Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Dijadwalkan Terima Piala Adipura Hari Ini
Ada beberapa indikator yang menjadi penilaian dalam penghargaan Adipura ini. Satu di antaranya terkait pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA)
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bakal kembali menambah pundi-pundi prestasi. Kali ini Piala Adipura akan diterima keempat kalinya berturut-turut sejak tahun 2017-2023.
Hal itu setelah Bangka Selatan dinilai berhasil dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menerima undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Undangan itu ihwal untuk hadir dalam menerima Piala Adipura tahun 2023. Penghargaan itu akan diterima di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat pada Selasa (5/3/2024).
“Untuk yang menerima penghargaan piala Adipura itu nantinya pak Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid secara langsung,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (5/3/2024).
Hefi memaparkan, ada beberapa indikator yang menjadi penilaian dalam penghargaan Adipura ini. Satu di antaranya terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Penghargaan ini pula menjadi keempat kalinya diterima berturut-turut sejak tahun 2017-2018 dan 2022-2023. Sementara pada tahun 2019-2021 program penghargaan Piala Adipura ditiadakan karena adanya pandemi Covid-19.
Penilaian Piala Adipura ini untuk tahun 2023 memang pelaksanaannya pada tahun 2024. Pada bulan Januari 2024 lalu pihaknya juga telah melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Kota Toboali. Mulai dari membersihkan area jalan utama, kolong hingga gang-gang sempit tak luput dari pembersihan.
Tak hanya harus terlihat bersih, akan tetapi yang terpenting adalah pengolahan sampah yang diterapkan. Baik di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) maupun di TPA.
Karena penilaian paling tinggi Adipura adalah bagaimana pengelolaan sampah dan pengurangan sampah. Apabila kota bersih akan percuma, jika pengelolaan sampah tidak berjalan. Khususnya hanya memindah sampah, tanpa diolah sampah akan tetap ada.
“Apabila dilihat dari banyaknya program penanganan dan pengurangan sampah di Bangka Selatan yang mulai aktif. Seperti bank sampah, penanganan sampah organik maggot yang mulai aktif,” jelas Hefi.
Kata Hefi, penghargaan ini berkat kerja sama seluruh stakeholder di Kabupaten Bangka Selatan. Hefi menekankan penghargaan Adipura ini sebagai motivasi agar DLH Bangka Selatan tetap konsisten menjaga lingkungan.
“Kami bisa membuktikan bahwa dengan segala keterbatasan, kami bisa mempersembahkan sesuatu yang Insya Allah yang dahulunya dianggap tidak mungkin tapi bisa kita wujudkan,” pungkas Hefi.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| UHC Bangka Selatan Dongkrak Kunjungan Pasien RSUD Kriopanting, 95 Persen Gunakan KTP |
|
|---|
| Program Sudah UHC, Berobat jadi Lebih Mudah, RSUD Kriopanting Semakin Diminati Warga |
|
|---|
| Mulai Jumat Besok ASN di Kabupaten Bangka Selatan Bekerja dari Rumah agar Hemat BBM |
|
|---|
| Meskipun WFH, ASN Bangka Selatan Tetap Wajib Absen Gunakan Aplikasi Simpegnas |
|
|---|
| ASN yang WFH Wajib Fast Response, Pemkab Bangka Selatan Tegaskan Sanksi Bagi yang Lalai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230419-hefi.jpg)