Berita Pangkalpinang
Pemkot Pangkalpinang Gelar Rakor dan Rembuk Stunting
Rakor tersebut diikuti oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kota Pangkalpinang
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Rembuk Stunting dalam rangka Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024, di ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (7/3/2024)
Rakor tersebut diikuti oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kota Pangkalpinang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang Lusje Anneke Tabalujan menegaskan, rakor ini sangat penting dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kota Pangkalpinang.
"Jadi dalam Rakor ini kita rancangkan langkah-langkah kita untuk penangan stunting, percepatan penurunan stunting perlu akselerasi dari hulu kehilir yakni kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan," sebut Lusje kepada awak media, Kamis (7/3/2024).
Kata Lusje, asupan tambah darah, vitamin tambahan seperti telur, susu, akan terus digalakkan.
"Ditegaskan kepada seluruh OPD bersama-sama untuk menuntaskan permasalahan stunting melalui program strategis yang terintegrasi agar melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi yaitu gizi spesifik dan sensitif," tuturnya.
Dia berharap seluruh Kecamatan yang menjadi lokus stunting yang merupakan perangkat terdekat dengan korban stunting berkomitmen mulai dari Camat, Lurah, dan masyarakat dalam pencegahan stuting.
"Pelaksanaan percepatan dan penanggulangan stunting di tingkat Kelurahan harus memastikan setiap sasaran prioritas penerima manfaat tepat sasaran," tambahnya.
Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi menyebut prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang kini 12,9 persen, untuk tahun 2024 baru akan dirilis akhir Maret nanti.
"Alhamdulillah Kota Pangkalpinang ini prevalensinya 12,9 persen di bawah rata-rata nasional dan kita tahun 2024 menargetkan di bawah 10 persen yang tentu lebih jauh dari target nasional yaitu sebesar 14," sebut Agustu.
Berbagai langkah, lanjutnya, terus dilakukan seperti kolaborasi bersama stakeholder terkait upaya inovasi dengan mendorong masyarakat rutin memeriksakan diri ke posyandu.
"Semakin menggencarkan program-program Posyandu supaya orang-orang dan ibu hamil bisa segera memeriksakan kehamilannya dari 0 sampai melahirkan.
Begitu pula nanti ketika lahiran anaknya selalu dibawa ke didata perkembangannya itu sendiri dan kita ada upaya inovasi supaya bagaimana ibu-ibu hamil kemudian yang memiliki anak-anak bayi mau ke posyandu seperti mau melakukan vaksinasi," jelasnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Resmikan Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani Tekankan Penguatan Identitas Bangsa |
|
|---|
| Viral! Harga Belacan Rp300 Ribu Per Kg, Disebut Kebutuhan Pokok ke-10 Warga Bangka |
|
|---|
| Resmikan Kantor Bahasa, Gubernur Hidayat Minta Agar Jadi Pusat Kegiatan Intelektual dan Kebudayaan |
|
|---|
| Pencemaran Lingkungan di Sungai Kayu Ara, DLH Bangka Belitung Tekankan Pabrik Sawit Memiliki SLO |
|
|---|
| Persiapan Kejurnas, Pengprov Orado Babel Gelar Training of Referee 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240307-Rembuk-Stunting.jpg)