Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Hari Ketiga Ramadhan, Harga Cabai Merangkak Naik di Bangka Selatan

Menurut seorang pedagang di Pasar Rakyat Toboali, Muslim (48) kenaikan harga tersebut diklaim cukup signifikan

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Seorang pedagang cabai ketika tengah membersihkan barang dagangannya di Pasar Rakyat Toboali, Kamis (14/3/2024). Memasuki hari ketiga bulan Ramadhan harga cabai masih terus mengalami kenaikan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Memasuki bulan Ramadhan 2024, bumbu dapur seperti cabai rawit, cabai keriting hingga bawang-bawangan mengalami kenaikan harga di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kenaikan harga bahan ini dapat dilihat di Pasar Tradisional Toboali.

Menurut seorang pedagang di Pasar Rakyat Toboali, Muslim (48) kenaikan harga tersebut diklaim cukup signifikan.

“Memang terjadi kenaikan lagi untuk sejumlah bahan dapur. Naik sudah dua hari terakhir sejak awal puasa,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (14/3/2024).

Muslim memaparkan, untuk harga cabai rawit merah mengalami kenaikan paling besar mencapai 20 persen atau sebesar Rp25 ribu. Semula harga cabai rawit merah dibanderol Rp95 ribu, kini menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Cabai merah yang dijual di pasaran
Cabai merah yang dijual di pasaran (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Lalu, cabai rawit hijau naik Rp10 ribu per kilogram, dari semula Rp60 ribu kini menjadi Rp70 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga cabai keriting naik Rp10 ribu, awalnya hanya Rp70 ribu saat ini Rp80 ribu per kilogram.

Sama halnya dengan harga bawang merah naik Rp4 ribu, semula Rp38 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih bertengger diharga Rp40 ribu per kilogram dan bawang bombai tetap stabil Rp30 ribu per kilogram.

Sepengetahuan dirinya, kenaikan harga ini disebabkan oleh pengiriman logistik yang terhambat karena cuaca ekstrem belakangan ini.

“Untuk cabai memang naik dari distributornya, kenaikan sejak awal puasa. Kalau sebelum puasa kemarin masih stabil,” jelas Muslim.

Dengan naiknya harga bahan pangan ini lanjut dia, turut berdampak terhadap daya beli masyarakat. Imbasnya, omzet juga mengalami penurunan drastis hingga 50 persen.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan nyata untuk menstabilkan harga bahan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri.

“Pembeli memang berkurang, penjualan cabai paling kencang 10 kilogram per hari, biasanya mampu menjual 20 kilogram,” ucapnya.

Sementara pedagang lain, Sri menyebut untuk komoditas bahan pokok saat ini masih cenderung stabil.

Beras jenis premium kemasan lima kilogram dibanderol Rp86 ribu, jika per kilogram beras jenis itu dijual dengan harga Rp18 ribu. Sedangkan untuk beras jenis medium Rp85 ribu per lima kilogram, per kilo harga beras dipatok Rp17 ribu.

Begitu pula harga telur ayam broiler Rp32 ribu per kilogram dan telur ayam kampung Rp66 ribu per kilogram. Bahan pokok berupa minyak goreng masih Rp17 ribu untuk non subsidi dan Rp15 ribu untuk minyak goreng subsidi. Gula pasir juga sama Rp18 ribu per kilogram.

“Masih stabil semuanya, tidak terjadi kenaikan sejak menjelang puasa tahun ini,” sebut Sri.

Lebih jauh harga daging sapi masih stabil Rp140 ribu per kilogram, harga tetelan Rp70 ribu per kilogram.

Harga daging ayam broiler Rp30 ribu per kilogram dan ayam kampung Rp68 ribu per kilogram. Ikan kembung Rp45 ribu per kilogram dan ikan tenggiri Rp62 ribu per kilogram. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved