Selasa, 14 April 2026

Berita Pangkalpinang

Disperindag Babel Harap Beras Premium 118 dan RM Turun Harga, Maret - April Mulai Panen Raya

Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berharap beras yang sering dikonsumsi masyarakat turun harga

bangkapos.com/Riyadi
Plastik kemasan beras RM kapasitas 5 kg. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berharap beras yang sering dikonsumsi masyarakat, yakni beras premium 118 dan RM mulai mengalami penurunan harga selama berlangsungnya bulan Ramadhan.

Hal ini mengingat pada bulan Maret dan April mulai memasuki musim panen raya di Indonesia.

"Terakhir informasi yang kami dapatkan pada 4 Maret 2024, waktu melakukan zoom dengan Kemendagri di Kantor Gubernur Babel. Saat ini sudah mulai masuk masa panen. Petani juga sudah mulai memasukan berasnya ke Pasar Induk Cipinang," kata Kabid Pengendalian, Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel, Fadjri Djagahitam kepada Bangkapos.com, Rabu (6/3/2024).

Namun dijelaskannya, panen tersebut tidak terjadi sekaligus melainkan bertahap dalam rentang waktu dua bulan.

"Cuma masa panennya memang bertahap antara bulan Maret sampai April, jadi tidak sekaligus. Artinya kita melihat penurunan ini berangsur dalam waktu-waktu mendatang. Kita harap bulan Ramadhan ini dengan adanya panen ini, harga beras tersebut sudah mulai turun secara signifikan," harapnya.

Fadjri menambahkan, Disperindag Babel bersama Tim Satgas Pangan Babel juga sudah melakukan sidak pada Jumat (1/3/2024) ke gudang PT. RMA selaku distributor yang memasok beras RM ke Babel. Hasilnya ditemukan terjadi penurunan meskipun belum signifikan.

"Untuk harga terkahir, pada Jumat lalu saat kita lakukan sidak ke gudang distributor PT. Rantai Mas Abadi sudah terjadi penurunan. Namun memang masih belum signifikan. Karena baru turun sekitar Rp100 sampai Rp200 rupiah baik itu untuk beras medium maupun premium," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap agar cuaca saat ini dapat bersahabat mengingat kondisi cuaca juga mempengaruhi waktu distribusi beras ke Bangka Belitung.

"Yang jadi kendala kita saat ini itu adalah cuaca. Karena daerah kita ini kan kepulauan dan pengirimannya melalui laut. Tentunya kondisi air laut ini mempengaruhi lama tidaknya waktu pengiriman.

Harapan kita semoga air laut tidak terlalu surut dan tidak terlalu pasang, agar distribusi kita bisa berjalan lancar," terangnya.

(Bangkapos.com/Gogo Prayoga)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved