Kamis, 16 April 2026

Berita Pangkalpinang

Inflasi Bangka Belitung Terendah Nomor 2 di Indonesia

Bangka Belitung tercatat mengalami pengendalian inflasi yang cukup baik pada periode bulan Maret 2024

|
Penulis: Gogo Prayoga | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Gogo Prayoga
Rilis Berita Resmi Statistik (RBS) Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, Senin (1/4/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami pengendalian inflasi yang cukup baik pada periode bulan Maret 2024.

Berdasarkan Rilis Berita Resmi Statistik (RBS) Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung (1/4/2024) mencatat, inflasi month to month (m-to-m) Bangka Belitung sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 10,404. 

Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga mengatakan andil inflasi m-to-m pada bulan Maret didominasi oleh komoditas bahan pokok seperti yang beredar di pasaran. 

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi month to month sebesar 0,04 persen dengan IHK 104,04. Ini artinya Bangka Belitung berada dua terendah di Indonesia. Untuk andil inflasi month-to-month utamanya disumbang oleh komoditas beras, telur ayam ras,dan ikan tongkol," ungkap Toto. 

Sementara itu mengenai inflasi year-on-year Bangka Belitung, yakni sebesar 1,80 persen dengan andil utamanya disumbang oleh komoditas seperti beras, sigaret kretek mesin (skm), dan bawang putih. 

Dari seluruh kabupaten/kota IHK di Bangka Belitung, terdapat inflasi m-to-m tertinggi terjadi di Kabupaten Belitung Timur, yakni sebesar 0,32 persen. 

Sedangkan deflasi m-to-m terjadi di Tanjung Pandan, yakni sebesar 0,54 persen. Adapun inflasi y-on-y tertinggi tercatat terjadi di Kota Pangkalpinang, dengan nilai sebesar 2,24 persen. 

Pj Gubernur Babel, Safrizal ZA yang juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, hasil yang keluar hari ini justru menjadi peringatan bagi Pemprov guna menjaga agar pencapaian di bulan ini dapat juga konsisten di bulan-bulan berikutnya. 

"Kita patut bersyukur sekaligus sebagaimana warning dari BPS, kita juga harus waspada dan bersiap-siap. Karena ini baru bulan April, kita akan mengahadapi bulan Mei, Juni, Juli, sampai dengan penghujung akhir tahun. Baru nanti angka year-on-year penuh selama satu tahun akan kita dengarkan di bulan Januari 2025," kata Safrizal.

(Bangkapos.com/Gogo Prayoga)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved