Rabu, 8 April 2026

Berita Bangka Selatan

Kabupaten Bangka Selatan Masih Zero Kematian Hewan Ternak Akibat LSD

Penularannya kepada hewan ternak dapat secara langsung maupun tidak langsung. Penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit atau...

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Ilustrasi -- Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan saat memberikan penyuntikan vaksin LSD kepada ratusan ekor sapi milik warga di daerah itu, Rabu (1/11/2023). Terdapat 500 ekor sapi disuntik vaksin di empat desa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Perovinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) memastikan angka kematian hewan ternak diakibatkan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau benjolan kulit masih zero alias nol. 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan, saat ini masih nol kasus hewan ternak mati akibat LSD. Pasalnya, dibanding dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) risiko kematian akibat LSD pada hewan ternak memang lebih rendah. Akan tetapi secara ekonomi dampaknya cukup besar. Peternak merugi karena hewan peliharaan yang terinfeksi LSD sulit untuk dijual.

“Di Bangka Selatan memang ada beberapa kasus LSD skala kecil. Alhamdulillah berhasil kita tangani, sampai hari ini kasus kematian zero alias nol,” kata dia di Toboali, Ahad (24/3/2024).

Nurudin memaparkan, penyakit LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Virus tersebut merupakan virus genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Umumnya penyakit ini menyerang hewan sapi dan kerbau. Virus ini juga dapat menjangkiti hewan ternak lain. Masa inkubasi LSD berkisar antara 1-4 minggu. Meski tingkat mortalitas atau hewan yang meninggal akibat penyakit ini di bawah 10 persen, tingkat morbiditas atau yang terjangkit sekitar 45 persen.

Penularannya kepada hewan ternak dapat secara langsung maupun tidak langsung. Penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit atau virusnya terbawa melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur susu. Penularan secara tidak langsung dapat terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakan kandang, peralatan kandang dan jarum suntik.

Baca juga: Polres Bangka Selatan Gencarkan Patroli Selama Ramadhan, Cegah Perang Sarung Hingga Balap Liar

Baca juga: Pemkab Basel Minta Kepala Sekolah di Wilayah 3T All-Out, Haris: Laksanakan Tugas Sebaik-baiknya

“Adapun penularan secara mekanis melalui artropoda atau serangga seperti nyamuk, lalat, migas penggigit dan caplak,” papar Nurudin.

Guna meminimalisir penyebaran LSD sambung dia, pihaknya mulai  terus gencar melakukan vaksinasi dan deteksi dini. Selain itu, turut memberikan edukasi kepada peternak untuk menjaga kondisi tubuh ternak agar tetap sehat dengan mencukupi kebutuhan pakan dan menyediakan kandang yang nyaman bagi ternak.

Mengupayakan agar kandang dalam kondisi bersih, kering dan hangat. Menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya, membersihkan sampah dan kotoran ternak setiap hari agar tidak menjadi sarang serangga pembawa virus penyebab LSD. Melakukan penyemprotan kandang dengan anti serangga dan merendam ternak dalam larutan insektisida secara berkala, minimal satu bulan sekali.

“LSD ini disebabkan oleh virus dan bisa menyebar dari sapi ke kerbau, ataupun kambing dan domba lewat vektor serangga. Jika kebersihan lingkungan dijaga, Insya Allah potensi risiko hewan ternak terpapar LSD itu kecil,” sebutnya.

Meski begitu kata Nurudin, penyakit ini tidak menular pada manusia sehingga masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Selain itu, guna malam meminimalisir peningkatan kasus hewan ternak terserang LSD pihaknya akan melakukan pengetatan. Di mana hewan ternak khususnya sapi, kerbau, kambing maupun domba yang masuk atau keluar Kabupaten Bangka Selatan akan diperiksa.

“Pengawasan penyebaran hewan ternak antar Kabupaten itu memang menjadi tugas provinsi. Jadi untuk masuk ke sapi hewan ternak dari luar memang kita perketat,” pungkas Nurudin. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved