatan musim tanam akibat kemarau berkepanjangan juga dianggap menjadi faktor yang memicu kenaikan harga beras

"Karena musim panen juga tertunda, saat ini pemerintah pusat akan segera melakukan importase beras untuk mengendalikan harga beras dalam negeri, termasuk wacana penyaluran beras SPHP," jelasnya.

Kendati demikian, ia memastikan, stok beras di Kota Pangkalpinang masih aman.

"Meski ada kenaikan harga beras tapi untuk stok beras medium dan premium di beberapa distributor terpantau masih aman, kurang lebih masih ada 6.697 ton, ini belum termasuk yang di ritel," tuturnya.

Sementara, untuk daging ayam kata Andika, harga daging ayam per kg di pasar Ratu Tunggal hari ini bervariasi di angka Rp35.000, Rp.38.000 dan Rp40.000.

"Untuk ayam ini harganya kadang bervariasi, dan kami akan terus memantau ini ke pasaran dan tingkat distributor," tuturnya.

Andika meminta, dengan kenaikan harga beras ini masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok tetap terjaga.

"Persoalan stok tetap terjaga, berkenaan dengan harga kita tetap mengikuti kesesuaian harga secara Nasional. Kami Diskopdag bersama ibuk Pj Wali Kota juga terus memantau ini," tuturnya.

Naik Kelewat Batas

Tak hanya di Kota Pangkalpinang, kenaikan harga bahan pokok beras juga terjadi di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Harga beras di Pasar Lipat Kadjang Manggar mencapai Rp17-18 ribu per kilogram untuk beras premium. Sedangkan beras kualitas medium berkisar antara Rp14-15 ribu dan beras Bulog berkisar di angka Rp11-12 ribu per kilogram.

Harga tersebut makin mencekik masyarakat Belitung Timur karena ditambah keadaan ekonomi yang sedang tidak stabil. Meski begitu karena beras adalah makanan pokok orang Indonesia maka mau tidak mau mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Sakinah ibu rumah tangga asal Manggar kaget setelah pulang dari belanja bulanan. Dia rutin belanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari seminggu sekali. Dia terkejut dengan kenaikan harga beras yang menurutnya sudah di luar ambang batas.

"Naiknya kelewat batas. Biasanya cuma naik seribu dua ribu. Ini naik hampir 10 ribu," kata Sakinah sambil geleng-geleng kepada posbelitung.co, Kamis (22/2/2024).

Karena itu dia terpaksa menurunkan jumlah pembelian berasnya, yang biasa dia membeli 10 kilogram jadi hanya membeli lima kilogram saja. 

Dia mengaku saat ini memang kondisi perekonomiannya sedang lesu sebab suaminya yang bekerja sebagai pencari timah juga hasilnya tidak selalu banyak. Hasil itu kadang juga tidak bisa menutupi biaya kebutuhannya sehari-hari.

"Kami masyarakat kecil ini minta tolong kepada pemerintah agar berbuat sesuatu supaya harga beras ini kembali normal," kata dia.

Senada, warga Gantung, Hesty bilang saat ini dia bersama keluarganya lebih memilih makan di luar rumah karena harganya tidak jauh berbeda dengan masak sendiri di rumah.

Sekali masak sehari dia bilang bisa habis Rp100-150 ribu untuk tiga orang. Sedangkan jika membeli lauk dan nasi di luar dalam sehari habis sekitar Rp150 ribu untuk dia bersama suami dan anaknya.

"Semoga semuanya bisa balik normal," kata Hesty.

Operasi Pasar

Bupati Belitung Timur, Burhanudin mengatakan fenomena kenaikan harga beras terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

Meski begitu, dia sebagai kepala daerah mengaku tidak tinggal diam. Dia berencana akan menggelar roadshow Operasi Pasar yang akan digelar di seluruh kecamatan di Belitung Timur.

"Pemkab Beltim akan segera lakukan operasi pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah atas harga pasar," kata Burhanudin, Kamis (22/2/2024)

Selain operasi pasar, solusi jangka pendek yang ditawarkan pemerintah adalah memberikan bantuan beras kepada penerima manfaat yang sudah terdaftar selama enam bulan ke depan.

Kemudian, dikatakan Burhanudin, dia juga akan mendorong pemerintah desa yang di dalamnya terdapat kebun dan sawah agar merawatnya dengan baik sebagai bentuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekitar. 

"Disisi lain ketahanan pangan kita terus ditingkatkan, terutama kepada para petani untuk lebih giat melakukan penanaman padi. Kemarin di Aik Madu kita sudah panen padi. Setidaknya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar," kata Burhanudin.

Dia juga bilang akan mengingatkan dinas terkait untuk mendampingi masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan supaya bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar.

"Tanam tanaman bermanfaat, seperti sayuran, cabai, bawang, dan lainnya. Jadi kalau perlu tinggal petik, tidak usah beli lagi," kata Burhanudin.

Bupati juga menekankan jika pemerintah akan terus melakukan upaya agar kenaikan harga sembako dapat teratasi di daerah apalagi dapat membuat masyarakat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya

Stok Cukup

Harga beras menjadi isu strategis nasional saat ini karena didorong oleh lonjakan harga yang signifikan. Meski harganya mahal, ternyata stok beras di Belitung Timur masih cukup hingga 59 hari ke depan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Belitung Timur, Suparta bilang stok beras di Belitung Timur masih aman hingga saat ini. Sedangkan kebutuhan beras per hari masyarakat Beltim adalah 2,4 ton per hari.

"Jumlah stok kita per Januari 2024 adalah 143,4 ton. Jadi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Bulan Februari nanti akan diupdate lagi datanya," kata Suparta kepada posbelitung.co, Kamis (22/2/2024).

Suparta bilang memang terjadi kenaikan harga beras di tingkat distributor hingga sampai ke tangan konsumen. Hal itu terjadi disebabkan karena beberapa faktor.

Solusi darinya yakni nanti akan menggelar operasi pasar di seluruh kecamatan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan beras. Dengan banyaknya supply beras diharapkan akan membuat harga sedikit menurun.

"Apalagi mendekati bulan puasa ini kami juga sudah koordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan stok beras tersedia dan aman," kata Suparta.

Bantuan-bantuan sosial juga dikatakan Suparta bisa jadi solusi untuk masyarakat kurang mampu sebab akan dibagikan beras berdasarkan data DTKS dari Dinsos Beltim.

"Semoga nanti harga beras ini segera turun sehingga tidak menyulitkan masyarakat," kata Suparta

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro/Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved