Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Gelar Rakor dan Rembuk Stunting

Rakor tersebut diikuti oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kota Pangkalpinang

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rembuk Stunting dalam rangka Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024, di ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (7/3/2024) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rembuk Stunting dalam rangka Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024, di ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (7/3/2024) 

Rakor tersebut diikuti oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kota Pangkalpinang.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang Lusje Anneke Tabalujan menegaskan, rakor ini sangat penting dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kota Pangkalpinang.

"Jadi dalam Rakor ini kita rancangkan langkah-langkah kita untuk penangan stunting, percepatan penurunan stunting perlu akselerasi dari hulu kehilir yakni kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan," sebut Lusje kepada awak media, Kamis (7/3/2024).

Kata Lusje, asupan tambah darah, vitamin tambahan seperti telur, susu, akan terus digalakkan.

"Ditegaskan kepada seluruh OPD bersama-sama untuk menuntaskan permasalahan stunting melalui program strategis yang terintegrasi agar melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi yaitu gizi spesifik dan sensitif," tuturnya.

Dia berharap seluruh Kecamatan yang menjadi lokus stunting yang merupakan perangkat terdekat dengan korban stunting berkomitmen mulai dari Camat, Lurah, dan masyarakat dalam pencegahan stuting.

"Pelaksanaan percepatan dan penanggulangan stunting di tingkat Kelurahan harus memastikan setiap sasaran prioritas penerima manfaat tepat sasaran," tambahnya.

Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi menyebut prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang kini 12,9 persen, untuk tahun 2024 baru akan dirilis akhir Maret nanti.

"Alhamdulillah Kota Pangkalpinang ini prevalensinya 12,9 persen di bawah rata-rata nasional dan kita tahun 2024 menargetkan di bawah 10 persen yang tentu lebih jauh dari target nasional yaitu sebesar 14," sebut Agustu.

Berbagai langkah, lanjutnya, terus dilakukan seperti kolaborasi bersama stakeholder terkait upaya inovasi dengan mendorong masyarakat rutin memeriksakan diri ke posyandu. 

"Semakin menggencarkan program-program Posyandu supaya orang-orang dan ibu hamil bisa segera memeriksakan kehamilannya dari 0 sampai melahirkan.

Begitu pula nanti ketika lahiran anaknya selalu dibawa ke didata perkembangannya itu sendiri dan kita ada upaya inovasi supaya bagaimana ibu-ibu hamil kemudian yang memiliki anak-anak bayi mau ke posyandu seperti mau melakukan vaksinasi," jelasnya. 

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved